Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) oleh UMKM kini menjadi agenda strategis perbankan nasional. Melalui kolaborasi dengan Smesco Indonesia, WPMI, dan MWX, BNI mendorong UMKM mengadopsi AI dan digitalisasi keuangan untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kesiapan ekspor. Langkah ini mencerminkan pergeseran peran bank dari sekadar penyedia pembiayaan menjadi katalis transformasi ekonomi digital.
Fokus:
■ BNI memposisikan diri sebagai katalis transformasi digital UMKM.
■ Teknologi AI digunakan untuk pemasaran, keuangan, dan efisiensi operasional.
■ Digitalisasi diarahkan untuk memperluas akses UMKM ke pasar global.
BNI mendorong UMKM memanfaatkan AI dan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, dan kesiapan ekspor melalui kolaborasi strategis lintas institusi.
Transformasi UMKM Indonesia tidak lagi cukup bertumpu pada modal dan semangat kewirausahaan. Di tengah persaingan global yang kian ketat, teknologi—khususnya Artificial Intelligence—menjadi pembeda utama. Bank Negara Indonesia (BNI) membaca perubahan ini lebih awal, dan memilih turun langsung membekali UMKM agar siap bersaing di era ekonomi digital dan pasar ekspor.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya mendorong transformasi UMKM melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi layanan keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan AI untuk UMKM yang digelar di Laboratorium Smesco Indonesia, Jakarta, hasil kolaborasi antara BNI, Smesco Indonesia, Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI), dan MWX.
Sebanyak 56 pelaku UMKM mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan pembekalan praktis mengenai pemanfaatan AI dalam operasional usaha, pemasaran digital, pencatatan transaksi, hingga kesiapan menembus pasar ekspor.
Direktur Commercial Business BNI Muhammad Iqbal menegaskan bahwa transformasi digital UMKM merupakan prasyarat mutlak agar sektor ini mampu bertahan dan tumbuh berkelanjutan.
“BNI terus memperluas dukungan kepada UMKM melalui solusi digital, akses pembiayaan, serta program pembinaan yang terintegrasi. Kami ingin UMKM Indonesia tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar global,” ujar Iqbal.
Perbankan dan Perubahan Peran di Era AI
Langkah BNI mencerminkan perubahan paradigma industri perbankan. Bank tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penyalur kredit, melainkan sebagai enabler transformasi digital. Melalui layanan BNIdirect bisnis, BNI membantu UMKM mengelola transaksi keuangan secara cepat, aman, dan efisien—sebuah kebutuhan mendasar di era ekonomi berbasis data.
Di tingkat strategis, BNI mengintegrasikan dukungan digital ini melalui platform BNI Xpora, yang dirancang untuk membantu UMKM menembus pasar global lewat tiga pilar utama: Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Program ini mencakup edukasi, pendampingan, hingga fasilitasi business matching dengan mitra internasional.
AI sebagai Alat, Bukan Sekadar Tren
Direktur Business dan Pemasaran Smesco Indonesia Rizky Firdaus menilai kolaborasi ini penting untuk memastikan UMKM tidak tertinggal dalam adopsi teknologi. “Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada UMKM mengenai penerapan AI dan digitalisasi dalam kegiatan usaha sehari-hari,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, perwakilan MWX Tresna Manggala memperkenalkan platform SMEwhiz.ai dan FinanceWhiz, yang memungkinkan UMKM membuat konten pemasaran otomatis, menganalisis kinerja penjualan, hingga menyusun laporan keuangan digital secara lebih terukur.
Ketua WPMI Tri Hastuti Anjarsari menilai pemanfaatan AI membuka peluang baru, khususnya bagi pelaku usaha perempuan, untuk meningkatkan skala dan kualitas bisnis.
“Pemanfaatan AI dari MWX, pengembangan ekspor melalui BNI Xpora, serta penggunaan BNIdirect bisnis untuk digitalisasi transaksi membuka peluang bagi pelaku usaha perempuan untuk naik kelas,” jelasnya.
Konteks Nasional: AI dan Daya Saing UMKM
Data nasional menunjukkan urgensi langkah ini. Hingga 2025, tingkat adopsi AI di Indonesia baru mencapai 27,34%, dengan penggunaan terbesar datang dari generasi muda untuk kebutuhan pendidikan dan produktivitas. Di sisi lain, pemerintah memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai 600.000 orang per tahun demi memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030.
Dalam konteks tersebut, UMKM—yang menyumbang lebih dari 60% PDB nasional—tidak boleh tertinggal. Adopsi AI di sektor ini bukan hanya soal efisiensi bisnis, tetapi juga strategi menjaga daya saing ekonomi Indonesia dalam rantai nilai global.
Foto: Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Digionary:
● Artificial Intelligence (AI) – Teknologi yang meniru kecerdasan manusia untuk analisis dan otomatisasi.
● BNIdirect – Layanan digital BNI untuk pengelolaan transaksi bisnis.
● BNI Xpora – Platform BNI untuk mendukung UMKM menembus pasar ekspor.
● Business Matching – Fasilitasi pertemuan bisnis dengan mitra potensial.
● Digitalisasi UMKM – Transformasi proses usaha berbasis teknologi digital.
● Ekonomi Digital – Aktivitas ekonomi berbasis teknologi dan data.
● Export Readiness – Tingkat kesiapan UMKM memasuki pasar global.
● FinanceWhiz – Platform AI untuk pencatatan dan analisis keuangan UMKM.
● Go Digital – Pilar transformasi digital UMKM.
● Go Global – Strategi ekspansi UMKM ke pasar internasional.
● Go Productive – Upaya peningkatan produktivitas usaha.
● MWX – Mitra teknologi AI untuk UMKM.
● Smesco Indonesia – Lembaga pengembangan UMKM nasional.
● SMEwhiz.ai – Platform AI untuk pemasaran dan operasional UMKM.
● UMKM – Usaha mikro, kecil, dan menengah.
#BNI #UMKMDigital #AIuntukUMKM #EkonomiDigital #TransformasiUMKM #BNIXpora #UMKMGoGlobal #DigitalBanking #AIIndonesia #UMKMNaikKelas #PerbankanNasional #EksporUMKM #LiterasiDigital #SMESCO #WPMI #MWX #InklusiKeuangan #UMKMEkspor #TeknologiBisnis
