Langkah agresif PT Gozco Capital mengakumulasi saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) hampir Rp100 miliar menjadi sinyal kuat kepercayaan pemegang saham strategis di tengah tekanan industri perbankan digital dan tantangan KBMI I. Aksi ini bukan sekadar transaksi finansial, melainkan pesan pasar bahwa Bank Neo masih dipandang memiliki prospek jangka panjang, tercermin dari lonjakan harga saham BBYB yang langsung merespons positif.
Fokus Utama:
■ Aksi akumulasi besar Gozco Capital terhadap saham Bank Neo Commerce menegaskan kepercayaan investor strategis pada prospek jangka panjang bank digital ini, meski industri perbankan kecil masih berada dalam tekanan struktural dan regulasi.
■ Lonjakan harga saham BBYB usai transaksi menunjukkan pasar merespons positif sinyal pemegang saham utama, menilai aksi korporasi ini lebih dari sekadar transaksi finansial, tetapi juga indikator sentimen dan keyakinan investor.
■ Di tengah tantangan KBMI I, langkah Gozco memperbesar kepemilikan mencerminkan keyakinan bahwa konsolidasi dan seleksi alam perbankan digital akan membuka peluang pemulihan bagi bank yang memiliki dukungan modal kuat.
Gozco Capital memborong saham Bank Neo Commerce hampir Rp100 miliar. Aksi agresif ini langsung direspons pasar dan menjadi sinyal kepercayaan di tengah tekanan KBMI I.
Di saat banyak investor memilih bersikap defensif menghadapi volatilitas pasar awal 2026, PT Gozco Capital justru mengambil langkah berlawanan. Perusahaan investasi ini tampil agresif dengan memborong saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dalam jumlah jumbo, nyaris menyentuh Rp100 miliar.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Bank Neo pada Kamis (15/1), Gozco Capital mengakuisisi 207.000.000 lembar saham BBYB di harga Rp474 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp98,12 miliar—angka yang sulit diabaikan, terutama di tengah sentimen hati-hati terhadap saham bank digital dan kelompok KBMI I.
“Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen BBYB dalam keterbukaan tersebut.
Kepemilikan Menguat, Posisi Kian Strategis
Aksi borong ini secara signifikan memperkuat posisi Gozco di Bank Neo. Kepemilikan sahamnya melonjak dari sebelumnya 1,035 miliar lembar saham (7,76%) menjadi 1,24 miliar lembar saham atau setara 9,31% dari total saham beredar.
Dengan satu transaksi, Gozco menambah hampir 1,55 poin persentase kepemilikan—sebuah langkah yang jarang dilakukan tanpa keyakinan kuat terhadap arah fundamental perusahaan.
Langkah ini juga menempatkan Gozco semakin dekat ke level kepemilikan strategis yang memberi pengaruh signifikan dalam struktur pemegang saham, terutama di tengah fase konsolidasi perbankan digital nasional.
Pasar Menyambut Cepat
Reaksi pasar tak menunggu lama. Pada penutupan perdagangan Kamis (15/1), saham BBYB melonjak 5,49% atau naik 26 poin ke level Rp500 per saham. Penguatan ini menjadi kontras di tengah tekanan yang masih membayangi saham-saham bank bermodal inti kecil.
Lonjakan harga tersebut mencerminkan persepsi investor bahwa aksi Gozco bukan sekadar transaksi portofolio jangka pendek, melainkan sinyal kepercayaan terhadap prospek Bank Neo ke depan.
Di Tengah Tekanan KBMI I
Tak bisa dipungkiri, Bank Neo masih berada dalam pusaran tantangan KBMI I—kelompok bank dengan modal inti terbatas yang menghadapi tekanan profitabilitas, efisiensi, serta pengetatan regulasi.
Namun, justru dalam kondisi seperti inilah aksi Gozco menjadi relevan. Sebagai entitas terasosiasi dengan porsi 9,31%, Gozco tampak melihat nilai jangka panjang yang belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham BBYB.
Dalam konteks industri, perbankan digital Indonesia tengah memasuki fase seleksi alam. Bank dengan model bisnis yang jelas, basis nasabah yang tumbuh, serta dukungan pemegang saham kuat berpeluang bertahan dan bangkit saat siklus industri berbalik.
Lebih dari Sekadar Aksi Insider
Aksi akumulasi ini bukan hanya soal kepemilikan saham, tetapi juga pesan psikologis ke pasar. Di tengah narasi kehati-hatian terhadap bank digital, langkah Gozco memberi sinyal bahwa masih ada investor yang bersedia bertaruh pada pemulihan dan transformasi jangka panjang.
Bagi pelaku pasar, sinyal seperti ini sering kali lebih bermakna dibandingkan rilis laporan keuangan kuartalan.
Digionary:
● Akumulasi Saham: Pembelian saham secara bertahap atau besar untuk meningkatkan kepemilikan
● BBYB: Kode saham PT Bank Neo Commerce Tbk di Bursa Efek Indonesia
● KBMI I: Kelompok bank dengan modal inti paling kecil dalam klasifikasi perbankan nasional
● Kepemilikan Langsung: Saham dimiliki secara langsung, bukan melalui derivatif atau perantara
● Keterbukaan Informasi: Kewajiban emiten menyampaikan informasi material kepada publik
● Pemegang Saham Strategis: Investor dengan porsi signifikan yang berpengaruh terhadap arah perusahaan
#BBYB #BankNeoCommerce #GozcoCapital #AksiInsider #SahamBank #PerbankanDigital #KBMI1 #PasarModal #SahamIndonesia #InvestasiSaham #BursaEfekIndonesia #IDX #SinyalPasar #AksiKorporasi #InvestorStrategis #DigitalBank #SahamPerbankan #Emiten #MarketUpdate #StockMarketID
