CIMB Niaga Perluas Ekosistem Investasi, Targetkan 1 Juta Nasabah lewat Ajaib

- 9 Agustus 2026 - 12:25

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) menggandeng Ajaib Group untuk memperluas akses investasi sekaligus memperkuat ekosistem wealth management digital. Kolaborasi ini menargetkan jangkauan hingga 1 juta nasabah pada 2027, dengan integrasi akses saham, Rekening Dana Nasabah (RDN), dan pemantauan portofolio Ajaib melalui aplikasi OCTO. Langkah ini dilakukan ketika jumlah investor pasar modal Indonesia terus meningkat dan layanan digital semakin menjadi kanal utama transaksi perbankan.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ CIMB Niaga dan Ajaib menargetkan 1 juta nasabah hingga 2027 melalui integrasi layanan perbankan, investasi saham, dan wealth management.

■ Nasabah dapat membuka akun Ajaib dan RDN CIMB Niaga melalui OCTO serta memantau portofolio investasi dalam satu ekosistem digital.

■ Kolaborasi memperkuat strategi CIMB Niaga mengembangkan fee-based income dan layanan wealth management di tengah pertumbuhan investor pasar modal.


Persaingan perbankan digital kini tidak lagi hanya berkutat pada transfer, pembayaran, atau pembukaan rekening. Perbankan mulai bergerak lebih jauh: menjadi pintu masuk nasabah ke berbagai instrumen investasi.

Arah tersebut terlihat dari langkah PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) menggandeng Ajaib Group. Kedua perusahaan mengintegrasikan layanan perbankan dan investasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap saham sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan kekayaan secara digital.

Melalui kemitraan tersebut, CIMB Niaga menargetkan dapat menjangkau 1 juta orang hingga 2027. Sasaran itu tidak hanya berasal dari nasabah yang sudah menggunakan layanan CIMB Niaga atau Ajaib, tetapi juga masyarakat yang belum menjadi nasabah kedua perusahaan.

Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan membuka jangkauan yang lebih luas.

“Jadi sampai 2027 harapannya kita ingin bisa menjangkau ke 1 juta orang dari kerja sama ini,” kata Dede, sapaan akrabnya, usai menghadiri peluncuran kerja sama CIMB Niaga dan Ajaib di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).

Menurut dia, target tersebut tidak hanya berasal dari basis nasabah masing-masing perusahaan.

“Kita ingin bisa menjangkau ke 1 juta orang dari kerja sama ini baik dari nasabah CIMB Niaga ataupun Ajaib ataupun memang yang sama-sama kita garap bersama yang selama ini belum jadi nasabah,” ungkapnya.

Bank Masuk Lebih Dalam ke Investasi

Kerja sama CIMB Niaga dan Ajaib datang ketika batas antara layanan perbankan, investasi digital, dan wealth management semakin tipis.

Bagi bank, investasi merupakan salah satu area yang berpotensi memperluas hubungan dengan nasabah sekaligus menciptakan sumber pendapatan berbasis komisi atau fee-based income. Sementara bagi platform investasi, integrasi dengan bank dapat memperluas akses terhadap layanan keuangan sehari-hari dan meningkatkan kedalaman hubungan dengan pengguna.

CIMB Niaga menyebut kemitraan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai The Wealth Bank of Choice. Bank ingin menyediakan layanan keuangan yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan nasabah berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial mereka.

“Sebagai one-stop financial solution, kami terus melengkapi ekosistem layanan keuangan, termasuk investasi saham yang nantinya melalui kemitraan ini bisa diakses dengan semakin mudah dan seamless oleh jutaan pengguna OCTO,” tutur Dede dalam sambutannya.

Melalui kerja sama tersebut, nasabah CIMB Niaga dapat mengakses investasi saham melalui Ajaib. Pembukaan akun Ajaib dan Rekening Dana Nasabah (RDN) CIMB Niaga juga dirancang agar dapat dilakukan secara lebih seamless melalui OCTO.

Nasabah juga dapat melihat portofolio saham yang dimiliki di Ajaib melalui OCTO. Dengan demikian, aktivitas perbankan dan investasi tidak lagi sepenuhnya berjalan dalam aplikasi yang terpisah.

Bagi nasabah tertentu yang memenuhi kriteria, tersedia pula program apresiasi berupa cashback saham BNGA.

Di sisi lain, pengguna Ajaib memperoleh akses terhadap berbagai solusi perbankan CIMB Niaga yang dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari maupun mendukung aktivitas investasi.

Bagi nasabah Ajaib Prime, kerja sama ini juga membuka peluang memperoleh akses terhadap layanan wealth management dan sejumlah privilege dari CIMB Preferred.

Sejalan dengan Pertumbuhan Investor Pasar Modal

Ekspansi tersebut berlangsung ketika basis investor pasar modal Indonesia terus bertambah.

Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan jumlah investor pasar modal mencapai 24,74 juta Single Investor Identification (SID) pada kuartal I 2026. Jumlah tersebut tumbuh 21,51% secara year-to-date. Pada periode yang sama, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp59,35 triliun hingga 5 Mei 2026, terutama berasal dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya basis masyarakat yang sudah memiliki akses ke pasar modal. Tantangannya kemudian bergeser dari sekadar membuka akses investasi menjadi bagaimana membuat pengalaman investasi lebih sederhana dan terhubung dengan kebutuhan finansial sehari-hari.

Di titik inilah integrasi bank dan platform investasi menjadi penting.

Co-Founder dan Chief Executive Officer Ajaib Anderson Sumarli mengatakan kemitraan dengan CIMB Niaga merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong masyarakat membangun kebiasaan investasi jangka panjang.

“Melalui kolaborasi dengan CIMB Niaga, kami ingin menghadirkan pengalaman finansial yang lebih sederhana dan saling terhubung sehingga masyarakat dapat lebih fokus mencapai tujuan finansial jangka panjangnya,” ungkap Anderson.

Ajaib sendiri menyebut telah dipercaya oleh lebih dari 5 juta pengguna pada layanan investasinya.

OCTO Menjadi Pusat Ekosistem

Bagi CIMB Niaga, integrasi dengan Ajaib sekaligus memperluas fungsi OCTO sebagai ekosistem layanan keuangan, bukan hanya aplikasi transaksi perbankan.

Sebelum menggandeng Ajaib, OCTO telah menyediakan berbagai instrumen investasi, antara lain reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN) ritel, obligasi sekunder, serta jual beli emas.

Pada kuartal I 2026, CIMB Niaga mencatat 90,6% transaksi keuangan nasabah dilakukan melalui kanal branchless banking, termasuk OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Transaksi keuangan melalui aplikasi OCTO sendiri meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut memberikan konteks penting terhadap strategi integrasi investasi ke dalam OCTO. Ketika sebagian besar transaksi sudah berpindah ke kanal digital, bank memiliki peluang untuk membawa lebih banyak aktivitas finansial nasabah ke dalam ekosistem yang sama.

CIMB Niaga juga memiliki alasan bisnis untuk memperluas layanan tersebut.

Pada kuartal I 2026, bank mencatat laba sebelum pajak konsolidasian Rp2,3 triliun. Total kredit dan pembiayaan tumbuh 2,2% secara tahunan menjadi Rp235,1 triliun, sedangkan dana murah atau CASA meningkat 12,2% menjadi Rp192,3 triliun. Bisnis wealth management juga disebut terus menunjukkan kinerja positif, antara lain melalui peningkatan rata-rata assets under management per nasabah.

Dengan kondisi tersebut, investasi menjadi salah satu area yang dapat memperdalam hubungan bank dengan nasabah sekaligus memperbesar peluang pendapatan nonbunga.

Strategi itu juga sejalan dengan fokus CIMB Niaga terhadap pertumbuhan fee-based income. Dalam laporan kuartal I 2026, manajemen menyatakan akan terus memprioritaskan pertumbuhan pendapatan berbasis biaya untuk memperkuat pendapatan inti.

Bukan Sekadar Akuisisi Nasabah

Target 1 juta orang hingga 2027 membuat kerja sama CIMB Niaga dan Ajaib tidak sekadar menjadi integrasi fitur.

Jika terealisasi, kolaborasi tersebut dapat memperluas basis pengguna kedua perusahaan sekaligus mempertemukan dua kebutuhan yang sebelumnya lebih sering berjalan sendiri-sendiri: kebutuhan transaksi perbankan dan kebutuhan investasi.

Bagi CIMB Niaga, keberhasilan kerja sama akan sangat bergantung pada kemampuan mengubah pengguna menjadi nasabah aktif, bukan sekadar pengguna yang membuka rekening atau akun investasi.

Sementara bagi Ajaib, integrasi dengan bank memberikan akses terhadap ekosistem finansial yang lebih luas. Pengguna tidak hanya membeli saham, tetapi juga dapat mengelola kebutuhan perbankan dalam ekosistem yang saling terhubung.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang masuk ke pasar modal, kompetisi berikutnya bukan hanya soal siapa yang memiliki jumlah pengguna terbesar. Persaingan akan bergeser pada siapa yang mampu membuat nasabah bertahan, meningkatkan nilai aset yang dikelola, dan menggunakan lebih banyak layanan dalam satu ekosistem.

Kerja sama CIMB Niaga dan Ajaib memperlihatkan arah tersebut: bank dan perusahaan investasi mulai berlomba membangun hubungan finansial yang lebih lengkap dalam satu perjalanan nasabah. (NCK)


DIGIONARY:

● Ajaib — Platform investasi digital Indonesia yang menyediakan akses terhadap berbagai produk investasi, termasuk saham.
● Assets Under Management (AUM) — Total nilai aset nasabah yang dikelola oleh institusi atau penyedia layanan investasi.
● Branchless Banking — Layanan perbankan yang memungkinkan nasabah bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.
● CASA — Current Account Savings Account, dana pihak ketiga yang berasal dari giro dan tabungan.
● Fee-Based Income — Pendapatan bank yang berasal dari biaya atau komisi layanan, bukan dari margin bunga.
● OCTO — Ekosistem layanan digital CIMB Niaga untuk berbagai kebutuhan perbankan dan finansial.
● One-Stop Financial Solution — Konsep layanan yang menggabungkan berbagai kebutuhan finansial dalam satu ekosistem.
● Portfolio — Kumpulan aset atau instrumen investasi yang dimiliki seorang investor.
● Rekening Dana Nasabah (RDN) — Rekening yang digunakan untuk menampung dana investor dalam transaksi pasar modal.
● Single Investor Identification (SID) — Identitas tunggal yang digunakan untuk mengidentifikasi investor di pasar modal Indonesia.
● Wealth Management — Layanan pengelolaan kekayaan yang mencakup investasi, perencanaan keuangan, dan pengelolaan aset nasabah.

#CIMBNiaga #Ajaib #BankCIMBNiaga #BNGA #Investasi #InvestasiSaham #PasarModal #WealthManagement #BankDigital #DigitalBanking #OCTO #RDN #Fintech #Finansial #Perbankan #SahamIndonesia #InvestorIndonesia #EkonomiDigital #FinancialTechnology #DigitalInvestment

Comments are closed.