Usung Strategi “Beyond Mortgage”, BTN Bertansformasi Menjadi Bank yang Lebih Modern di Usia ke-76

- 11 Februari 2026 - 16:11

Merayakan hari jadi ke-76, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menegaskan transformasi dari sekadar bank spesialis KPR menjadi “Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”. Mengusung strategi beyond mortgage, BTN mencatatkan lompatan digital signifikan melalui aplikasi Bale by BTN yang kini merangkul 3,7 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp103,6 triliun. Meskipun agresif merambah gaya hidup digital dan kecerdasan buatan (AI), BTN tetap memegang mandat sebagai motor penggerak perumahan nasional dengan akumulasi penyaluran KPR kepada 5,8 juta keluarga.


Fokus:

​■ Lompatan Digital: Volume transaksi Bale by BTN melonjak 79,2% (YoY) per Desember 2025, menyumbang Rp22,8 triliun pada DPK perusahaan.
■ Efisiensi AI: Kehadiran 24 BTN Digital Store memangkas waktu buka rekening menjadi hanya 3–5 menit dengan integrasi AI dan Dukcapil.
■ Performa Keuangan: Total aset menembus Rp527,8 triliun (tumbuh 12,4% YoY), didukung reputasi global melalui rating MSCI ESG “AA”


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah melayani masyarakat Indonesia selama 76 tahun dengan fokus utama pada pembiayaan perumahan. Bahkan jauh sebelum istilah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dikenal, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah sangat identik dengan BTN.

Kini dalam usianya yang genap 76 tahun, BTN terus melakukan transformasi menjadi bank yang semakin modern. Tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, BTN juga mengembangkan layanan berbasis gaya hidup (lifestyle) untuk memperkuat bisnis beyond mortgage. Salah satu wujud transformasi tersebut adalah kehadiran aplikasi Bale by BTN, yang dirancang untuk menunjang kebutuhan transaksi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z.

Sejak diluncurkan pada 9 Februari 2025, jumlah pengguna Bale by BTN telah mencapai 3,7 juta akun. Peningkatan ini turut mendongkrak volume transaksi Bale by BTN yang melonjak 79,2% secara year on year (YoY) menjadi 2,2 miliar transaksi per 31 Desember 2025. Dengan nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun.

Saldo pengguna Bale by BTN juga terus meningkat. Tercermin dari kontribusinya sebesar Rp22,8 triliun terhadap dana pihak ketiga (DPK) BTN hingga akhir 2025. Tumbuh 15,3% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,7 triliun.

BTN juga terus mengakselerasi digitalisasi melalui kehadiran BTN Digital Store di sejumlah kota besar. Seperti di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Hingga saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Kantor cabang digital ini menggantikan fungsi teller dan customer service konvensional dengan sistem berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Nasabah dapat membuka rekening hanya dalam waktu 3–5 menit melalui pemindaian KTP yang terintegrasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, BTN merupakan bank nasional dengan sejarah panjang dan kontribusi strategis dalam pembangunan perumahan di Indonesia. Bank yang berakar sejak 1897 sebagai Postpaarbank itu terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Tonggak penting BTN dimulai pada 9 Februari 1950 saat resmi lahir kembali sebagai bank nasional. Peran strategis BTN semakin menguat pada 1976 ketika menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama di Indonesia.

“Sejak saat itu, BTN menjadi pilar utama pembiayaan perumahan rakyat dan bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional,” ujar Nixon dalam Perayaan dan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 BTN di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Senin (9/2).

Hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR kepada sekitar 5,8 juta keluarga di seluruh Indonesia. Capaian ini menegaskan posisi BTN sebagai motor penggerak kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Dari sisi kinerja, BTN mencatatkan pertumbuhan signifikan. Total aset perseroan menembus Rp527,8 triliun, tumbuh 12,4% YoY pada 2025. Capaian ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat sekaligus hasil transformasi yang dijalankan secara konsisten.

BTN juga terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Nixon menyampaikan bahwa Bale by BTN dirancang untuk memberikan kemudahan akses perbankan yang lebih inklusif dan terintegrasi.

“Transformasi digital menjadi kunci agar BTN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Layanan harus semakin mudah, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia,” jelas Nixon.

Dari sisi keberlanjutan dan reputasi, BTN mencatatkan sejumlah prestasi, antara lain menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih MSCI ESG Rating AA. Selain itu, BTN menempati peringkat ke-6 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di antara BUMN dan menjadi yang terbaik di antara bank Himbara.

Di bidang sumber daya manusia, BTN juga diakui sebagai tempat kerja unggulan dengan masuk dalam Top 3 LinkedIn Top Companies serta meraih penghargaan Best Company to Work For in Asia.

Ke depan, arah transformasi BTN semakin jelas. Nixon kembali menegaskan komitmen BTN untuk terus memperkuat transformasi menuju Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia melalui layanan yang semakin digital, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Seluruh insan BTN wajib menjaga integritas, memperkuat semangat melayani, dan memberikan kinerja terbaik bagi kemajuan perusahaan,” tegas Nixon.

Meski terus bertransformasi secara digital dan semakin modern, BTN tetap menjaga perannya sebagai pilar pembiayaan perumahan nasional. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menuturkan, selama lebih dari tujuh dekade BTN berperan strategis dalam mendukung pembangunan perumahan nasional melalui pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan. Transformasi BTN sebagai housing bank mencerminkan komitmen untuk tetap relevan dan melayani kebutuhan masyarakat.

“Sejalan dengan tema Komitmen Nyata Melayani Negeri, saya yakin BTN akan terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam mendukung agenda perumahan nasional,” ujar Rosan.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan, BTN telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor perumahan nasional dengan memberikan daya dukung hunian bagi masyarakat Indonesia. Peran konsisten BTN dalam menghadirkan akses pembiayaan turut memperkuat fondasi kesejahteraan keluarga.

Dalam berbagai program dan kebijakan perumahan nasional, BTN hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga penguatan ekosistem perumahan yang semakin terintegrasi.

“Transformasi BTN dalam beberapa tahun terakhir, melalui digitalisasi layanan, pengembangan produk transaksional, serta penguatan peran beyond mortgage, menunjukkan kesiapan BTN menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” terang Misbakhun.

Sebagai mitra dan pemangku kepentingan, lanjut dia, BTN merupakan institusi yang terus bertumbuh, terbuka terhadap kolaborasi, dan konsisten mendukung agenda pembangunan nasional. Tema HUT ke-76 BTN, Komitmen Nyata Melayani Negeri, mencerminkan semangat pengabdian tersebut.

“Kami berharap BTN terus menjaga integritas, profesionalisme, serta memperkuat kontribusinya bagi pembangunan nasional,” harapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menilai, BTN sangat lekat dengan konsep perumahan rakyat karena perannya sebagai pionir penyaluran kredit subsidi.

“Kami bersyukur BTN menjadi mitra utama REI dalam tumbuh dan berkembang bersama, meski dalam perjalanannya menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Bambang.

Saat ini, penyaluran kredit subsidi tidak lagi eksklusif melalui BTN. Hampir seluruh bank Himbara dan sejumlah bank swasta turut menyalurkannya. Meski demikian, BTN tetap menjadi salah satu bank dengan portofolio terbesar di sektor tersebut.

Ke depan, Bambang berharap kerja sama BTN dan REI terus ditingkatkan. Ia memahami prinsip kehati-hatian perbankan, namun menekankan pentingnya pelayanan kredit yang cepat, tepat, dan efisien dengan suku bunga kompetitif.

“Bisnis properti, khususnya perumahan menengah ke bawah, sangat bergantung pada kecepatan proses kredit. Keterlambatan akan menambah beban bunga dan berisiko menggerus usaha,” katanya.

Dia menilai BTN terus bertumbuh dan bertransformasi menuju bank utama. Digitalisasi menjadi keniscayaan seiring perubahan perilaku masyarakat. Namun, kemudahan layanan harus diimbangi sistem keamanan yang kuat agar data nasabah tetap terlindungi.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyatakan, BTN telah melakukan transformasi nyata dalam operasional, teknologi, dan model bisnis, sehingga meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing.

“Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan,” jelas Junaidi.

Menurut dia, peran BTN semakin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas pembiayaan perumahan subsidi masih mengandalkan BTN, baik untuk konsumen maupun pengembang. “Maju terus BTN untuk program perumahan Indonesia,” pungkas Junaidi.


Digionary:

​● Beyond Mortgage: Strategi ekspansi bisnis bank spesialis perumahan untuk merambah sektor di luar kredit kepemilikan rumah, seperti kebutuhan gaya hidup, konsumsi harian, dan investasi.
● CASA (Current Account Saving Account): Dana murah yang berasal dari tabungan dan giro; semakin besar porsi CASA, semakin rendah biaya dana (cost of fund) bagi bank.
● Digital Store: Kantor cabang modern yang meminimalkan interaksi fisik dengan mengganti fungsi teller dan customer service melalui perangkat digital dan kecerdasan buatan (AI).
● DPK (Dana Pihak Ketiga): Total dana yang dihimpun bank dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito sebagai modal utama penyaluran kredit.
● ESG (Environmental, Social, and Governance): Standar evaluasi investasi yang mengukur dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, dan transparansi tata kelola perusahaan.
● FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan): Program dukungan likuiditas pemerintah untuk memfasilitasi KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
● Himbara (Himpunan Bank Milik Negara): Kelompok empat bank pelat merah Indonesia yang terdiri dari BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.
● Inklusi Finansial: Kondisi di mana seluruh lapisan masyarakat memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan formal yang berkualitas dan terjangkau.
● KPR (Kredit Pemilikan Rumah): Produk pinjaman jangka panjang yang diberikan perbankan kepada perorangan untuk membeli atau memperbaiki hunian.
● MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah): Segmentasi masyarakat dengan keterbatasan daya beli yang menjadi target utama program perumahan subsidi pemerintah.
● MSCI ESG Rating: Skor kredibilitas global yang menunjukkan seberapa baik perusahaan mengelola risiko dan peluang terkait isu lingkungan serta sosial.
● Postpaarbank: Institusi perbankan era kolonial (1897) yang menjadi akar sejarah berdirinya BTN di Indonesia.
● Real Estate Indonesia (REI): Organisasi persatuan pengusaha perusahaan pembangunan perumahan yang merupakan mitra strategis perbankan dalam ekosistem properti.
● Transformasi Digital: Proses restrukturisasi model bisnis menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman nasabah.
● YoY (Year on Year): Metode perbandingan kinerja keuangan periode saat ini terhadap periode yang sama pada tahun sebelumnya untuk melihat tren pertumbuhan.

#BTN76Tahun #BankBTN #KPRBTN #DigitalTransformation #BaleByBTN #BeyondMortgage #SahamBBTN #HUTBTN #Himbara #FinansialKeluarga #AIinBanking #EkonomiIndonesia #BUMN #PropertyMarket #MilenialPunyaRumah #InfoPerbankan #ESG #SustainableFinance #InvestasiSaham #LayananDigital

Comments are closed.