Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat aliansi strategis dengan para pengembang melalui Developer Gathering 2026 guna memacu ekosistem pembiayaan perumahan syariah yang kini mendominasi 98% portofolio perseroan. Di tengah pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,02% pada 2025, BSN memantapkan posisinya sebagai penguasa pasar KPR subsidi nasional bersama BTN Group, sembari mengakselerasi pembiayaan komersial senilai Rp12,39 triliun untuk memperkuat sektor riil dan produktif di Indonesia.
Fokus:
■ Sinergi Developer sebagai Mitra Kunci: BSN menempatkan pengembang sebagai ujung tombak dalam membangun ekosistem perumahan end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan hingga konstruksi.
■ Dominasi Portofolio Perumahan: Sektor properti menyerap 98% total pembiayaan BSN, dengan komposisi terbesar pada KPR subsidi (63%) dan KPR nonsubsidi (31%).
■ Ekspansi Pembiayaan Komersial: Segmen komersial mencatatkan realisasi Rp12,39 triliun (2020–2025), didominasi oleh skema Yasa Griya sebesar 64% untuk mendukung pengembang.
Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pengembang (developer) sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah. Melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung, Jumat (6/2), BSN merancang langkah strategis untuk memperbesar kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis nasional sekaligus menyokong program perumahan pemerintah.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa pengembang memiliki posisi krusial dalam mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah yang berkelanjutan. Atas dasar itulah, BSN mengambil inisiatif kolaboratif yang lebih intensif guna menjadikan pengembang sebagai mitra strategis utama.
“Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” kata Alex di Bandung, akhir pekan ini.
Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan
Dalam kegiatan yang dihadiri 79 pengembang mitra BSN di wilayah Jawa Barat tersebut, Alex memaparkan kinerja positif perseroan sepanjang 2025. BSN sukses mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51% dan pertumbuhan pembiayaan mencapai 25,02% secara tahunan (year-on-year).
“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara BSN dan para mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami,” tegas Alex.
Hingga akhir 2025, BSN juga telah memperkuat jaringan layanannya dengan total 118 outlet perbankan, yang terdiri atas 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu. Infrastruktur ini didukung pula oleh 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Fokus di Empat Kota Besar
Alex menjelaskan bahwa rangkaian Developer Gathering 2026 dilaksanakan di empat kota kunci, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Kota-kota ini dipilih sebagai pilot project karena kontribusinya yang signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan perseroan.
“Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung,” jelas Alex.
Ke depan, BSN memastikan program ini akan terus diperluas ke kota-kota lain. Strategi jangka panjang perseroan adalah membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari pembiayaan lahan, modal kerja konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.
Spesialisasi Sektor Properti
Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, mengungkapkan fakta bahwa hingga 2025, sebanyak 98% portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan. Angka ini mencerminkan spesialisasi bank syariah ini pada sektor properti riil. Dari total portofolio tersebut, sebesar 63% disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31% melalui KPR nonsubsidi, dan 4% untuk pembiayaan konstruksi.
“Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial,” ujar Penta.
Kontribusi BSN terhadap program strategis pemerintah juga terlihat jelas pada penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, di mana BTN Group—yang menaungi BTN dan BSN—menguasai hampir 70% pangsa penyaluran secara nasional.
Akselerasi Pembiayaan Komersial
Pada kesempatan yang sama, Maqin U Norhadi selaku SEVP Chief of Commercial Banking BSN memaparkan bahwa pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi ekspansi bisnis perseroan. Segmen ini mencatatkan lonjakan yang mencerminkan strategi penyesuaian portofolio dalam memperluas sektor produktif sekaligus menjaga keseimbangan risiko.
”Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020–2025 sebesar Rp 12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar Rp 7,93 triliun (64%) dan Non Yasa Griya sebesar Rp 4,45 triliun (36%),” pungkas Maqin.
Menutup keterangannya, Alex menegaskan bahwa BSN akan terus membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah. Fokus pada sektor perumahan dinilai selaras dengan konsep Maqashid Syariah, karena properti merupakan aktivitas ekonomi riil yang produktif dan non-spekulatif. Pendekatan ini memperkuat posisi BSN sebagai mitra pembiayaan jangka panjang yang mengedepankan transparansi dan kepastian akad.
Digionary:
● Akad: Perjanjian hukum Islam antara bank dan nasabah yang mendasari setiap transaksi pembiayaan.
● FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan): Program dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan skema syariah atau konvensional.
● KPR Subsidi: Pembiayaan kepemilikan rumah yang mendapatkan bantuan likuiditas atau subsidi dari pemerintah.
● Maqashid Syariah: Prinsip tujuan hukum Islam yang menekankan pada perlindungan harta dan kemaslahatan masyarakat melalui aktivitas ekonomi produktif.
● Non Yasa Griya: Skema pembiayaan komersial di luar pembangunan perumahan fisik, seperti modal kerja umum atau investasi sektor produktif lainnya.
● Pilot Project: Proyek percontohan yang digunakan untuk menguji efektivitas strategi sebelum diimplementasikan secara masif di wilayah lain.
● Portofolio Pembiayaan: Kumpulan aset berupa pinjaman atau pembiayaan yang disalurkan bank kepada berbagai segmen nasabah.
● Yasa Griya: Produk pembiayaan modal kerja khusus dari BSN yang ditujukan bagi pengembang untuk mendanai pembangunan proyek perumahan.
#BankSyariahNasional #BSN #PerumahanSyariah #KPRSyariah #DeveloperGathering2026 #EkonomiSyariah #KPRSubsidi #HunianSyariah #PembangunanNasional #InfoPerbankan #BisnisProperti #SektorRiil #FLPP #RumahRakyat #SyariahFinance #BandungUpdate #EkosistemProperti #KeuanganSyariah #KreditRumah #MaqashidSyariah
