Riset terbaru OCBC Investment Research menegaskan bahwa kekuatan Singapura dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI) tidak terletak pada piranti lunak seperti AS dan China, melainkan pada keunggulan infrastruktur fisik. Dengan fokus strategis pada pusat data (data centre) dan penyediaan energi, Singapura menjadi penerima manfaat utama dari diversifikasi kapasitas global, di mana emiten raksasa seperti Sembcorp dan Keppel DC REIT diprediksi akan memimpin pertumbuhan melalui penguasaan pangsa pasar infrastruktur pendukung AI yang masif.
Fokus:
■ Keunggulan Infrastruktur Fisik: Singapura membangun ceruk pasar unik (niche) melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti pusat data dan jaringan energi, membedakannya dari model pertumbuhan AI berbasis perangkat lunak di AS dan China.
■ Dominasi Sektor Energi: Sembcorp Industries muncul sebagai pemain kunci dengan menguasai 44% pangsa pasar beban pusat data di Singapura, menjadikannya penyedia energi utama bagi ekosistem AI yang haus daya.
■ Adopsi AI Lintas Sektor: Selain penyedia infrastruktur, perusahaan besar seperti DBS, ST Engineering, dan SingPost telah sukses mengintegrasikan AI untuk meningkatkan produktivitas dan menekan dampak tantangan populasi yang menua.
Di saat Amerika Serikat dan China sibuk bertarung memperebutkan dominasi perangkat lunak kecerdasan buatan (AI), Singapura diam-diam membangun kekuatannya di ranah fisik. Laporan terbaru dari OCBC Investment Research mengungkapkan bahwa Negeri Singa ini telah menemukan jalur pertumbuhan unik yang berfokus pada pembangunan infrastruktur fundamental.
“Berbeda dengan AS dan China, pertumbuhan AI di Singapura dipimpin oleh infrastruktur,” catat para analis dalam laporan sektor yang dirilis pada Selasa (27/1). Peluang investasi di bursa saham Singapura (SGX) kini terkonsentrasi pada dua pilar utama: para penyedia landasan (enablers) dan pengadopsi AI (adopters).
Pusat Data: Benteng Pertahanan Digital
Singapura menjadi penerima manfaat utama dari ketegangan geopolitik global. Persyaratan kedaulatan data mendorong perusahaan raksasa dunia (hyperscalers) untuk mendiversifikasi kapasitas mereka ke wilayah yang stabil.
Analis OCBC mengidentifikasi Keppel DC REIT sebagai perwakilan terkuat untuk menangkap lonjakan permintaan ruang pusat data. Nama-nama besar lainnya seperti Mapletree Industrial Trust, CapitaLand Ascendas REIT, dan Stoneweg Europe Stapled Trust juga masuk dalam radar karena portofolio pusat data mereka yang solid.
Namun, pusat data membutuhkan satu hal krusial: Energi. Di sinilah Sembcorp Industries memegang peranan vital. Dengan menguasai 44% pangsa pasar dari total beban pusat data Singapura yang mencapai 1,5 GW, Sembcorp menjadi tulang punggung penyedia daya bagi sektor ini. Selain Sembcorp, pemain seperti Keppel dan Hong Leong Asia juga diprediksi akan kecipratan berkah dari tingginya permintaan listrik dan sistem pendingin.
Singtel dan Jaringan Serat Optik
Rantai infrastruktur ini tidak lengkap tanpa konektivitas. Singtel kini memposisikan AI sebagai penggerak pertumbuhan baru melalui hubungan korporasi dan pusat datanya. Sementara itu, NetLink NBN Trust mendukung melalui jaringan serat optik nasional yang menjadi jalur distribusi data intensif untuk cloud computing dan digitalisasi perusahaan.
Transformasi Operasional: Dari Perbankan hingga Transportasi
Singapura tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menerapkan AI secara masif untuk mengatasi tantangan populasi yang menua. Di sektor keuangan, DBS telah membuktikan nilai ekonomi dari teknologi ini. Kepada The Business Times, DBS menyatakan telah menghasilkan nilai dari AI sebesar S$1 miliar pada 2025 melalui penyebaran 1.500 model machine learning.
UOB pun tak ketinggalan dengan mempersonalisasi pengalaman nasabah melalui AI. Sementara di sektor industri, ST Engineering menggunakan AI untuk pemeliharaan pesawat dan sistem keamanan siber pertahanan. Bahkan, SingPost dan ComfortDelGro telah mengoptimalkan rute pengiriman dan pengembangan kendaraan otonom untuk menjaga produktivitas nasional.
Dengan fokus pada efisiensi dan daya saing, AI bukan lagi sekadar tren di Singapura, melainkan alat bertahan hidup yang krusial bagi masa depan ekonominya.
Digionary:
● Data Sovereignty (Kedaulatan Data): Konsep di mana data tunduk pada hukum dan yurisdiksi negara di mana data tersebut dikumpulkan atau disimpan.
● Enablers: Perusahaan yang menyediakan sarana, teknologi, atau infrastruktur agar teknologi lain (seperti AI) dapat berfungsi dan berkembang.
● Gigawatt (GW): Unit daya listrik yang setara dengan satu miliar watt.
● Hyperscalers: Perusahaan penyedia layanan cloud skala besar (seperti Google, Amazon, dan Microsoft) yang membutuhkan infrastruktur data masif.
● Machine Learning: Cabang AI yang fokus pada penggunaan data dan algoritma untuk meniru cara manusia belajar, sehingga mesin bisa meningkatkan akurasinya secara bertahap.
● REIT (Real Estate Investment Trust): Perusahaan yang memiliki, mengoperasikan, atau mendanai properti yang menghasilkan pendapatan, yang sahamnya diperdagangkan di bursa.
#InvestasiAI #Singapura #OCBCResearch #DataCentre #Sembcorp #KeppelDC #Singtel #DBSBank #InfrastrukturAI #BursaSingapura #SGX #TeknologiDigital #Ekonomi2026 #SmartCity #EnergiTerbarukan #DigitalTransformation #CloudComputing #MachineLearning #SahamSingapura #GlobalInfrastucture
