Gelar Anugerah Jurnalistik dan Foto 2025 Berhadiah Rp176 Juta, BTN Ajak Jurnalis Kawal Isu Hunian Rakyat

- 26 Januari 2026 - 20:47

BTN kembali menggelar Anugerah Jurnalistik dan Foto 2025 dengan total hadiah Rp176 juta. Bukan sekadar lomba, ajang ini menjadi cerminan strategi komunikasi BTN di tengah transformasi digital, peran krusial pembiayaan perumahan, dan upaya memperkuat kolaborasi dengan media dalam mengawal isu hunian rakyat.


Fokus:

■ Anugerah Jurnalistik BTN menjadi bagian dari strategi komunikasi transformasi bank di sektor perumahan.
■ Isu hunian rakyat, inklusi keuangan, dan digitalisasi layanan menjadi tema sentral lomba.
■ Kemitraan BTN dan media diposisikan sebagai kolaborasi mengawal program perumahan nasional.


Di tengah gencarnya transformasi digital perbankan dan dorongan pemerintah mempercepat pemenuhan hunian rakyat, BTN memilih jalur yang jarang disadari: memperkuat kemitraan dengan jurnalis. Lewat Anugerah Jurnalistik dan Foto 2025 berhadiah Rp176 juta, BTN ingin narasi tentang perumahan, inklusi keuangan, dan inovasi layanan tersampaikan lebih luas dan lebih tajam ke publik.


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2025. Ajang yang telah memasuki tahun ke-9 ini diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-76 BTN pada 9 Februari 2026.

Namun, di balik angka hadiah Rp176 juta, ada pesan yang jauh lebih strategis: BTN sedang membangun narasi besar tentang transformasi, digitalisasi layanan, dan peran sentralnya dalam pembiayaan perumahan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan pentingnya peran media dalam perjalanan transformasi tersebut. “Kemitraan BTN dengan para jurnalis sangat erat hingga saat ini. Melalui karya jurnalistik, kami berharap memperoleh berbagai masukan yang membangun untuk mengembangkan bisnis BTN, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah rakyat serta menghadirkan layanan perbankan yang modern, sekaligus mendukung program pemerintah untuk masyarakat,” ujarnya, Senin (26/1).

BTN gelar Anugerah Jurnalistik 2025 berhadiah Rp176 juta. Di balik lomba ini, ada strategi besar mengawal transformasi perbankan dan isu perumahan rakyat.

Pernyataan ini menjadi relevan ketika melihat konteks lebih luas. Data Kementerian PUPR dan BPS menunjukkan backlog perumahan di Indonesia masih di kisaran jutaan unit. Di saat yang sama, sektor properti menyumbang multiplier effect besar terhadap ekonomi—mulai dari industri bahan bangunan, tenaga kerja, hingga sektor keuangan.

Di titik inilah BTN berada, bank dengan mandat historis di pembiayaan perumahan, namun kini dituntut bertransformasi menjadi bank modern berbasis digital.

Tema lomba tahun ini mencerminkan arah tersebut, “Transformasi BTN sebagai Wujud Komitmen Nyata Melayani Negeri: Inovasi Layanan, Transaksi Keuangan, dan Pembiayaan Perumahan”. Subtema yang diangkat pun tidak jauh dari isu digitalisasi layanan, inovasi produk, inklusi keuangan, ekosistem perumahan, hingga dampak sosial.

Kompetisi ini terbuka bagi wartawan media cetak, daring, dan pewarta foto. Karya yang dipublikasikan sejak 1 Desember 2025 dapat diikutsertakan. Periode lomba berlangsung hingga 25 Februari 2026 pukul 23.59 WIB, dengan pengumuman pemenang pada 5 Maret 2026. BTN juga menyiapkan apresiasi tambahan Rp10 juta untuk masing-masing 10 pengirim pertama di kategori tulisan dan foto.

Bagi BTN, kehadiran jurnalis bukan hanya sebagai peliput, melainkan mitra dalam menyampaikan kompleksitas isu perumahan kepada publik. Sebab, isu hunian rakyat bukan sekadar urusan KPR, tetapi menyangkut inklusi keuangan, keberlanjutan kota, hingga kesejahteraan sosial.

Nixon menyinggung bagaimana dukungan media selama ini turut membantu BTN menjalankan misinya dalam Program 3 Juta Rumah, program strategis pemerintah yang bertujuan mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian nasional sekaligus menggerakkan sektor properti sebagai pilar ekonomi.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan bisnis BTN, mendukung prinsip keberlanjutan yang tengah dijalankan, serta semakin memperkuat peran BTN sebagai pendorong utama sektor perumahan berwawasan lingkungan di Indonesia,” tutupnya.

Di era ketika transformasi bank sering dibicarakan sebatas aplikasi digital dan layanan mobile, BTN mencoba memperluas percakapan: bahwa transformasi juga menyangkut bagaimana isu perumahan dikomunikasikan, dipahami publik, dan dikawal bersama. Dan di situlah peran jurnalisme menjadi krusial.


Digionary:

● Backlog Perumahan: Selisih antara kebutuhan dan ketersediaan rumah layak huni.
● Digitalisasi Layanan: Transformasi layanan bank berbasis teknologi digital.
● Inklusi Keuangan: Akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
● KPR (Kredit Pemilikan Rumah): Skema pembiayaan bank untuk pembelian rumah.
● Multiplier Effect: Dampak berantai suatu sektor terhadap sektor ekonomi lain.
● Program 3 Juta Rumah: Program pemerintah mempercepat penyediaan hunian rakyat.
● Sustainability: Prinsip keberlanjutan dalam bisnis dan pembangunan.

#BTN #AnugerahJurnalistikBTN #Jurnalisme #PerumahanRakyat #KPR #InklusiKeuangan #TransformasiDigital #PropertiIndonesia #BacklogPerumahan #Program3JutaRumah #MediaDanBTN #KeuanganDigital #HunianLayak #EkosistemPerumahan #Sustainability #JurnalisIndonesia #FotoJurnalistik #BTN2025 #EkonomiProperti #PerbankanIndonesia

Comments are closed.