Perum Peruri memperkuat transformasi bisnis dari perusahaan pencetak uang dan dokumen sekuriti menjadi perusahaan teknologi high security. Perubahan tersebut ditopang pengembangan layanan digital security, e-Meterai, tanda tangan elektronik, digital identity hingga peran sebagai GovTech Indonesia melalui INA Digital. Peruri menilai kemampuan menjaga keaslian, keamanan, dan kepercayaan tetap menjadi fondasi bisnis, meski medium yang dilindungi kini bergeser dari dokumen fisik ke ekosistem digital.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Peruri memperluas bisnis dari pencetakan uang dan dokumen sekuriti ke digital security, identitas digital, e-Meterai, dan layanan pemerintahan.
■ Transformasi Peruri bertumpu pada kompetensi high security untuk menjaga autentikasi, integritas data, keaslian dokumen, dan kepercayaan digital.
■ Peran sebagai GovTech Indonesia melalui INA Digital memperluas posisi Peruri dari perusahaan sekuriti menjadi bagian dari infrastruktur digital pemerintah.
Dulu, ukuran keberhasilan Peruri mudah dikenali dari benda yang keluar dari mesin produksinya: uang rupiah, paspor, meterai, pita cukai, dan berbagai dokumen sekuriti. Kini, batas bisnis itu semakin melebar.
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri sedang membangun posisi baru sebagai perusahaan teknologi high security. Fokusnya bukan lagi semata-mata mencetak benda yang sulit dipalsukan, tetapi juga memastikan dokumen, identitas, transaksi, dan layanan digital tetap autentik serta dapat dipercaya.
Perubahan tersebut terlihat dari semakin luasnya portofolio bisnis Peruri. Perusahaan mengembangkan layanan tanda tangan elektronik, sertifikat digital, identitas digital, verifikasi dokumen, e-Meterai hingga solusi teknologi pemerintahan. Peruri juga menjalankan peran sebagai GovTech Indonesia melalui INA Digital.
Transformasi itu bukan perubahan arah yang muncul tiba-tiba. Peruri menyebut fondasinya mulai diperkuat sejak 2019 ketika perusahaan memperoleh dasar usaha untuk menjalankan jasa digital security melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2019.
Dari sinilah kemampuan yang selama puluhan tahun dibangun untuk menjaga keamanan uang dan dokumen fisik mulai diterjemahkan ke lingkungan digital.
Kepala Biro Corporate Communication & TJSL Peruri Evan Septantyo Nugroho mengatakan perubahan positioning tersebut diperlukan agar publik memahami perkembangan kapabilitas perusahaan.
“Positioning ini diperkuat untuk membangun pemahaman publik yang lebih utuh terhadap perkembangan kapabilitas dan peran Peruri sekaligus menegaskan komitmen perusahaan sebagai mitra tepercaya bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Evan dalam keterangan tertulis, Senin (10/8).
Dari Keamanan Fisik ke Keamanan Digital
Transformasi Peruri pada dasarnya tidak meninggalkan bisnis lama. Kompetensi security printing tetap menjadi salah satu fondasi perusahaan.
Peruri masih menjalankan bisnis pencetakan berbagai dokumen sekuriti, termasuk paspor, pita cukai, meterai, dokumen pertanahan dan prangko. Produk-produk tersebut menggunakan berbagai fitur keamanan seperti intaglio, tanda air, perubahan warna, pola khusus dan perforasi untuk meningkatkan kemampuan autentikasi dan mengurangi risiko pemalsuan.
Namun, ketika aktivitas ekonomi dan administrasi berpindah ke ruang digital, konsep keamanan juga ikut berubah.
Dokumen tidak lagi selalu hadir dalam bentuk kertas. Transaksi tidak selalu meninggalkan tanda tangan basah. Identitas seseorang dapat digunakan melalui perangkat digital, sementara dokumen elektronik harus dapat dibuktikan keaslian dan integritasnya.
Di titik tersebut, pengalaman Peruri dalam teknologi high security menjadi modal untuk masuk ke bisnis digital security.
Peruri saat ini menawarkan layanan seperti PERURI Sign untuk tanda tangan elektronik, PERURI Trust, PERURI Code, identitas digital serta berbagai solusi yang dirancang untuk memastikan autentikasi, integritas data, keamanan dokumen dan kemampuan verifikasi.
Dengan kata lain, objek yang diamankan berubah. Jika sebelumnya fokus utama adalah uang dan dokumen fisik, kini yang harus dilindungi juga berupa data, identitas, dokumen elektronik dan transaksi digital.
e-Meterai Jadi Salah Satu Tonggak
Salah satu contoh paling jelas dari pergeseran tersebut adalah e-Meterai.
Peruri dipercaya pemerintah sebagai pihak yang membuat dan mendistribusikan meterai elektronik berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2021. e-Meterai digunakan sebagai bentuk pelunasan bea meterai atas dokumen elektronik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Peruri pada 2026 masih memperluas penggunaan e-Meterai untuk mendukung digitalisasi administrasi. Dalam keterangan resminya pada Juni 2026, perusahaan menyebut kebutuhan terhadap dokumen elektronik yang memiliki legalitas dan keabsahan semakin meningkat seiring transformasi digital di berbagai sektor.
Perubahan tersebut penting bagi Peruri karena e-Meterai bukan sekadar versi digital dari meterai fisik.
Di balik layanan tersebut terdapat kebutuhan terhadap autentikasi, keamanan, validasi dan integritas dokumen. Faktor-faktor itulah yang selama ini menjadi bagian dari kompetensi perusahaan di bidang sekuriti.
Peruri juga mengembangkan layanan yang menggabungkan berbagai kebutuhan keamanan dokumen digital. Salah satunya adalah PERURI Shield yang mengintegrasikan layanan tanda tangan elektronik dan e-Meterai dalam satu platform.
Masuk ke Infrastruktur Pemerintahan Digital
Perubahan posisi Peruri menjadi semakin signifikan ketika pemerintah memberikan mandat yang lebih besar di bidang teknologi pemerintahan.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023, Peruri mendapat mandat sebagai penyelenggara keterpaduan ekosistem layanan digital pemerintah. GovTech Indonesia tersebut kemudian dikenal sebagai INA Digital dan diluncurkan pada 27 Mei 2024.
Peran tersebut membawa Peruri ke wilayah bisnis yang berbeda dari persepsi publik selama ini.
INA Digital dikembangkan untuk mengintegrasikan layanan digital pemerintah. Di dalamnya terdapat INApas sebagai identitas digital terpadu, INAku sebagai portal layanan publik, dan INAgov sebagai portal administrasi pemerintahan.
Posisi ini sekaligus memperlihatkan mengapa kemampuan security menjadi semakin penting.
Infrastruktur digital pemerintah tidak hanya membutuhkan aplikasi yang mudah digunakan. Sistem tersebut juga harus mampu memastikan identitas pengguna, keamanan data, integritas transaksi, serta keandalan layanan.
Karena itu, pengalaman Peruri dalam mengelola lingkungan dengan standar keamanan tinggi menjadi bagian dari alasan perusahaan dipercaya menjalankan peran tersebut.
Peruri sendiri menyebut peran sebagai GovTech Indonesia sebagai bagian dari perluasan bisnisnya ke Government Technology, di samping Banknote Printing Technology, Security Printing Technology, dan Digital Security Technology.
Transformasi Tidak Berhenti pada Produk Digital
Perubahan bisnis juga terlihat pada teknologi yang digunakan di internal perusahaan.
Dalam keterangan mengenai transformasi digitalnya, Peruri menyebut telah mengembangkan sistem ERP terintegrasi, memperkuat data center dan infrastruktur keamanan siber, serta menggunakan otomasi dan advanced analytics untuk mendukung proses produksi dan operasional.
Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan transparansi proses, pengendalian produksi, kualitas serta pemeliharaan mesin.
Artinya, transformasi Peruri berlangsung di dua sisi.
Di sisi eksternal, perusahaan membangun produk dan layanan digital untuk pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Di sisi internal, teknologi digunakan untuk mengubah proses bisnis perusahaan sendiri.
Keduanya menjadi penting karena perusahaan teknologi high security tidak cukup hanya memiliki produk digital. Infrastruktur, sumber daya manusia, tata kelola dan keamanan operasional juga harus mengikuti standar yang sama.
Reputasi Menjadi Bagian dari Bisnis
Dalam konteks tersebut, penghargaan Indonesia Public Relations Awards (Popular Companies) 2026 kategori Security Technology yang diterima Peruri menjadi bagian dari upaya perusahaan mengomunikasikan perubahan tersebut kepada publik.
Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian 7th Anniversary Indonesia Public Relations Summit 2026 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta.
Namun, tantangan Peruri bukan hanya memperkenalkan produk baru.
Perusahaan juga harus menjelaskan kepada publik mengapa perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pencetak uang kini berbicara tentang digital identity, tanda tangan elektronik, keamanan data, e-Meterai dan teknologi pemerintahan.
Evan mengatakan komunikasi korporat menjadi bagian dari strategi tersebut.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh Insan Peruri yang telah berkontribusi dalam menjaga reputasi perusahaan. Bagi Peruri, komunikasi korporat merupakan bagian strategis dalam membangun pemahaman, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta memastikan setiap langkah transformasi perusahaan dapat tersampaikan secara relevan dan memberikan nilai,” ujar Evan.
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang security, reputasi bukan sekadar persoalan komunikasi.
Kepercayaan merupakan bagian dari produk itu sendiri.
Ketika sebuah perusahaan menyediakan tanda tangan elektronik, identitas digital, dokumen elektronik atau layanan pemerintah, pengguna harus percaya bahwa sistem tersebut mampu menjaga data, membuktikan keaslian dan mencegah manipulasi.
Karena itu, keberhasilan transformasi Peruri pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak produk digital yang berhasil diluncurkan. Ukurannya juga terletak pada seberapa kuat perusahaan membangun kepercayaan terhadap layanan tersebut.
Dari Mesin Cetak ke Infrastruktur Kepercayaan
Peruri kini berada pada fase bisnis yang berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu.
Perusahaan tetap memiliki mandat dan kompetensi di bidang pencetakan uang serta dokumen sekuriti. Namun, perkembangan ekonomi digital membuat kebutuhan terhadap teknologi keamanan semakin luas.
Keamanan tidak lagi hanya berarti membuat uang sulit dipalsukan.
Keamanan juga berarti memastikan seseorang benar-benar merupakan pemilik identitasnya, dokumen elektronik tidak dimanipulasi, tanda tangan dapat diverifikasi, transaksi memiliki jejak yang dapat dipercaya, dan layanan digital pemerintah dapat digunakan secara aman.
Peruri telah menempatkan digital security dan Government Technology sebagai dua pilar bisnis di luar bisnis banknote dan security printing. Perusahaan juga menyatakan pengalaman lebih dari setengah abad dalam teknologi high security menjadi fondasi transformasi tersebut.
Dengan demikian, transformasi Peruri lebih tepat dilihat bukan sebagai perpindahan dari bisnis cetak ke bisnis digital semata.
Yang berubah adalah medium dan objek yang diamankan.
Dari uang kertas menuju dokumen elektronik. Dari fitur anti-pemalsuan fisik menuju autentikasi digital. Dari percetakan sekuriti menuju identitas dan transaksi digital. Dan dari menjaga keamanan dokumen negara menuju bagian dari infrastruktur layanan digital pemerintah.
Di tengah percepatan digitalisasi, kompetensi yang paling bernilai bukan hanya kemampuan menciptakan teknologi, tetapi kemampuan memastikan teknologi tersebut dapat dipercaya.
Di situlah Peruri sedang menempatkan bisnis barunya. (NCK) ■
DIGIONARY:
● Advanced Analytics — Penggunaan teknik analisis data tingkat lanjut untuk menemukan pola, membuat prediksi, dan mendukung pengambilan keputusan.
● Digital Identity — Identitas seseorang dalam bentuk digital yang digunakan untuk proses autentikasi ketika mengakses layanan elektronik.
● Digital Security — Teknologi dan sistem yang digunakan untuk melindungi data, identitas, dokumen, transaksi, serta sistem digital dari ancaman keamanan.
● Digital Signature — Tanda tangan dalam bentuk elektronik yang digunakan untuk mengautentikasi pihak yang menandatangani dan memastikan integritas dokumen.
● e-Meterai — Meterai dalam bentuk elektronik yang digunakan sebagai bukti pelunasan bea meterai atas dokumen elektronik sesuai ketentuan yang berlaku.
● ERP — Enterprise Resource Planning, sistem terintegrasi yang digunakan perusahaan untuk mengelola berbagai proses bisnis seperti keuangan, produksi, pengadaan, dan sumber daya.
● GovTech — Government Technology, pemanfaatan teknologi untuk menyediakan dan mengintegrasikan layanan pemerintahan secara digital.
● High Security — Teknologi dan sistem keamanan dengan tingkat perlindungan tinggi untuk mencegah pemalsuan, manipulasi, penyalahgunaan, atau akses tanpa izin.
● INA Digital — GovTech Indonesia yang merupakan bagian dari Peruri dan berperan dalam penyelenggaraan keterpaduan ekosistem layanan digital pemerintah.
● INAgov — Platform digital yang dikembangkan dalam ekosistem INA Digital untuk mendukung layanan administrasi pemerintahan bagi aparatur negara.
● INAku — Portal layanan publik dalam ekosistem INA Digital yang dirancang untuk memberikan akses terhadap berbagai layanan digital pemerintah.
● INApas — Identitas digital terpadu dalam ekosistem INA Digital yang digunakan untuk mengakses berbagai layanan digital pemerintah.
● Security Printing — Teknologi pencetakan dokumen dengan fitur keamanan khusus untuk mencegah pemalsuan dan memudahkan autentikasi.
● SPBE — Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan publik.
● Tanda Tangan Elektronik — Tanda tangan yang dibuat atau dilekatkan secara elektronik untuk mengautentikasi pihak yang menandatangani dokumen elektronik.
#Peruri #PERURI #TeknologiSekuriti #SecurityTechnology #DigitalSecurity #TransformasiDigital #DigitalTransformation #eMeterai #MeteraiElektronik #DigitalIdentity #TandaTanganElektronik #GovTech #INADigital #INAku #INAgov #INApas #SPBE #KeamananDigital #BUMN #TeknologiIndonesia
