​Pertegas Transformasi Bisnis Berbasis ESG, BTN Dorong Inklusivitas Lewat Run for Disabilities di Solo

- 8 Februari 2026 - 20:39

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas transformasi bisnis berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menggelar “BTN Run for Disabilities” di Stadion Manahan, Solo, sebagai bagian dari rangkaian menuju BTN Jakarta International Marathon 2026. Melalui kolaborasi dengan atlet paralimpik dan pemerintah, BTN tidak hanya menyasar aspek kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga mengintegrasikan inklusivitas sosial ke dalam ekosistem perbankan nasional guna meningkatkan standar keberlanjutan dan nilai sosial perusahaan di mata global.


​Fokus:

■ ​Redefinisi ESG BTN: Mengubah paradigma dari sekadar penyaluran CSR menjadi nilai inti operasional bank yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
■ ​Sinergi Ekonomi dan Sosial: Kolaborasi lintas sektor antara perbankan, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem pendukung bagi atlet disabilitas dan meningkatkan kesadaran kesehatan publik.
■ ​Target Inklusi Global: Pelibatan atlet disabilitas dalam ajang marathon internasional (BTN Jakim 2026) sebagai langkah nyata menyejajarkan posisi mereka dalam kompetisi kelas dunia dan penggalangan dana kemanusiaan.


​PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus memperluas implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di luar sektor pembiayaan perumahan. Melalui tajuk “BTN Run for Disabilities,” bank spesialis kredit perumahan ini menggandeng atlet paralimpik di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (7/2), guna menegaskan posisi perseroan sebagai institusi keuangan yang inklusif.

​Langkah ini bukan sekadar seremoni olahraga, melainkan bagian dari strategi Road to BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Perseroan berupaya menyelaraskan mandat bisnis dengan tanggung jawab sosial yang terukur, khususnya dalam pemberdayaan kelompok disabilitas yang selama ini sering terpinggirkan dari akses fasilitas publik dan ekonomi.

​Inklusi di Luar Layanan Keuangan

​Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menekankan bahwa ESG bagi BTN telah bertransformasi dari sekadar aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi nilai panduan dalam operasional bisnis.

​”Lari adalah olahraga inklusif yang bisa dilakukan semua orang, termasuk para penyandang disabilitas. Begitu pula melalui lari, BTN berkomitmen menjadi bank yang inklusif dan hadir untuk semua, sejalan dengan prinsip ESG,” ujar Setiyo.

​Secara strategis, komitmen ini diwujudkan melalui pemberian bantuan sarana prasarana bagi atlet paralimpik serta rencana pelibatan 10 pelari disabilitas dalam ajang utama BTN Jakim mendatang. Langkah ini menjadi krusial mengingat tren global saat ini menuntut perbankan untuk tidak hanya mencetak laba, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata (social impact).

​Dukungan Regulasi dan Dampak Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyoroti urgensi aktivitas fisik di tengah masyarakat. Menurutnya, kurangnya mobilitas fisik merupakan satu dari lima penyebab utama penyakit di Indonesia. “Teman-teman disabilitas sudah membuktikan bisa, masa kita yang sehat tidak bisa?” ujarnya menekankan aspek kesetaraan dalam kesehatan.

​Di sisi lain, Walikota Solo, Respati Ardi, mengapresiasi langkah BTN yang memperkuat citra Solo sebagai kota inklusif. Bagi Pemkot Surakarta, dukungan sektor swasta seperti BTN sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan ekosistem pendukung bagi atlet disabilitas, terutama terkait jaminan masa depan mereka pasca-pensiun dari dunia olahraga.

​ESG sebagai Instrumen Kepercayaan Investor

​Keterlibatan aktif BTN dalam isu inklusivitas merupakan langkah taktis untuk memperkuat profil risiko ESG perseroan. Di pasar modal, skor ESG yang tinggi kini menjadi magnet bagi investor institusi global. Dengan mengintegrasikan pemberdayaan disabilitas ke dalam narasi besar branding marathon internasionalnya, BTN mencoba mendiversifikasi citra mereknya: dari sekadar “Bank KPR” menjadi institusi finansial yang adaptif terhadap isu-isu sosial kontemporer.


​Digionary:

● CSR (Corporate Social Responsibility): Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kompensasi atas aktivitas bisnis.
● ESG (Environmental, Social, and Governance): Standar operasional perusahaan yang digunakan investor sadar sosial untuk menyaring potensi investasi berdasarkan kebijakan lingkungan, hubungan sosial, dan tata kelola.
● Inklusivitas: Pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka bagi siapa saja dengan latar belakang dan kondisi berbeda, termasuk penyandang disabilitas.
● Paralimpik: Ajang olahraga internasional yang diikuti oleh atlet dengan berbagai disabilitas fisik atau mental.
● Risk Management: Proses identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko yang dapat mengancam keberlangsungan atau profitabilitas perusahaan.

#BTNRundisabilities #BTNInclusivity #ESGIndonesia #InklusiKeuangan #DisabilitasBisa #BTNJakim2026 #SoloKotaInklusif #OlahragaInklusif #BankBTN #PenyandangDisabilitas #KesehatanMasyarakat #NPCIndonesia #MarathonIndonesia #TanggungJawabSosial #EkosistemOlahraga #BudiGunadiSadikin #StadionManahan #LariSehat #AksiSosial #Keberlanjutan

Comments are closed.