Palo Alto Networks resmi merampungkan akuisisi Chronosphere, sebuah langkah strategis untuk mengintegrasikan observabilitas cloud-native dengan keamanan siber berbasis AI. Integrasi ini bertujuan mengatasi ledakan volume data di era digital dengan menawarkan visibilitas real-time yang mampu memangkas biaya operasional hingga 30% sekaligus mempercepat pemulihan sistem secara otonom melalui teknologi Cortex AgentiX™.
Fokus:
■ Konvergensi Keamanan dan Observabilitas: Penyatuan dua disiplin ilmu teknologi untuk memberikan visibilitas total terhadap infrastruktur cloud dan model AI yang sebelumnya terfragmentasi.
■ Efisiensi Biaya Data: Penggunaan Telemetry Pipeline untuk mengeliminasi “pajak data” (biaya penyimpanan data yang tidak berguna) dengan efisiensi infrastruktur hingga 20 kali lipat dibanding metode konvensional.
■ Operasi Otonom Era AI: Pengembangan agen AI yang mampu mendeteksi dan memperbaiki celah keamanan serta gangguan TI secara otomatis sebelum berdampak pada lini bisnis.
Di dunia yang kini digerakkan oleh algoritma, data bukan sekadar bahan bakar; ia adalah denyut nadi. Namun, bagi banyak korporasi, ledakan volume data justru menjadi kutukan: sistem melambat, biaya membengkak, dan celah keamanan muncul di titik-titik yang tak terlihat.
Menjawab tantangan tersebut, raksasa keamanan siber global Palo Alto Networks (NASDAQ: PANW) mengumumkan telah merampungkan akuisisi terhadap Chronosphere, pemimpin pasar dalam platform observabilitas cloud-native. Langkah ini menandai pergeseran paradigma dalam industri teknologi: keamanan siber tidak lagi bisa berdiri sendiri tanpa pemantauan (observability) yang mendalam.
Laporan terbaru dari industri menunjukkan bahwa perusahaan rata-rata kehilangan visibilitas atas 40% data mereka saat bermigrasi ke lingkungan cloud-native. Di sinilah Chronosphere, yang dinobatkan sebagai Pemimpin dalam Gartner® Magic Quadrant™ 2025, masuk sebagai solusi untuk memberikan pengawasan real-time di seluruh ekosistem digital yang kompleks.
Keamanan Tanpa Mata Adalah Kesia-siaan
Filosofi di balik merger ini sederhana namun tajam: Anda tidak bisa melindungi apa yang tidak bisa Anda lihat. Dengan mengintegrasikan Cortex AgentiX™ milik Palo Alto dengan teknologi Chronosphere, perusahaan kini dapat mengerahkan agen AI yang bekerja layaknya “polisi pintar”. Agen ini tidak hanya menonton, tapi secara otonom menemukan dan memperbaiki masalah keamanan sebelum mencapai titik kritis.
Nikesh Arora, Chairman dan CEO Palo Alto Networks, menegaskan urgensi konsolidasi vendor di tengah kerumitan teknologi saat ini. ”Perusahaan saat ini mencari lebih sedikit vendor, kemitraan yang lebih mendalam, dan platform yang dapat mereka andalkan untuk keamanan dan operasi yang bersifat mission-critical. Chronosphere mempercepat visi kami untuk menjadi platform yang sangat diperlukan dalam mengamankan dan mengoperasikan cloud dan AI. Kami percaya bahwa keamanan yang hebat dimulai dengan visibilitas mendalam terhadap seluruh data Anda, dan Chronosphere menyediakan fondasi tersebut bagi pelanggan kami,” katanya.
Memangkas “Pajak Data” yang Mencekik
Salah satu beban terberat bagi CIO (Chief Information Officer) saat ini adalah apa yang disebut sebagai “data tax”—biaya selangit untuk menyimpan data mentah yang seringkali tidak memiliki nilai guna. Melalui Chronosphere Telemetry Pipeline, Palo Alto menjanjikan solusi radikal: menyaring gangguan bernilai rendah dan mengurangi volume data hingga 30% atau lebih.
Martin Mao, Co-founder dan CEO Chronosphere yang kini menjabat sebagai SVP & GM Observability di Palo Alto Networks, melihat penggabungan ini sebagai standar baru industri.
”Chronosphere dibangun untuk membantu organisasi digital paling kompleks di dunia beroperasi pada skala besar dengan penuh percaya diri. Bergabung dengan Palo Alto Networks memungkinkan kami menghadirkan observabilitas era AI kepada audiens global. Bersama-sama, kami menghadirkan standar baru—di mana observabilitas, keamanan, dan AI bersatu untuk memberikan kendali kepada organisasi atas aset paling berharga mereka: data,” kata Mao.
Dengan integrasi ini, strategi Cortex XSIAM® dari Palo Alto diprediksi akan mendominasi pasar operasi otonom. Di saat kompetitor masih berkutat pada deteksi manual, duet Palo Alto-Chronosphere sudah melompat jauh ke arah pemulihan mandiri berbasis AI, memastikan bahwa di tengah badai data, bisnis tetap berjalan stabil, aman, dan efisien secara biaya.
Digionary:
● AI Generatif: Teknologi kecerdasan buatan yang mampu menciptakan konten baru (teks, gambar, kode) berdasarkan data yang dipelajari.
● Cloud-Native: Pendekatan dalam membangun dan menjalankan aplikasi yang memanfaatkan model penyampaian komputasi awan sepenuhnya.
● Data Tax: Istilah industri untuk biaya operasional dan penyimpanan yang terbuang karena mengolah data yang tidak relevan atau tidak memberikan nilai bisnis.
● Observabilitas (Observability): Kemampuan untuk mengukur keadaan internal sebuah sistem berdasarkan data eksternal yang dihasilkan (log, metrik, dan traces).
● Operasi Otonom: Sistem teknologi yang mampu berjalan, memantau, dan memperbaiki dirinya sendiri tanpa intervensi manual manusia.
● Telemetry Pipeline: Aliran data otomatis yang mengumpulkan, menyaring, dan mengirimkan informasi teknis dari aplikasi ke alat pemantauan.
#PaloAltoNetworks #Chronosphere #CyberSecurity #ArtificialIntelligence #CloudNative #Observability #TechNews #CyberSecurityNews #DigitalTransformation #BigData #AIRevolution #CloudComputing #InfoSec #CortexXSIAM #DataStrategy #TechAcquisition #EnterpriseSoftware #FutureOfTech #SmartSecurity #IndonesiaTech
