BTN Bidik Peran Lebih Besar di Maluku Utara, Dari Digitalisasi hingga Bangun Rumah Layak Huni

- 29 Juli 2026 - 12:05

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat komitmennya mendukung pembangunan Maluku Utara yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, BTN siap memperluas layanan keuangan, mendorong digitalisasi pelayanan publik, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan sosial melalui penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ BTN menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis Pemprov Maluku Utara dalam mendukung digitalisasi layanan publik, penguatan ekonomi daerah, dan inklusi keuangan.
■ Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 19,64% pada Triwulan I 2026 setelah mencatat rekor nasional 34,17% sepanjang 2025 berkat hilirisasi industri dan investasi.
■ BTN menyerahkan bantuan pembangunan 32 rumah layak huni sebagai bagian dari program TJSL untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Halmahera Barat.


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas komitmennya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendukung percepatan pembangunan daerah yang kini menjelma sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Komitmen tersebut mencakup penguatan layanan perbankan, digitalisasi layanan publik, hingga dukungan terhadap program kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat melakukan kunjungan kerja ke Maluku Utara, Selasa (28/7). Rombongan BTN diterima langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.

Menurut Nixon, transformasi ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kisah pertumbuhan paling menonjol di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi provinsi tersebut tumbuh 19,64% secara tahunan pada Triwulan I 2026, jauh melampaui rata-rata nasional. Pertumbuhan itu ditopang oleh lonjakan sektor industri pengolahan sebesar 37,09% dan peningkatan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 17,57%.

Kinerja tersebut melanjutkan capaian sepanjang 2025 ketika Maluku Utara membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 34,17%, tertinggi di Indonesia. Pada tahun yang sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp133,6 triliun dengan PDRB per kapita sekitar Rp97 juta.

BTN menyerahkan bantuan pembangunan 32 rumah layak huni sebagai bagian dari program TJSL untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Halmahera Barat. (FOTO: Dok. BTN)

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi hilirisasi nikel, aktivitas pertambangan emas dan tembaga, sektor perikanan, perkebunan rempah, pariwisata bahari, hingga pengembangan energi terbarukan yang menjadikan Maluku Utara sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Maluku Utara adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I Tahun 2026 yang mencapai 19,64% (yoy) serta rekor pertumbuhan tertinggi di Indonesia pada tahun 2025 sebesar 34,17% membuktikan bahwa daerah ini memiliki potensi luar biasa melalui hilirisasi industri, pertambangan, perikanan, hingga pariwisata,” ujar Nixon.

Melihat laju pertumbuhan tersebut, BTN menilai kebutuhan pemerintah daerah maupun masyarakat terhadap layanan keuangan juga semakin berkembang. Perseroan tidak hanya ingin berperan sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendukung digitalisasi transaksi pemerintah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah.

Dalam kesempatan itu, Nixon juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah menempatkan dana di BTN. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas kolaborasi pada berbagai program pembangunan di masa mendatang.

Sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BTN menyerahkan bantuan pembangunan 32 unit rumah layak huni di kawasan Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat fondasi sosial di daerah.

BTN memandang rumah tidak sekadar aset fisik, melainkan ruang yang menjadi tempat tumbuhnya keluarga, pendidikan pertama bagi anak, serta fondasi lahirnya generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan apresiasi atas kontribusi BTN melalui program TJSL tersebut. Menurutnya, rumah yang aman dan layak menjadi elemen mendasar dalam membangun keluarga yang sehat dan masyarakat yang produktif.

“Agar anak-anak dapat hidup di ruang hidup yang aman, damai, tumbuh dengan pendidikan yang baik, serta membentuk generasi masa depan yang unggul. Keluarga yang sehat, sejahtera, kuat, dan bermartabat akan membentuk desa yang kuat, kecamatan yang kuat, provinsi yang kuat, hingga negara yang kuat,” ujar Sherly.

Ia menambahkan, rumah merupakan tempat pertama pembentukan karakter, nilai kehidupan, serta pendidikan bagi setiap anak.

“Semua harmonisasi, pembangunan awal, pendidikan pertama, tata krama, dan seluruh nilai kehidupan ditanamkan dari rumah. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur Utama BTN dan jajaran atas bantuan TJSL tersebut,” ungkapnya.

Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap pembiayaan, layanan transaksi digital, serta dukungan sektor perbankan untuk menopang investasi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. ●


DIGI-INSIGHTS:

Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang jauh melampaui rata-rata nasional mengubah peta ekonomi Indonesia. Jika sebelumnya pusat pertumbuhan didominasi Pulau Jawa, kini kawasan timur mulai menjadi magnet investasi berkat hilirisasi sumber daya alam. Kondisi ini membuka peluang lebih besar bagi industri perbankan untuk memperluas pembiayaan, layanan transaksi digital, hingga pengelolaan kas pemerintah daerah.

Bagi BTN, momentum ini menjadi peluang untuk memperluas perannya dari bank spesialis pembiayaan perumahan menjadi mitra pembangunan daerah. Seiring meningkatnya investasi dan urbanisasi di Maluku Utara, kebutuhan akan pembiayaan perumahan, layanan perbankan digital, serta pengelolaan keuangan pemerintah diperkirakan akan tumbuh signifikan. Sinergi dengan pemerintah daerah dapat menjadi pintu masuk bagi BTN untuk memperkuat pangsa pasar di wilayah Indonesia Timur.

Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi mampu memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat. Perbankan memiliki peran penting dalam menjaga agar pertumbuhan investasi juga diikuti peningkatan akses pembiayaan UMKM, pembangunan hunian layak, serta inklusi keuangan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka PDRB, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. ●


DIGIONARY:

● Hilirisasi: Proses meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan sebelum dipasarkan atau diekspor.
● PDRB (Produk Domestik Regional Bruto): Nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu daerah dalam periode tertentu.
● PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto): Komponen investasi yang mencerminkan penambahan aset tetap seperti bangunan, mesin, dan infrastruktur.
● TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan): Program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pembangunan masyarakat dan lingkungan.
● Year-on-Year (YoY): Metode perbandingan kinerja dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

#BTN #BankBTN #MalukuUtara #EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomi #Hilirisasi #Investasi #Perbankan #Digitalisasi #TJSL #RumahLayakHuni #PembangunanDaerah #BPS #UMKM #Keuangan #InklusiKeuangan #IndonesiaTimur #NixonNapitupulu #SherlyTjoanda #Bisnis

Comments are closed.