Gandeng Visa, Operator Upbit Siap Bawa Aset Digital ke Arus Utama Pembayaran Global

- 30 Agustus 2026 - 12:15

Dunamu, raksasa operator bursa kripto Upbit di Korea Selatan, resmi menggandeng Visa dalam sebuah kemitraan strategis yang berpotensi mengubah lanskap pembayaran digital global. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi layanan keuangan inovatif, khususnya di bidang pembayaran berbasis stablecoin dan pengiriman uang lintas negara (remitansi), yang dipadukan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Meski belum ada rincian produk maupun jadwal peluncuran spesifik, langkah eksplorasi ini menjadi sinyal kuat semakin menyatunya ekosistem aset digital dengan jaringan pembayaran global konvensional di pasar utama.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Dunamu, operator bursa kripto Upbit (Korea Selatan), resmi menjalin kemitraan strategis dengan Visa, salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia.
■ Kolaborasi kedua perusahaan masih dalam tahap penjajakan strategi, bertujuan mengeksplorasi layanan pembayaran berbasis stablecoin dan pemanfaatan AI.
■ Ruang lingkup kerja sama berpotensi mencakup pembayaran ritel, remitansi lintas negara, penyelesaian transaksi (settlement), hingga agentic commerce.


Langkah signifikan untuk menjembatani ekosistem aset digital dengan dunia keuangan arus utama (mainstream) kembali terwujud. Dunamu, perusahaan raksasa asal Korea Selatan yang mengoperasikan bursa kripto Upbit, secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Visa, salah satu pemain paling dominan dalam jaringan pembayaran global.

Kerja sama yang diumumkan pada Jumat (28/8) ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menilai potensi layanan keuangan serta pembayaran yang memanfaatkan teknologi stablecoin dan kecerdasan buatan (AI) di berbagai pasar utama. Bagi Dunamu, kemitraan ini merupakan kerangka awal untuk membawa teknologi aset digital miliknya masuk ke dalam jaringan global Visa yang luas.

Menurut laporan dari CoinMarketCap, Minggu (30/8), kolaborasi ini masih berada dalam tahap eksplorasi. Kedua perusahaan belum menentukan produk spesifik, skema peluncuran, merchant yang akan terlibat, maupun kriteria pengguna. Dengan kata lain, pengumuman ini lebih merupakan penjajakan strategi komersial, bukan peluncuran layanan yang siap pakai.

Pembayaran, Remitansi, dan Penyelesaian Transaksi

Meski belum ada detail produk, News1 Korea melaporkan bahwa ruang lingkup kerja sama berpotensi mencakup tiga area fungsional utama yang sangat krusial dalam ekosistem pembayaran global:

● Pembayaran Ritel: Memungkinkan konsumen menggunakan aset digital, khususnya stablecoin, untuk transaksi pembelian sehari-hari.
● Remitansi Lintas Negara: Menawarkan solusi pengiriman uang internasional yang lebih efisien dan murah.
● Layanan Settlement: Proses penyelesaian kewajiban finansial antar-partisipan dalam suatu transaksi, yang selama ini menjadi titik fokus strategi infrastruktur Visa untuk tahun 2026.

Hingga kini, Visa dan Dunamu belum mengonfirmasi jenis stablecoin yang akan digunakan, apakah model tunggal atau multi-aset. Namun, salah satu aset yang masuk dalam pertimbangan serius adalah Open Standard USD (OUSD), stablecoin berdenominasi dolar AS. Menurut The Block, kedua perusahaan tengah menggodok model bisnis yang memungkinkan OUSD atau opsi stablecoin lainnya berfungsi sebagai mekanisme settlement.

Hubungkan Stablecoin dengan Perdagangan Berbasis AI

Salah satu angle paling menarik dari kemitraan ini adalah eksplorasi konsep agentic commerce atau perdagangan berbasis agen AI. Ini merujuk pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang cerdas dan aman untuk mencari produk, memulai, dan menyelesaikan transaksi secara otonom atas nama pengguna.

Langkah ini selaras dengan fokus strategi Visa yang telah memasukkan platform Intelligent Commerce dan infrastruktur settlement berbasis stablecoin dalam peta jalan (roadmap) 2026 mereka. Jika eksplorasi ini berlanjut menjadi produk nyata, kemitraan Dunamu dan Visa akan menjadi panggung pertemuan bagi dua pilar utama strategi pembayaran masa depan, yakni integrasi agen AI dalam pengalaman belanja dan infrastruktur settlement yang memanfaatkan stablecoin untuk kecepatan dan efisiensi.

Bagi operator Upbit, kerja sama ini membuka pintu peluang yang sangat besar untuk memboyong teknologi aset digital miliknya ke dalam arus utama ekosistem pembayaran yang lebih luas. Namun, bagi konsumen dan pelaku merchant, bentuk akhir layanan ini masih sangat terbuka, tergantung pada keputusan kedua perusahaan mengenai target pasar, jenis aset digital yang dipilih, serta model bisnis yang akan diimplementasikan. (MMS)


DIGIONARY:

● Agentic Commerce: Perdagangan digital yang memanfaatkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan, memulai, dan menyelesaikan transaksi secara aman atas nama pengguna.
● AI (Artificial Intelligence): Kecerdasan buatan, bidang ilmu komputer yang bertujuan menciptakan sistem yang mampu meniru kecerdasan manusia dalam menjalankan tugas, seperti pengambilan keputusan, pengenalan bahasa, dan analisis data.
● Dunamu: Perusahaan teknologi keuangan (fintech) asal Korea Selatan yang dikenal sebagai operator Upbit, salah satu bursa kripto terbesar di negara tersebut.
● Mainstream: Arus utama, merujuk pada tren, ide, atau budaya yang diterima dan diikuti oleh mayoritas masyarakat dalam suatu waktu. Dalam konteks keuangan, ini berarti produk atau layanan yang digunakan oleh masyarakat luas.
● Merchant: Pedagang, individu atau entitas bisnis yang menjual produk atau layanan kepada konsumen.
● Open Standard USD (OUSD): Salah satu jenis stablecoin yang berdenominasi dolar AS, sering kali dirancang untuk memiliki nilai yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi keuangan.
● Remitansi: Layanan pengiriman uang lintas negara, mencakup pengiriman dana dari satu negara ke negara lain, sering kali digunakan oleh pekerja migran untuk mengirim uang ke keluarga mereka di tanah air.
● Settlement: Proses penyelesaian kewajiban antar-partisipan dalam suatu transaksi, mencakup proses perpindahan dana dan penyelesaian kewajiban finansial setelah transaksi awal disepakati.
● Stablecoin: Jenis aset digital yang nilainya dipatok pada aset lain yang dianggap stabil, seperti mata uang fiat (misalnya dolar AS) atau komoditas, dengan tujuan untuk mengurangi volatilitas harga yang umum terjadi pada mata uang kripto lainnya.
● Upbit: Salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan, dioperasikan oleh Dunamu, yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan berbagai mata uang kripto.
● Visa: Salah satu jaringan pembayaran global terbesar di dunia, menyediakan infrastruktur dan teknologi untuk pemrosesan transaksi pembayaran menggunakan kartu kredit, kartu debit, dan layanan pembayaran digital lainnya.

#Upbit #Visa #Dunamu #Stablecoin #AI #AgenticCommerce #PembayaranDigital #Remitansi #Settlement #KriptoMainstream #InovasiKeuangan #TeknologiAsetDigital #GlobalPayments #KoreaSelatanFintech #VisaStrategi #OpenStandardUSD #FinancialServices #BlockchainIntegration #FutureOfPayments #DigitalTransformation

Comments are closed.