PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) kembali merombak struktur kepemimpinannya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), bank yang merupakan bagian dari grup keuangan Korea Selatan KB Financial Group ini menunjuk dua direktur baru serta mengganti wakil komisaris utama. Langkah ini bukan sekadar perubahan manajemen, tetapi bagian dari upaya mempercepat transformasi bisnis setelah bank tersebut berhasil membalikkan kondisi keuangan dari kerugian besar menjadi laba. Pergantian pengurus juga diharapkan memperkuat manajemen risiko, transformasi digital, serta sinergi global dengan induk usaha di Korea Selatan.
Fokus:
■ KB Bank merombak struktur kepemimpinan dengan menunjuk dua direktur baru dan wakil komisaris utama baru.
■ Penguatan manajemen risiko dan transformasi digital menjadi prioritas utama strategi bisnis bank.
■ Perubahan ini dilakukan setelah KB Bank berhasil membalikkan kinerja dari rugi Rp 2,73 triliun menjadi laba Rp 265 miliar.
Di tengah kompetisi industri perbankan yang semakin ketat, perubahan kepemimpinan sering menjadi sinyal penting arah baru sebuah bank. Hal itu pula yang dilakukan PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3/2026), bank yang terafiliasi dengan raksasa keuangan Korea Selatan KB Financial Group ini memutuskan melakukan restrukturisasi jajaran komisaris dan direksi.
Keputusan tersebut bukan sekadar pergantian kursi manajemen. Di baliknya tersimpan agenda yang lebih besar: mempercepat transformasi bisnis, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan disiplin manajemen risiko setelah bank ini berhasil membalikkan kinerja keuangan dari kerugian besar menjadi laba.
Perubahan di Jajaran Komisaris
Salah satu agenda penting RUPSLB adalah menerima pengunduran diri Seng Hyup Shin dari jabatan Wakil Komisaris Utama. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan selama masa jabatannya dalam mendukung proses transformasi KB Bank.
Sebagai penggantinya, pemegang saham menunjuk Tae Doo Kwon sebagai Wakil Komisaris Utama. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang dalam perbankan global dan saat ini menjabat sebagai Head of Global Growth Support Division di KB Kookmin Bank, salah satu bank terbesar di Korea Selatan.
Sebelumnya, Tae Doo Kwon juga pernah menjabat sebagai: Managing Director of Global Business Group, dan General Manager of Global Planning Department di KB Kookmin Bank. Pengalaman tersebut dinilai akan memperkuat arah strategis KB Bank, terutama dalam memaksimalkan sinergi global dengan jaringan KB Financial Group (KBFG).
Dua Direktur Baru untuk Risiko dan Teknologi
Selain perubahan di tingkat komisaris, RUPSLB juga menyetujui penunjukan dua anggota direksi baru:
- Ju Hwan Yi: Ia memiliki latar belakang kuat dalam manajemen risiko. Sebelumnya ia menjabat sebagai Executive Vice President & Chief Risk Officer di KB Prasac Bank Cambodia. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pengelolaan risiko serta meningkatkan kualitas aset bank.
- Yungki PrabowoIa: dikenal sebagai eksekutif teknologi dengan pengalaman panjang di industri perbankan internasional. Sebelumnya Yungki menjabat sebagai Technology and Operation Director serta Chief Technology Officer di Bank ANZ Indonesia. Pengangkatan Yungki dinilai penting untuk mempercepat transformasi digital serta memperkuat sistem operasional bank.
Strategi Transformasi Berkelanjutan
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menegaskan bahwa perubahan manajemen ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Ia mengatakan perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan transformasi digital secara berkelanjutan.
Menurut Kunardy, kombinasi pengalaman global dari eksekutif internasional serta kapabilitas lokal menjadi modal penting bagi KB Bank untuk melanjutkan momentum transformasi. “Dengan kombinasi pengalaman global dan kapabilitas lokal yang kuat, kami optimistis KB Bank dapat melanjutkan momentum transformasi dan memperkuat pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan,” katanya.
Struktur Kepemimpinan Baru KB Bank
Setelah keputusan RUPSLB, susunan Dewan Komisaris KB Bank terdiri dari:
■ Komisaris Utama: Jerry Marmen
■ Wakil Komisaris Utama: Tae Doo Kwon
■ Komisaris Independen: Stephen Liestyo, Hae Wang Lee
Sementara susunan Direksi sebagai berikut:
■ Direktur Utama: Kunardy Darma Lie
■ Direktur: Robby Mondong, Dodi Widjajanto, Henry Sawali, Jung Ho Han, Jang Hyuk Im, Widodo Suryadi, Ju Hwan Yi, Yungki Prabowo.
Pengangkatan Tae Doo Kwon, Ju Hwan Yi, dan Yungki Prabowo akan efektif setelah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Kinerja Keuangan Mulai Pulih
Perubahan kepemimpinan ini terjadi ketika KB Bank mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan kinerja. Pada kuartal III 2025, bank tersebut mencatat laba bersih non-konsolidasi sebesar Rp 265 miliar, berbalik dari kerugian Rp 2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit.
Hingga akhir September 2025 total kredit mencapai Rp 44,32 triliun naik 10,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp39,99 triliun. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan yang solid. DPK meningkat 14,48 % secara tahunan, dengan pertumbuhan signifikan pada dana murah CASA yang melonjak 38,02 % YoY.
Tantangan di Tengah Persaingan Industri
Transformasi yang dilakukan KB Bank terjadi di tengah perubahan besar industri perbankan Indonesia. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, total aset industri perbankan nasional telah melampaui Rp 12.000 triliun pada 2025, dengan persaingan semakin ketat dari bank digital dan fintech.
Dalam konteks ini, bank-bank menengah seperti KB Bank menghadapi dua tantangan utama yaknj memperbaiki kualitas aset dan mempercepat digitalisasi layanan.
Karena itu, penguatan manajemen risiko serta investasi pada teknologi menjadi strategi penting untuk menjaga daya saing.
Digionary:
● CASA (Current Account Saving Account)
Dana murah yang berasal dari tabungan dan giro nasabah.
● Dana Pihak Ketiga (DPK)
Dana yang dihimpun bank dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito.
● Fit and Proper Test
Proses penilaian kelayakan dan kepatutan oleh regulator terhadap calon pengurus lembaga keuangan.
● KB Financial Group (KBFG)
Grup keuangan besar asal Korea Selatan yang menjadi pemegang saham utama KB Bank Indonesia.
● Manajemen Risiko
Proses identifikasi, pengukuran, dan pengendalian risiko dalam operasional bisnis bank.
● RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa)
Rapat pemegang saham yang digelar di luar agenda tahunan untuk mengambil keputusan strategis perusahaan.
● Transformasi Digital Perbankan
Proses modernisasi layanan bank melalui teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman nasabah.
#KBBank #BBKP #PerbankanIndonesia #TransformasiPerbankan #DigitalBanking #IndustriKeuangan #ManajemenRisiko #RUPSLB #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #TransformasiDigital #KBFinancialGroup #PerbankanNasional #KinerjaBank #StrategiPerbankan #BankingIndustry #FinansialIndonesia #CorporateGovernance #BankTransformation #FinancialIndustry
