Kolaborasi Amar Bank di JAFF Market Dorong Dampak Ekonomi Rp130 Miliar

- 22 Desember 2025 - 11:13

Kolaborasi Amar Bank dengan JAFF Market 2025 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp130 miliar dalam tiga hari penyelenggaraan. Lebih dari sekadar sponsor, kehadiran perbankan dinilai krusial dalam membangun tata kelola finansial industri film Indonesia agar lebih kredibel, transparan, dan siap mengakses pembiayaan formal. Pemerintah menilai model kolaborasi ini sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.


Fokus Utama:

■ Kolaborasi Amar Bank dan JAFF Market 2025 menciptakan dampak ekonomi sekitar Rp130 miliar dalam tiga hari.
■ Perbankan dinilai krusial dalam membangun tata kelola keuangan industri film agar lebih kredibel dan bankable.
■ Teknologi finansial berbasis digital dan AI menjadi solusi untuk mematangkan bisnis perfilman nasional.



Kolaborasi Amar Bank dan JAFF Market 2025 mencatat dampak ekonomi Rp130 miliar. Perbankan dinilai kunci mematangkan tata kelola dan pembiayaan industri film Indonesia.


Industri film Indonesia tak lagi hanya membutuhkan kreativitas dan panggung festival. Di balik layar, kebutuhan akan tata kelola keuangan yang rapi dan akses pembiayaan yang sehat kini menjadi kunci. Di titik inilah perbankan mulai mengambil peran strategis, seperti terlihat dari kolaborasi Amar Bank dan JAFF Market 2025 yang mencatat dampak ekonomi hingga Rp130 miliar.

Kolaborasi antara sektor keuangan dan industri kreatif kian menemukan momentumnya. PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) mencatat kontribusi ekonomi sekitar Rp130 miliar selama tiga hari penyelenggaraan JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank, yang digelar pada akhir November lalu.

Angka tersebut mencerminkan perputaran transaksi, peluang kerja sama, serta aktivitas bisnis yang tercipta dari pertemuan para pelaku industri film nasional dan internasional dalam satu ekosistem terintegrasi.

Tahun ini, JAFF Market diikuti lebih dari 116 exhibitor yang terdiri dari rumah produksi dan pelaku industri perfilman. Acara ini juga menampilkan 10 IP karya kreator Indonesia serta 10 proyek film terpilih dari berbagai negara dan lintas genre. Sepanjang penyelenggaraan, tercatat 2.433 pertemuan bisnis, menegaskan posisi JAFF Market sebagai salah satu hub strategis industri film di kawasan Asia Tenggara.
Perbankan Masuk ke Jantung Ekosistem Film

Berbeda dari pendekatan konvensional, kehadiran Amar Bank di JAFF Market 2025 tidak berhenti pada branding. Bank digital ini aktif memfasilitasi diskusi mengenai tantangan nyata yang dihadapi pelaku industri film, terutama soal pengelolaan keuangan proyek dan akses pendanaan.

Selama tiga hari acara, tim Amar Bank berdialog langsung dengan rumah produksi, komunitas film, kreator, hingga mitra usaha. Dari interaksi tersebut, teridentifikasi dua kebutuhan utama: sistem keuangan yang transparan per proyek dan peningkatan kematangan bisnis agar pelaku film layak mengakses pembiayaan formal.

Sejumlah rumah produksi bahkan mulai menunjukkan minat menggunakan Amar Bank Bisnis sebagai solusi pengelolaan keuangan proyek film mereka. Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan, “Kami mengapresiasi kesempatan untuk berkontribusi di JAFF Market 2025, ruang strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor kreatif, khususnya film. Tiga hari ini menegaskan bahwa teknologi finansial adalah kunci mengatasi tantangan pendanaan film. Industri kini jauh lebih siap mengadopsi solusi digital kami dan membangun kolaborasi yang lebih kuat ke depan.”

Teknologi Finansial untuk Film yang Lebih Profesional

Menurut Amar Bank, kompleksitas industri kreatif dapat disederhanakan melalui sistem digital terintegrasi. Lewat Amar Bank Bisnis, pelaku usaha film dapat memantau arus kas, mengatur anggaran, memisahkan rekening per proyek, hingga menganalisis performa bisnis menggunakan AI Financial Insight secara real-time melalui aplikasi mobile.

Dari sisi keamanan, sistem ini dilengkapi verifikasi berlapis, mulai dari SMS OTP, biometrik sidik jari, hingga identifikasi wajah yang terhubung dengan Dukcapil. Dokumen penting tersimpan dalam Brankas Dokumen, disertai e-Statement bulanan untuk memudahkan audit dan rekam jejak transaksi.
Pemerintah: Perbankan Penentu Kematangan Industri Film

Pentingnya peran perbankan dalam industri film juga disorot pemerintah. Saat mengunjungi JAFF Market 2025, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa perbankan bukan hanya penyedia dana, tetapi fondasi tata kelola finansial industri kreatif.

“Dengan hadirnya perbankan, apalagi yang hadir di sini sebagai salah satu sponsor utama, yang mereka berikan adalah tools yang available untuk membantu teman-teman kreatif, supaya historikal track record dari financial mereka yang digunakan untuk project dan bukan kehidupan pribadi, itu terpisah dan tertata di dalam aplikasinya,” jelasnya.

Irene menyoroti praktik umum kreator yang masih mencampurkan keuangan pribadi dan proyek, sehingga menyulitkan penilaian kelayakan pembiayaan. Kehadiran perbankan di JAFF Market dinilai membantu menjembatani kesenjangan tersebut agar pelaku film lebih kredibel di mata lembaga keuangan.

Apresiasi serupa disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra.

“Kami berterima kasih karena dukungan seperti ini membuat kerja pemerintah menjadi lebih ringan. Dalam situasi dengan berbagai keterbatasan, kehadiran mitra swasta seperti Amar Bank menjadi oase baru bagi ekosistem perfilman. Semoga kolaborasi ini berlanjut dan Amar Bank terus mendampingi JAFF Market agar ekosistem film Indonesia tumbuh semakin kuat,” ujarnya.

Konteks Lebih Luas

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan subsektor film, animasi, dan video terus menjadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Namun, tantangan tata kelola dan pembiayaan masih menjadi hambatan struktural. Kolaborasi seperti di JAFF Market memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem tidak bisa hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga disiplin finansial dan dukungan institusi keuangan.


Digionary:

● AI Financial Insight: Fitur analitik berbasis kecerdasan buatan untuk membaca performa keuangan bisnis
● Amar Bank Bisnis: Layanan perbankan digital Amar Bank untuk pelaku usaha
● Ekosistem Perfilman: Jaringan pelaku industri film dari kreator hingga institusi pendukung
● JAFF Market: Platform pasar industri film dalam rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival
● Rumah Produksi: Perusahaan pembuat film
● Tata Kelola Finansial: Sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan terstruktur
● UMKM Kreatif: Pelaku usaha kecil dan menengah di sektor ekonomi kreatif

#AmarBank #JAFFMarket #IndustriFilmIndonesia #EkonomiKreatif #PerbankanDigital #FilmIndonesia #TataKelolaKeuangan #PembiayaanFilm #EkosistemKreatif #BankDigital #AIKeuangan #UMKMKreatif #JAFF2025 #BisnisFilm #FintechIndonesia #KeuanganDigital #CreativeEconomy #KolaborasiIndustri #IndustriKreatif #Bankable

Comments are closed.