BlackRock pekan ini secara resmi memperkenalkan strategi investasi baru melalui pengajuan ETF iShares Bitcoin Premium Income, sebuah instrumen yang menggunakan teknik covered call untuk memeras keuntungan dari aset kripto. Produk ini dirancang khusus bagi investor yang ingin tetap memegang eksposur Bitcoin namun mendambakan “gaji bulanan” berupa pendapatan premium dari penjualan opsi beli, menandai pergeseran gaya investasi institusional dari sekadar spekulasi harga menjadi manajemen arus kas yang canggih di pasar digital.
Fokus:
■ Strategi Covered Call di Pasar Kripto: BlackRock mengoptimalkan kepemilikan Bitcoin dengan menjual opsi beli (call option) untuk menghasilkan pendapatan tambahan (premium) bagi pemegang unit ETF.
■ Solusi Arus Kas untuk Investor BTC: Produk ini menjawab kebutuhan investor yang ingin mendapatkan imbal hasil rutin tanpa harus menjual aset Bitcoin utama mereka saat harga bergejolak.
■ Hegemoni iShares IBIT: Dengan dana kelolaan IBIT yang telah mencapai US$70 miliar, strategi covered call ini diprediksi akan menyerap likuiditas besar dari investor yang mencari stabilitas pendapatan.
BlackRock rilis strategi covered call Bitcoin! Hasilkan pendapatan bulanan dari kripto lewat iShares Bitcoin Premium Income ETF.
Raksasa pengelola aset dunia, BlackRock, tidak lagi sekadar mengajak investor untuk “membeli dan menyimpan” Bitcoin. Dalam langkah strategis terbarunya, perusahaan yang dipimpin Larry Fink ini mengajukan ETF kedua, iShares Bitcoin Premium Income, yang secara khusus mengusung teknik covered call untuk menciptakan aliran pendapatan tetap dari aset digital paling populer di dunia terseb
Strategi covered call ini bekerja dengan cara yang cerdas sekaligus konservatif: dana tersebut akan memegang posisi di ETF Bitcoin spot (IBIT) sambil secara bersamaan menjual opsi beli (call option) kepada pihak lain. Hasilnya? Investor mendapatkan “uang muka” atau premium yang akan dibagikan sebagai pendapatan bulanan, memberikan bantalan di tengah volatilitas harga Bitcoin yang seringkali ekstrem.
Dalam dokumen pengajuannya, BlackRock memaparkan visi di balik strategi ini. “Saham ini memberikan investor metode alternatif untuk mencapai eksposur investasi terhadap Bitcoin melalui pasar sekuritas, sambil menghasilkan pendapatan premium, demikian BlackRock.
Memanen Hasil di Tengah Volatilitas
Langkah ini dinilai sangat tepat waktu. Dengan dana kelolaan iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang sudah menembus US$70 miliar (sekitar Rp1.172 triliun), BlackRock memiliki basis aset yang sangat kuat untuk menjalankan strategi opsi ini. Di saat kompetitor seperti Fidelity masih fokus pada pertumbuhan aset spot, BlackRock sudah melangkah ke produk turunan yang lebih kompleks.
Jeff Park, Kepala Investasi di ProCap BTC, menyoroti kecepatan BlackRock dalam melakukan inovasi produk. Menurutnya, peluncuran strategi covered call hanya dua tahun setelah ETF pertama membuktikan bahwa permintaan institusi kini bergeser ke arah manajemen portofolio yang lebih taktis.
Demokratisasi Keuangan via Blockchain
CEO BlackRock, Larry Fink, melihat produk berbasis opsi ini sebagai bagian dari demokratisasi keuangan. Di forum Davos, Fink menegaskan bahwa teknologi blockchain dan tokenisasi akan menekan biaya transaksi dan memberikan transparansi yang selama ini sulit dicapai oleh sistem keuangan tradisional.
”Kita akan melakukan lebih banyak demokratisasi. Jika kita memiliki satu blockchain bersama, kita dapat mengurangi korupsi dan biaya operasional,” ujar Fink.
Melalui ETF covered call ini, BlackRock ingin menunjukkan bahwa Bitcoin bisa dikelola layaknya saham-saham blue chip yang membagikan dividen.
Antara Inflow dan Aksi Jual
Meskipun strategi ini menjanjikan pendapatan tetap, dinamika pasar tetap dinamis. Catatan internal menunjukkan klien BlackRock sempat melakukan aksi jual Bitcoin senilai US$268,6 juta (sekitar Rp4,4 triliun) pada akhir 2025. Namun, kehadiran ETF covered call diprediksi akan menahan minat jual tersebut, karena investor kini memiliki alasan kuat untuk tetap memegang aset mereka demi mendapatkan imbal hasil bulanan.
Dengan Coinbase dan BNY Mellon yang bertindak sebagai penjaga brankas (kustodian), BlackRock mencoba memastikan bahwa imperium kriptonya tidak hanya besar secara angka, tetapi juga fungsional dalam menghasilkan uang bagi para pemegang sahamnya.
Digionary:
● Call Option (Opsi Beli): Kontrak yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli aset pada harga yang disepakati, sementara penjual (BlackRock) menerima uang muka (premium).
● Covered Call: Strategi investasi di mana investor menjual opsi beli atas aset yang sudah mereka miliki untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari premium opsi tersebut.
● Income Premium: Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan kontrak opsi di pasar modal.
● Kustodian: Pihak ketiga yang bertanggung jawab menyimpan aset secara aman (dalam hal ini Bitcoin dan uang tunai).
● Likuiditas: Kemudahan sebuah aset untuk dikonversi menjadi uang tunai tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan.
● Spot ETF: Dana investasi yang melacak harga aset secara langsung (aktual), bukan melalui kontrak berjangka.
#BlackRock #CoveredCall #BitcoinETF #StrategiInvestasi #Kripto2026 #iShares #BitcoinIncome #LarryFink #ManajemenAset #PassiveIncome #BTC #Blockchain #OpsiSaham #WealthManagement #PasarModal #InvestasiInstitusional #Fintech #FinancialFreedom #InfoKripto #BeritaEkonomi
