Modernisasi Pasar Modal, CIMB Uji Coba Tokenisasi Sukuk dan Deposit di Bawah Pengawasan BNM

- 14 Februari 2026 - 11:00

Langkah digitalisasi sektor keuangan Malaysia memasuki babak baru setelah CIMB mendapatkan restu dari Bank Negara Malaysia (BNM) untuk menguji coba tokenisasi sukuk dan simpanan (deposit). Melalui unit Digital Asset Innovation Hub, raksasa perbankan ini akan mengevaluasi efisiensi proses penerbitan, transfer, dan penyelesaian aset digital dalam kerangka regulasi yang ketat. Inisiatif ini menempatkan CIMB di barisan depan bersama perbankan besar lainnya dalam mengadopsi teknologi blockchain guna memodernisasi pasar modal dan infrastruktur pembayaran di kawasan regional.


​Fokus:

● Uji Coba Terpadu: CIMB mengeksplorasi tokenisasi pada penerbitan sukuk internal dan representasi deposit digital untuk mempercepat alur kerja penyelesaian (settlement).
● Sinergi Hub: Program ini merupakan bagian dari inisiatif paralel BNM yang juga melibatkan Maybank (deposit) serta Standard Chartered dan Capital A (stablecoin ringgit).
● Tujuan Strategis: Fokus utama terletak pada pembangunan kemampuan operasional dan kontrol risiko agar aset digital dapat diintegrasikan secara bertanggung jawab ke dalam sistem keuangan formal.


​CIMB Group resmi mengantongi izin dari Bank Negara Malaysia (BNM) untuk memulai uji coba tokenisasi aset tingkat perbankan melalui Digital Asset Innovation Hub. Langkah strategis ini menandai pergeseran signifikan dalam cara institusi keuangan konvensional di Asia Tenggara memandang aset digital, dengan fokus utama pada tokenisasi instrumen syariah (sukuk) dan simpanan nasabah.

​Melalui program ini, CIMB akan mengevaluasi bagaimana struktur tokenisasi yang teregulasi dapat mengoptimalkan proses penerbitan, transfer, hingga penyelesaian transaksi. Penggunaan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger) diharapkan mampu memangkas waktu proses settlement yang selama ini masih mengandalkan prosedur manual dan memakan waktu.

​Tokenisasi Deposit dan Integrasi Stablecoin

Dalam uji coba ini, CIMB tidak hanya berfokus pada instrumen modal, tetapi juga mengeksplorasi representasi deposit digital. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem di mana nilai digital dapat berinteraksi secara mulus di dalam infrastruktur pembayaran yang ada, namun tetap dalam koridor kepatuhan, manajemen risiko, dan tata kelola yang ditetapkan bank sentral.

​Novan Amirudin, Group CEO CIMB, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan langkah fondasi untuk masa depan. “Fokus kami adalah membangun kapabilitas, kontrol, dan kesiapan operasional yang kuat sehingga bentuk baru nilai digital dapat diintegrasikan ke dalam sistem keuangan secara bertanggung jawab,” ujar Novan dalam keterangannya, Kamis (12/2).

​Konteks Global dan Persaingan Regional

​Langkah Malaysia ini sejalan dengan tren global di mana negara-negara seperti Singapura (melalui Project Guardian) dan Hong Kong tengah aktif menguji coba aset dunia nyata (Real-World Assets atau RWA) yang ditokenisasi. Dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), minat perbankan terhadap infrastruktur blockchain teregulasi meningkat tajam seiring dengan kebutuhan akan efisiensi biaya operasional di pasar modal.

​CIMB bergabung dalam klaster inovasi BNM bersama Maybank yang menguji coba deposit ringgit ter-tokenisasi, serta Standard Chartered dan Capital A yang mendalami potensi stablecoin ringgit untuk pembayaran skala besar (wholesale). Keberhasilan uji coba ini diprediksi akan menjadi cetak biru bagi standarisasi aset digital di Malaysia, sekaligus memperkuat strategi Forward30 milik CIMB dalam menghadirkan akses pasar modal digital yang tepercaya.

Foto: Business Times


​Digionary:

​● Tokenisasi: Proses mengubah hak kepemilikan aset fisik atau keuangan menjadi token digital di atas jaringan blockchain.
● Sukuk: Instrumen keuangan syariah yang serupa dengan obligasi, namun berbasis pada kepemilikan aset atau proyek tertentu guna menghindari riba.
● Stablecoin: Aset digital yang nilainya dipatok pada mata uang fiat (seperti Ringgit) untuk menjaga stabilitas harga dalam transaksi digital.
● Settlement (Penyelesaian): Tahap akhir dari sebuah transaksi keuangan di mana kewajiban antar pihak diselesaikan secara tuntas.
● Regulated Financial System: Kerangka sistem keuangan yang beroperasi di bawah pengawasan ketat otoritas berwenang (seperti BNM) untuk menjamin perlindungan konsumen dan stabilitas ekonomi.

​#CIMB #BankNegaraMalaysia #Tokenization #Sukuk #BlockchainBanking #DigitalAssets #FintechMalaysia #Forward30 #IslamicFinance #FutureOfBanking #DigitalEconomy #Stablecoin #MarketInnovation #ASEANBanking #FintechNews

Comments are closed.