Pasar kripto kembali terguncang. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun 2,84% ke US$86.567,03 dan menyeret mayoritas altcoin ke zona merah. Dalam tujuh hari, koreksi BTC mencapai 7,25%, dan dalam 90 hari sudah tergerus 24,15%. Meski demikian, dominasi Bitcoin tetap kokoh di 59,26% dengan kapitalisasi pasar US$1,72 triliun—menandakan tekanan harga belum menggoyahkan posisinya sebagai jangkar pasar kripto global.
Fokus:
■ Bitcoin turun 2,84% dalam 24 jam, tetapi dominasi pasar tetap kuat di 59,26%.
■ Altcoin terkoreksi lebih dalam, menunjukkan arus likuiditas kembali ke BTC dan stablecoin.
■ Tekanan dipicu sentimen makro, namun fundamental suplai dan adopsi Bitcoin tidak berubah.
Pasar kripto tidak pernah benar-benar tenang. Senin pagi (26/1/2026), investor kembali disambut layar merah. Bitcoin melemah 2,84% hanya dalam 24 jam, memicu gelombang koreksi di hampir seluruh aset kripto utama. Namun di balik penurunan harga itu, satu fakta mencolok tetap bertahan: dominasi Bitcoin justru menguat, seolah menegaskan siapa jangkar sesungguhnya di tengah gejolak.
Data CoinMarketCap pukul 07.01 WIB menunjukkan Bitcoin (BTC) diperdagangkan di US$86.567,03. Dalam sepekan, BTC sudah terkoreksi 7,25%. Jika ditarik ke horizon 90 hari, pelemahannya mencapai 24,15%. Bahkan secara year to date (YTD), Bitcoin masih minus 2,45%.
Namun tekanan harga tidak identik dengan melemahnya posisi. Dominasi pasar BTC justru berada di 59,26%, dengan kapitalisasi pasar menyentuh US$1,72 triliun dan volume transaksi harian US$36,12 miliar. Total suplai yang beredar kini sekitar 19,98 juta BTC—semakin mendekati batas maksimum 21 juta BTC yang menjadi fondasi narasi kelangkaannya.
Bitcoin turun ke US$86.567 dalam 24 jam dan menyeret altcoin ke zona merah. Meski harga melemah, dominasi BTC tetap kuat di atas 59%, menandakan arus likuiditas kembali ke aset kripto utama di tengah tekanan pasar.
Koreksi Bitcoin menjalar cepat ke altcoin. Ethereum (ETH) turun 4,63% ke US$2.812,43. BNB melemah 2,38% ke US$864,86. XRP terkoreksi 4,13% ke US$1,833. Tekanan lebih dalam terlihat pada Solana (SOL) yang turun 6,58% ke US$118,67 dan Cardano (ADA) melemah 5,38% ke US$0,3386.
Dogecoin (DOGE) turun 3,87% ke US$0,1192, Chainlink (LINK) melemah 5,61% ke US$11,50. Penurunan terdalam terjadi pada Monero (XMR) yang anjlok 10,53% ke US$449,72.
Di tengah koreksi luas, aset stabil (stablecoin) relatif bertahan. Tether (USDT) berada di US$0,9990, USD Coin (USDC) di US$0,9998. TRON (TRX) justru naik 0,12% ke US$0,2954 dan UNUS SED LEO (LEO) menguat 0,20% ke US$9,009. USD naik tipis 0,04% ke US$0,9988.
Fenomena ini mengulang pola klasik pasar kripto: ketika tekanan datang, likuiditas mengalir kembali ke Bitcoin dan stablecoin. Investor cenderung keluar dari altcoin berisiko tinggi, parkir di aset yang dianggap paling likuid dan paling mapan.
Sejumlah analis global mengaitkan tekanan ini dengan kombinasi sentimen makroekonomi, ketidakpastian geopolitik, dan aksi ambil untung setelah reli panjang pada 2025. Kenaikan tajam harga emas dunia yang menembus rekor baru juga disebut ikut menyedot minat sebagian investor ke aset safe haven tradisional.
Meski demikian, struktur fundamental Bitcoin belum berubah. Dengan suplai yang makin terbatas, adopsi institusional yang terus tumbuh, serta masuknya produk ETF kripto di berbagai negara, banyak pelaku pasar melihat fase ini sebagai koreksi siklus, bukan perubahan tren jangka panjang.
Dalam sejarahnya, Bitcoin kerap mengalami koreksi dua digit sebelum melanjutkan tren naik berikutnya. Bagi investor ritel, volatilitas ini sering memicu kepanikan. Bagi investor berpengalaman, ini adalah karakter bawaan pasar kripto.
Digionary:
● Altcoin: Aset kripto selain Bitcoin
● Bitcoin Dominance: Persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total pasar kripto
● Kapitalisasi Pasar: Nilai total aset berdasarkan harga dikali jumlah suplai
● Koreksi: Penurunan harga signifikan setelah kenaikan sebelumnya
● Likuiditas: Kemudahan aset diperjualbelikan di pasar
● Monero: Kripto dengan fokus privasi transaksi tinggi
● Stablecoin: Kripto yang nilainya dipatok pada aset stabil seperti US$
● Suplai Maksimum: Batas jumlah Bitcoin yang bisa ditambang, yaitu 21 juta BTC
● Volatilitas: Pergerakan harga yang cepat dan tajam
● Volume Transaksi: Nilai total perdagangan dalam periode tertentu
#Bitcoin #Kripto #HargaBitcoin #CryptoMarket #Altcoin #Ethereum #Solana #XRP #Cardano #Dogecoin #Stablecoin #USDT #USDC #Volatilitas #InvestasiDigital #Blockchain #CryptoNews #MarketCorrection #BitcoinDominance #AsetDigital
