Penutupan ajang BTN Expo 2026 menjadi momentum krusial bagi kebangkitan ekosistem properti nasional dengan lahirnya 57 inovator muda melalui program BTN Housingpreneur 2025. Bank BTN sukses mengintegrasikan solusi hunian layak, teknologi konstruksi masa depan, hingga penguatan UMKM dalam satu platform yang berhasil menjaring ribuan pengunjung dan dana donasi sosial, sekaligus menegaskan peran strategis generasi muda sebagai penggerak utama dalam mengatasi ketimpangan pasokan dan permintaan (mismatch) perumahan di Indonesia.
Fokus:
■ Inkubasi Inovator Muda: Program BTN Housingpreneur 2025 menyaring 1.170 pendaftar menjadi 57 inovator terpilih yang menawarkan solusi teknologi hijau, desain rumah tumbuh, hingga efisiensi rantai pasok perumahan.
■ Platform Ekosistem Terintegrasi: BTN Expo 2026 bukan sekadar pameran properti, melainkan penggabungan sektor hunian, rekrutmen talenta (BTN Hiring), serta pemberdayaan puluhan UMKM kuliner dan fesyen.
■ Dukungan Strategis Pemerintah: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengapresiasi peran BTN dalam menjaring inovasi akar rumput guna memecahkan masalah hunian layak yang terjangkau bagi masyarakat luas.
BTN Expo 2026 resmi berakhir! Lahirkan 57 inovator muda Housingpreneur untuk rombak masa depan properti RI.
Sektor properti Indonesia kini punya amunisi baru. Gelaran BTN Expo 2026 resmi ditutup dengan catatan manis: lahirnya 57 inovator muda dari ajang BTN Housingpreneur 2025. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sedang berupaya menggeser paradigma pameran properti konvensional menjadi sebuah ekosistem inovasi yang lebih dinamis.
Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi saat ini, industri perumahan membutuhkan “pengungkit” pertumbuhan yang tidak hanya datang dari sisi pembiayaan, tapi juga inovasi teknologi.
”Di situasi saat ini kita semua paham bahwa perlu ada pengungkit pertumbuhan sektor perumahan dan ekosistem perumahan. BTN Expo 2026 menjadi momen penutup rangkaian BTN Housingpreneur dan kami senang menyambut acara ini,” ujar Nixon dalam acara Awarding BTN Housingpreneur 2025 di Jakarta, Sabtu (31/1).
Anak Muda sebagai Mesin Penggerak
BTN Expo 2026 bukan sekadar tempat pamer brosur rumah. Sejak melangkah masuk, pengunjung disuguhi ide-ide segar dari berbagai startup muda. Mulai dari sistem mitigasi banjir berbasis AI (GeoFloodAI) hingga material bangunan ramah lingkungan dari limbah. Sebanyak 1.170 proposal inovasi masuk ke meja panitia sejak Oktober tahun lalu, membuktikan bahwa energi kreatif anak muda di sektor perumahan sangatlah melimpah.
”Startup-startup ini memang perlu kita beri ruang agar bisa dilihat masyarakat secara luas, sehingga banyak hal bisa menjadi lebih efektif dan efisien,” tambah Nixon.
Optimisme ini disambut baik oleh pemerintah. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut ajang ini sebagai pemecah masalah atas ketimpangan (mismatch) antara ketersediaan rumah dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
“Saya sangat bangga dan gembira berada di antara anak-anak muda yang luar biasa, karena sejak awal pemerintah punya tekad yang sangat kuat bagi pembangunan dan pengembangan ekosistem perumahan. Bangsa kita memiliki energi yang besar. Oleh sebab itu, tidak ada tenaga yang bisa mengubah ini semua kecuali anak-anak muda,” tegas Fahri.
Ekonomi Sirkular dan Dampak Sosial
Tak hanya bicara soal semen dan bata, BTN Expo 2026 juga merangkul 53 pelaku UMKM di area Bale Ayu dan Bale Santap. Bahkan, sisi kemanusiaan tetap dikedepankan. Melalui partisipasi 6.000 pengunjung, terkumpul donasi sebesar Rp43.312.000 yang disalurkan untuk korban bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, BTN menggelontorkan hadiah total senilai Rp1,5 miliar bagi para pemenang di berbagai kategori, mulai dari desain rumah nusantara hingga inovasi teknologi konstruksi. Investasi ini, menurut Nixon, adalah bentuk kepercayaan BTN bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah aset terbaik bagi keberlanjutan sektor perumahan nasional.
Berikut adalah daftar para pemenang BTN Housingpreneur 2025:
A. Kategori: Rumah Nusantara
Business Ideation – Mahasiswa
Juara 1: Kelompok 35 Degrees (Dhurung Argapana)
Juara 2: Kelompok Abdihyang (ModuLego House 30)
Business Ideation – Umum
Juara 1: Mifta Syahrudin (Groving House)
Juara 2: E-Design Studio (Rumah Kampung Kota)
B. Kategori: House Design
Established Business:
Juara: PT Sakura Lestari Internasional (Green Pilar Asri)
Business Ideation – Mahasiswa
Juara 1: Rafi Zufarul Fahd (Growing Habitat)
Juara 2: Kelompok AKSI NYATA (MERRHAUZ)
Juara 3: Kelompok Wicwakarma Udayana (Umah Rintis)
Business Ideation – Umum
Juara 1: Beni Suroso (Aparthouse)
Juara 2: Kelompok Arkitekton Limatama (Terra Griya)
Juara 3: Irwan Arifin Lubis (KOTA[K] TUMBUH)
C. Kategori: Housing Related Innovation
Business Ideation – Mahasiswa
Juara 1: Kelompok GeoFloodAI
Juara 2: Kelompok Jelanpaint
Juara 3: Kelompok MiBi-Tech (MiBi-Tech 2.0)
Business Ideation – Umum
Juara 1: PT Inovasi Tangguh Bencana (Proteka)
Juara 2: Maulana Derifato Achmad (myECO)
D. Kategori: House Value Chain Innovation
Established Business
Juara 1: PT Raesaka Amanah Widyakarya (Parongpong RAW Lab)
Juara 2: PT Wasteforchange Alam Indonesia (RR Board)
Juara 3: PT Andalusia Intra Teknologi (KPR Energy)
E. Kategori: House Technology Innovation
Established Business:
Juara 1: PRANA TECH (TRAIN-O)
Juara 2: PT Hayago Robotika Indonesia (AITOMA)
Juara 3: PT Mercusuar Agresif Perkasa (RUMAH GOKILS)
Kategori: Affordable House Development
Established Business:
Juara 1: PT Infiniti Triniti Jaya (Perumahan Mulia Gading Kencana Jakarta)
Juara 2: PT Sakura Sejahtera (Mangkualam Asri Karawang)
Juara 3: PT Bagus Permata Biru (Permata Grati Garden Lumajang)
F. Kategori: Inspiring Residential Development
Established Business:
Juara: PT Maumere Putra Development (Perumahan Gloria Regency Waturia Maumere)
Digionary:
● Affordable House: Konsep hunian yang dirancang agar tetap layak namun memiliki harga yang terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
● Business Ideation: Tahap awal dalam pengembangan bisnis yang berfokus pada penciptaan, pengembangan, dan penyaringan ide-ide baru.
● Ekosistem Perumahan: Rantai nilai yang melibatkan pihak pengembang, penyedia bahan bangunan, perbankan, hingga teknologi pendukung hunian.
● Housingpreneur: Pengusaha atau inovator yang bergerak di sektor perumahan dan industri turunannya.
● Mismatch Supply-Demand: Kondisi ketidakseimbangan antara jumlah ketersediaan rumah (pasokan) dengan jumlah kebutuhan masyarakat (permintaan).
● Submission: Dokumen atau proposal yang dikirimkan oleh peserta untuk mengikuti kompetisi atau proses seleksi.
#BTNExpo2026 #BTNHousingpreneur #NixonLPNapitupulu #FahriHamzah #EkosistemPerumahan #InovasiMuda #PropertiIndonesia #KPRBTN #StartupProperti #HunianLayak #InovasiKonstruksi #UMKMBangkit #RumahSubsidi #WamenPKP #HousingRelatedInnovation #SDMUnggul #AwardingNight #IndonesiaFashionWeek #RumahNusantara #InvestasiMasaDepan
