Raksasa tekfin global Revolut resmi masuk ke arena persaingan stablecoin dengan meluncurkan EURR, token digital yang dipatok 1:1 terhadap euro. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang besar dalam efisiensi pembayaran lintas batas dan transaksi bisnis menggunakan mata uang digital. EURR awalnya akan tersedia bagi pelanggan yang memenuhi syarat di Denmark, Polandia, dan Portugal, sekaligus menjadi fondasi ambisi Revolut untuk merilis serangkaian stablecoin yang dipatok ke berbagai mata uang global lainnya di masa depan.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Revolut resmi luncurkan ‘EURR’, stablecoin pertama yang didukung euro, menargetkan efisiensi transaksi lintas batas di Eropa dan global.
■ Ekspansi ke pasar stablecoin ini menandai ambisi Revolut untuk berperan lebih besar dalam adopsi mata uang digital oleh lembaga keuangan.
■ EURR akan tersedia secara bertahap, dimulai dari Denmark, Polandia, dan Portugal sebagai langkah awal strategi mata uang digital perusahaan.
Revolut Ltd. resmi bergabung dalam hiruk pikuk perbankan global dan perusahaan pembayaran yang berlomba-lomba merilis stablecoin. Langkah ini merupakan pertaruhan besar bahwa uang digital akan memainkan peran yang semakin dominan dalam segala hal, mulai dari pembayaran lintas batas hingga transaksi bisnis skala besar.
Stablecoin tersebut dinamakan EURR, yang nilainya dipatok terhadap mata uang euro. Dalam pernyataan resminya pada hari Rabu (26/8), Revolut mengumumkan bahwa EURR awalnya akan tersedia bagi pelanggan yang memenuhi syarat di Denmark, Polandia, dan Portugal.
Perusahaan menyebut peluncuran EURR sebagai “langkah pertama” dalam strategi stablecoin yang lebih luas, yang nantinya akan mencakup token-token yang terkait dengan mata uang global lainnya.
Langkah Revolut ini menegaskan tren adopsi aset digital oleh institusi keuangan arus utama. Menurut riset terbaru, volume transaksi stablecoin global telah tumbuh signifikan, menembus angka US$ 1,5 triliun pada paruh pertama tahun 2026, didorong oleh kebutuhan akan kecepatan, transparansi, dan efisiensi biaya dalam sistem pembayaran.
Revolut, yang memiliki lebih dari 45 juta pelanggan di seluruh dunia, melihat stablecoin euro sebagai kunci untuk membuka potensi efisiensi pembayaran di dalam pasar tunggal Eropa serta menghubungkan korporasi Eropa dengan pasar global secara lebih instan.
Di tengah meningkatnya volatilitas pasar kripto, stablecoin yang nilainya dipatok pada mata uang fiat yang stabil seperti euro semakin diminati karena menawarkan kepastian nilai bagi pengguna institusional dan ritel. Peluncuran EURR ini sekaligus memposisikan Revolut bersaing langsung dengan pemain utama di arena ini, seperti Tether (EURT) dan Circle (EURC), yang sebelumnya telah menguasai pasar stablecoin euro. ■
DIGIONARY:
● Aset Digital: Representasi digital dari nilai atau hak yang dapat ditransfer dan disimpan secara elektronik, sering kali menggunakan teknologi blockchain.
● Cross-Border Payments: Pembayaran atau transfer dana yang dilakukan antar pihak yang berada di negara yang berbeda.
● EURC: Stablecoin yang didukung euro yang diterbitkan oleh Circle, salah satu penerbit stablecoin terbesar di dunia.
● EURR: Stablecoin euro yang baru saja diluncurkan oleh Revolut Ltd.
● Fiat: Mata uang yang nilainya ditetapkan oleh pemerintah dan tidak didukung oleh komoditas fisik seperti emas, misalnya euro, dolar, atau rupiah.
● Token: Unit aset digital yang mewakili nilai, hak, atau utilitas tertentu di dalam suatu jaringan blockchain.
● Stablecoin: Jenis mata uang kripto yang dirancang untuk meminimalkan volatilitas harga dengan mematok nilainya pada aset stabil, seperti mata uang fiat atau komoditas.
● Tekfin (Technology Finance): Penggunaan teknologi untuk memberikan layanan keuangan yang inovatif dan efisien.
#Revolut #Stablecoin #EURR #CryptoNews #DigitalCurrencies #FiatPegged #Fintech #GlobalPayments #CrossBorder #Euro #BlockchainTechnology #Finance #Investment #DigitalAssets #FinTechNews #TechUpdate #MainstreamAdoption #BankingRevolution #DigitalTransformation #EconomicTrends
