DBS Foundation memperkuat ekosistem wirausaha sosial di Indonesia melalui hibah BFI Grant Program 2026, memberdayakan inovasi teknologi healthtech DoctorTool dan platform inklusi disabilitas KONEKIN untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
DIGI-INSIGHTS:
■ Hibah Strategis: DBS Foundation menawarkan dukungan dana hingga SGD 250.000 bagi wirausaha sosial dengan model bisnis berkelanjutan dan dampak terukur.
■ Transformasi Digital: Dukungan bagi DoctorTool mengoptimalkan fitur AI-based clinical decision support untuk meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia.
■ Inklusi Disabilitas: KONEKIN memanfaatkan dukungan untuk memperluas akses kerja bagi 17 juta penyandang disabilitas usia kerja melalui platform berbasis AI.
Mengubah tantangan sosial menjadi peluang bisnis berkelanjutan bukan lagi sekadar impian. DBS Foundation kembali menegaskan komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi yang inklusif melalui Business for Impact (BFI) Grant Program 2026. Dengan dukungan dana hibah hingga SGD 250.000 per penerima, DBS Foundation menyasar wirausaha sosial seperti DoctorTool yang fokus pada inovasi healthtech berbasis AI, serta KONEKIN yang mendedikasikan diri pada kesetaraan akses kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Akselerasi Teknologi Kesehatan
DoctorTool, sebagai pionir penyedia solusi kesehatan digital, mendapatkan dorongan signifikan dari DBS Foundation. Melalui dukungan ini, DoctorTool memperkuat pengembangan AI, infrastruktur teknologi, serta meningkatkan kapasitas tim engineering. Fokus utamanya adalah menyempurnakan fitur clinical decision support, yang diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam memberikan diagnosis lebih cepat dan akurat.
Mewujudkan Inklusivitas Tenaga Kerja
Sementara itu, kisah KONEKIN bermula dari janji personal Marthella Sirait, CEO KONEKIN Indonesia, saat mengajar di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pertemuan dengan tiga murid penyandang disabilitas yang minim akses pendidikan memicu dedikasinya.
“Saya punya janji pribadi. Kalau saya tidak bisa menyelesaikan semua masalah pendidikan di Indonesia, setidaknya saya ingin membantu tiga murid saya ini agar percaya bahwa mereka tetap bisa sekolah, bekerja, dan punya masa depan,” kata Marthella.
KONEKIN kini telah bertransformasi menjadi platform inklusi yang menjembatani penyandang disabilitas dengan dunia kerja. Dengan dukungan DBS Foundation, KONEKIN mengembangkan platform AI untuk pembuatan CV yang ATS-friendly, sistem verifikasi kandidat, hingga Bersiap Academy untuk kesiapan kerja. Kolaborasi ini juga mencakup program disability awareness di kawasan industri seperti Karawang, dengan target peserta pelatihan yang meningkat drastis dari 150 menjadi 500 orang.
“Kami ingin membuat akses pekerjaan menjadi lebih adil dan bisa dijangkau oleh 17 juta penyandang disabilitas usia kerja di Indonesia,” ujar Marthella.
DBS Foundation: Bisnis sebagai Kekuatan Perubahan
Dukungan ini mencerminkan filosofi DBS Foundation bahwa dampak positif melampaui sekadar fungsi perbankan. Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation, menegaskan bahwa bisnis yang berani berpikir inovatif adalah kunci untuk menyelesaikan tantangan sosial yang kompleks.
“Di tengah berbagai tantangan yang ada, masih banyak pemimpin wirausaha sosial yang terus bergerak menciptakan perubahan. Kami ingin semakin banyak orang mengetahui bahwa kebaikan itu nyata dan bisa memberikan dampak besar sekaligus menghadirkan solusi berkelanjutan atas berbagai tantangan sosial,” tutur Mona.
Bagi para wirausaha sosial yang memiliki model bisnis berkelanjutan dengan rekam jejak dampak sosial terukur, DBS Foundation membuka pendaftaran hingga 13 Juli 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi go.dbs.com/Grant2026. (NCK) ●
DIGI-INSIGHTS:
DBS Foundation telah menggeser paradigma filantropi perbankan dari sekadar donasi konvensional menjadi model venture philanthropy yang strategis. Dengan menyediakan dana hibah hingga SGD 250.000, DBS tidak hanya memberikan suntikan modal, tetapi juga menjadi akselerator bagi model bisnis yang memecahkan masalah sosial kronis—seperti kesenjangan akses kesehatan dan marjinalisasi tenaga kerja disabilitas. Peran strategis ini menunjukkan bahwa bank memiliki kapasitas unik untuk menyuntikkan keberlanjutan ke dalam ekosistem social enterprise yang sering kali kesulitan mendapatkan pendanaan dari institusi komersial tradisional karena profil risiko atau metrik keberhasilan mereka yang berbeda.
Dalam kasus DoctorTool dan KONEKIN, DBS Foundation berperan sebagai katalisator yang memvalidasi efektivitas teknologi sebagai solusi atas tantangan kemanusiaan. Dukungan pada DoctorTool untuk pengembangan AI menunjukkan pemahaman mendalam bahwa masa depan kesehatan Indonesia bergantung pada digitalisasi infrastruktur klinis. Sementara itu, keterlibatan dengan KONEKIN membuktikan bahwa DBS memprioritaskan isu inklusi sebagai salah satu agenda utama. Dengan menggabungkan dukungan finansial dan jejaring, DBS membantu wirausaha sosial untuk melakukan scaling up—sebuah tahapan krusial di mana banyak bisnis sosial sering kali gagal mencapai titik impas operasional tanpa sokongan mitra strategis.
Lebih jauh, DBS Foundation memberikan sinyal kepada industri finansial bahwa pemberdayaan wirausaha sosial adalah bagian dari strategi manajemen risiko jangka panjang dan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang solid. Dengan mendorong bisnis yang berkelanjutan secara model ekonomi sekaligus berdampak sosial, DBS menciptakan nilai tambah bagi ekosistem yang lebih luas. Program hibah BFI yang berlanjut hingga 2026 ini bukan sekadar upaya branding, melainkan investasi nyata dalam membangun infrastruktur sosial yang lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan zaman, menjadikan DBS sebagai penggerak utama dalam ekonomi yang berorientasi pada kemanfaatan bagi khalayak ramai. ●
DIGIONARY:
● ATS-friendly: Format dokumen lamaran kerja yang dirancang agar mudah dibaca dan diproses oleh perangkat lunak Applicant Tracking System.
● Clinical Decision Support: Sistem informasi kesehatan yang dirancang untuk membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis.
● Social Enterprise: Organisasi yang menggunakan prinsip bisnis untuk menyelesaikan masalah sosial atau lingkungan.
● Wirausaha Sosial: Pelaku usaha yang mengedepankan misi sosial di atas profitabilitas.
#DBSFoundation #BusinessForImpact #WirausahaSosial #DBSIndonesia #KONEKIN #DoctorTool #InklusiDisabilitas #HealthTech #SocialImpact #HibahBisnis #EkonomiInklusif #SustainableBusiness #SocialEntrepreneurship #DampakSosial #KesetaraanKerja #InovasiAI #BisnisBerkelanjutan #CSRIndonesia #DBSGrant #PemberdayaanSosial
