Goldman Sachs: Regulasi Jadi Katalis Utama Adopsi Kripto Institusional di 2026

- 8 Januari 2026 - 08:59

Bank investasi legendaris Goldman Sachs memproyeksikan regulasi sebagai kunci membuka gelombang baru adopsi kripto oleh institusi pada 2026. Dalam laporan strategisnya, Goldman menyatakan bahwa kejelasan aturan akan mengurangi hambatan hukum yang selama ini menahan aliran modal besar ke aset digital, membuka peluang nyata bagi bank, manajer aset, dan lembaga keuangan tradisional untuk memperluas eksposur kripto melalui ETF, tokenisasi, DeFi, dan stablecoin.


Fokus Utama:

■ Regulasi sebagai Kunci Adopsi: Goldman Sachs menilai kejelasan aturan adalah faktor utama yang membuka arus modal institusi ke kripto pada 2026.
■ ETF & Instrumen Tradisional: Produk investasi seperti ETF Bitcoin dan Ether menunjukkan jalur masuk bagi institusi tradisional ke aset digital.
■ Tokenisasi dan DeFi: Di luar trading, tokenisasi, DeFi, dan stablecoin diproyeksikan tumbuh cepat sebagai garis adopsi baru.


Goldman Sachs memproyeksikan bahwa kejelasan regulasi akan menjadi katalis adopsi kripto institusional terbesar di 2026, membuka peluang besar bagi bank dan lembaga keuangan untuk masuk ke pasar digital.


Lembaga keuangan besar yang selama ini hati-hati menyentuh kripto kini mulai membuka pintu lebar-lebar. Goldman Sachs, bank investasi mega dari Wall Street, menilai kejelasan regulasi akan menjadi titik balik adopsi kripto oleh institusi keuangan global pada 2026. Dengan aturan yang lebih mapan, kendaraan investasi yang familiar seperti ETF, stablecoin, DeFi, dan tokenisasi dapat menarik arus modal besar yang selama ini menunggu kepastian hukum.

Goldman Sachs seperti dikutip dari MEXC News, memandang 2026 sebagai tahun pergantian halaman dalam adopsi kripto oleh institusi. Dalam laporan internal yang dikutip oleh pasar, bank tersebut menekankan bahwa regulasi jelas adalah katalisator utama untuk menarik investor besar, termasuk bank, hedge fund, dan manajer aset tradisional, ke ranah aset digital.

Menurut tim analis yang dipimpin James Yaro, latar belakang regulasi yang selama ini menjadi hambatan kini mulai memudar. Banyak lembaga besar masih menahan diri karena ketidakpastian hukum—namun hal itu berubah cepat. Goldman menunjukkan bahwa draft undang-undang yang beredar di Kongres AS dapat memberi kerangka regulasi bagi tokenisasi aset dan decentralized finance (DeFi), serta menetapkan batasan jelas tentang peran regulator seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Dilatarbelakangi oleh perubahan leadership di SEC dan dukungan kebijakan pro-kripto dari pemerintahan saat ini di AS, regulator telah meninggalkan sebagian besar tuntutan hukum terhadap perusahaan kripto dan menarik diri dari sejumlah perselisihan pengadilan, memberi sinyal bahwa lingkungan kepatuhan akan lebih mendukung partisipasi institusi di ekosistem digital.

Survei internal Goldman Sachs menunjukkan 35% lembaga melihat ketidakpastian regulasi sebagai hambatan terbesar, sementara %32 lainnya mengidentifikasi kejelasan regulasi sebagai pemicu utama adopsi. Meskipun saat ini alokasi institusional terhadap kripto relatif kecil — sekitar %7 dari total aset yang dikelola — %71 lembaga berencana meningkatkan eksposurnya dalam 12 bulan ke depan, menunjukkan momentum yang kuat menuju kebutuhan inovasi strategis.

Momentum ETF dan Aset Kripto sebagai Jembatan Institusi

Salah satu bukti bahwa institusi mulai merangkul kripto adalah performa produk investasi yang sudah dikenal: Exchange-Traded Funds (ETF). Bitcoin ETF yang disetujui sejak 2024 telah mengumpulkan sekitar US$115 miliar aset hingga akhir 2025, sementara Ether ETF melampaui US$20 miliar. Kendaraan investasi ini meningkatkan likuiditas, menurunkan risiko langsung kepemilikan aset, dan memberi ruang bagi lembaga tradisional menambah alokasi kripto dalam portofolio mereka.

Hedge fund juga menunjukkan sinyal kuat; mayoritas kini sudah memegang posisi kripto dan berencana memperbesar alokasi mereka pada 2026. Di sisi lain, tokenisasi, DeFi, dan stablecoin diidentifikasi Goldman sebagai sektor dengan pertumbuhan potensial tinggi, bahkan di luar perdagangan spot tradisional. Peraturan stablecoin yang disahkan tahun lalu telah memperjelas pengawasan dan persyaratan cadangan, mendorong kapitalisasi pasar stablecoin mendekati US$300 miliar.

Apa Artinya bagi Bank dan Pasar Modal Global

Klarifikasi aturan yang diharapkan lewat legislasi struktur pasar kripto — termasuk RUU yang secara jelas membedakan peran SEC dan CFTC — dapat menciptakan lingkungan legitimasi yang dibutuhkan lembaga besar untuk masuk lebih dalam ke ekosistem digital. Perubahan ini diprediksi akan menaikkan ROI tokenisasi aset tradisional seperti surat utang dan real estate, serta memperkuat aliran modal ke DeFi dan infrastruktur kripto yang koheren.

Goldman Sachs sendiri melihat peluang di tengah risiko politik, terutama dengan gelombang pemilu paruh waktu di AS yang bisa memengaruhi kecepatan legislasi pada paruh pertama 2026. Jika aturan pasar kripto disahkan sebelum pemilu, efeknya dapat memicu gelombang masuk modal institusi yang lebih cepat dari ekspektasi.

Namun, seperti semua perubahan struktural besar, risiko tetap ada. Ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga kripto, dan tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pemain besar yang ingin memanfaatkan momentum ini.

Ilustrasi: cryptopolitan.com


Digionary:

● Asset Manager: Lembaga yang mengelola portofolio investasi untuk klien.
● Bitcoin ETF: Produk investasi yang menautkan harga Bitcoin ke saham diperdagangkan di bursa.
● CFTC: Komisi Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas AS.
● DeFi (Decentralized Finance): Sistem keuangan terdesentralisasi tanpa perantara bank tradisional.
● ETFs (Exchange-Traded Funds): Instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa seperti saham.
● Institutional Adoption: Perluasan penggunaan kripto oleh institusi keuangan besar.
● Regulatory Clarity: Kejelasan aturan yang memandu kepatuhan hukum dan investasi.
● SEC: Komisi Sekuritas dan Bursa AS.
● Stablecoin: Mata uang kripto yang nilainya dipatok ke aset stabil seperti dolar AS.
● Tokenisasi: Proses mengubah aset nyata menjadi token digital di blockchain.

#GoldmanSachs #CryptoRegulation #InstitutionalCrypto #BTCETF #ETHETF #DeFi #Stablecoin #Tokenization #DigitalAssets #WallStreet #CryptoAdoption #CryptoInstitutional #FinancialRegulation #Crypto2026 #AssetManagement #BlockchainFinance #MarketStructure #CryptoPolicy #SEC #CFTC #CryptoInnovation #BitcoinInstitutional #EthereumInstitutional

Comments are closed.