Utang Global Tembus  US$110,9 Triliun: Amerika Serikat Paling Jumbo, Dunia Kian Bergantung pada Utang

- 22 Januari 2026 - 18:37

Utang pemerintah global melonjak ke rekor US$110,9 triliun pada 2025, dengan Amerika Serikat, China, dan Jepang menjadi penyumbang terbesar. Data terbaru IMF menunjukkan negara-negara ekonomi maju justru mendominasi akumulasi utang dunia. Fenomena ini menandai perubahan lanskap ekonomi global, memengaruhi stabilitas fiskal, pasar keuangan, hingga arah kebijakan moneter, termasuk bagi negara berkembang seperti Indonesia yang berada di pusaran arus modal global.


Fokus:

■ Lonjakan utang negara besar mendorong volatilitas global, menekan arus modal ke negara berkembang. Bank di Indonesia diuji menjaga likuiditas, cost of fund, dan stabilitas kredit di tengah ketidakpastian global.
■ Ketidakpastian fiskal global menggeser investor ke aset aman dan emerging market. Bank nasional berpeluang menarik dana, memperkuat treasury, wealth management, dan layanan private banking bagi nasabah kaya.
■ Utang global memicu suku bunga tinggi lebih lama. Asuransi menghadapi tekanan yield, multifinance diuji kualitas pembiayaan, sementara fintech harus memperketat manajemen risiko dan pendanaan berkelanjutan.


Dunia sedang memasuki era baru ekonomi global—era ketika negara-negara paling kuat justru menjadi peminjam terbesar. Data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan total utang pemerintah dunia menembus rekor US$110,9 triliun pada 2025. Angka ini bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan perubahan mendasar cara negara-negara membiayai pertumbuhan, menjaga stabilitas, dan bertahan dari guncangan ekonomi global yang belum sepenuhnya usai.


Berdasarkan Laporan Prospek Ekonomi Dunia IMF edisi Oktober 2025, lonjakan utang global didominasi oleh negara-negara dengan ekonomi terbesar. Amerika Serikat berada di posisi teratas—dan dengan jarak yang sangat lebar—disusul China dan Jepang. Fenomena ini menantang persepsi lama bahwa utang besar identik dengan negara berkembang. Justru kini, negara maju menjadi aktor utama dalam lanskap utang global.

Menurut Visual Capitalist yang mengolah data IMF, delapan negara berikut mencatatkan utang bruto pemerintah tertinggi di dunia dalam nilai absolut dolar AS.

1. Amerika Serikat – US$38,27 Triliun

Amerika Serikat masih menjadi peminjam terbesar dunia, menyumbang lebih dari sepertiga total utang publik global. Pada 2025 saja, pemerintah AS menambahkan sekitar US$2,9 triliun ke utang nasionalnya.

Defisit fiskal kronis, lonjakan pembayaran bunga, serta kewajiban jangka panjang seperti jaminan sosial dan kesehatan menjadi pendorong utama. Namun, status dolar sebagai mata uang cadangan global membuat AS tetap bisa meminjam dengan biaya relatif rendah—sebuah privilese yang tidak dimiliki negara lain.

2. China – US$18,68 Triliun

China menempati posisi kedua dengan utang hampir US$18,7 triliun. Meski masih jauh di bawah AS, laju pertumbuhannya menjadi sorotan.

Pada 2025, utang China tumbuh 13,6% secara tahunan—tercepat di dunia—atau bertambah sekitar US$2,2 triliun hanya dalam setahun. Kenaikan ini dipicu oleh investasi yang dipimpin negara, kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah, serta langkah stabilisasi ekonomi di tengah perlambatan global.

3. Jepang – US$9,83 Triliun

Jepang tetap menjadi anomali. Dengan rasio utang terhadap PDB sekitar 230%—tertinggi di antara ekonomi besar—total utangnya mencapai US$9,83 triliun.

Meski demikian, sebagian besar utang Jepang dibiayai secara domestik, sehingga risikonya relatif terkendali. Pada 2025, pertumbuhan utang Jepang tergolong moderat, sekitar US$200 miliar atau sedikit di atas 2%, membuat tekanannya terhadap PDB sedikit mereda.

4. Inggris – US$4,09 Triliun

Inggris mencatatkan utang publik sekitar US$4,09 triliun. Ekspansi fiskal bertahun-tahun, ditambah pembiayaan besar selama pandemi, membuat beban utang terus menanjak.

Upaya pengetatan fiskal belakangan ini belum cukup untuk menurunkan total pinjaman ke level pra-krisis.

5. Prancis – US$3,92 Triliun

Prancis berada di posisi berikutnya dengan utang US$3,92 triliun. Beban struktural seperti pensiun, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial—dikombinasikan dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat—membuat utang tetap tinggi.

Prancis menjadi salah satu negara Eropa dengan beban utang terbesar, baik secara absolut maupun relatif.

6. Italia – US$3,48 Triliun

Italia mencerminkan persoalan klasik zona euro: pinjaman tinggi dalam jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi yang lemah. Total utangnya mencapai US$3,48 triliun.

Meski laju pertumbuhan utang mulai melambat, Italia masih menanggung salah satu rasio utang terhadap PDB terberat di Eropa.

7. India – US$3,36 Triliun

India berada di peringkat ketujuh dengan utang US$3,36 triliun. Angka ini besar, namun sering dianggap sebanding dengan skala ekonominya yang tumbuh paling cepat di dunia.

Dengan populasi raksasa dan pertumbuhan ekonomi tinggi, India memiliki ruang fiskal yang relatif lebih fleksibel dibanding negara maju yang pertumbuhannya stagnan.

8. Jerman – US$3,23 Triliun

Jerman menutup daftar dengan utang US$3,23 triliun. Meski dikenal disiplin fiskal, ukuran ekonominya yang sangat besar membuat angka absolut utangnya tinggi.

Lonjakan utang terjadi selama program dukungan ekonomi dan pengeluaran energi. Namun, Jerman tetap mempertahankan rasio utang yang lebih rendah dibanding banyak negara sekelasnya.


Digionary:

● Defisit Fiskal: Kondisi ketika belanja negara lebih besar daripada pendapatan
● Dana Moneter Internasional (IMF): Lembaga internasional yang memantau stabilitas keuangan global
● Mata Uang Cadangan: Mata uang yang digunakan secara luas dalam transaksi dan cadangan global
● PDB (Produk Domestik Bruto): Nilai total produksi barang dan jasa suatu negara
● Rasio Utang terhadap PDB: Indikator kemampuan negara membayar utang
● Utang Bruto Pemerintah: Total kewajiban pinjaman pemerintah
● Visual Capitalist: Platform visualisasi data ekonomi global
● World Economic Outlook: Laporan rutin IMF tentang kondisi ekonomi dunia

#UtangGlobal #IMF #EkonomiDunia #AmerikaSerikat #China #Jepang #KrisisUtang #KeuanganGlobal #Fiskal #PasarKeuangan #EkonomiInternasional #UtangNegara #StabilitasGlobal #SukuBunga #DolarAS #ArusModal #EkonomiIndonesia #RisikoGlobal #WorldEconomy #FinancialStability

Comments are closed.