Pendanaan UKM Modalku Tembus Rp1,29 Triliun, Naik 81% di Tengah Pengetatan Pembiayaan

- 16 Januari 2026 - 08:18

Di tengah pengetatan likuiditas perbankan dan kehati-hatian pembiayaan, Modalku mencatat lonjakan signifikan penyaluran dana sepanjang 2025. Platform P2P lending ini menyalurkan pendanaan Rp1,29 triliun, tumbuh 81% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan peran fintech lending sebagai alternatif pembiayaan strategis bagi UKM nasional.


Fokus Utama:

■ Modalku mencatat pertumbuhan penyaluran dana 81% pada 2025, menunjukkan peran fintech lending sebagai sumber pembiayaan alternatif di tengah ketatnya kredit perbankan.
■ Pendanaan dimanfaatkan UKM untuk menjaga arus kas, ekspansi usaha, dan membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan.
■ Modalku menekankan pengelolaan risiko, stabilitas pembiayaan, serta hubungan jangka panjang antara pemberi dan penerima dana.


Ketika banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) menghadapi keterbatasan akses kredit dari perbankan, fintech lending justru tampil agresif. Modalku, salah satu pemain utama P2P lending di Indonesia, membukukan pertumbuhan penyaluran pendanaan yang impresif sepanjang 2025, menegaskan posisinya sebagai bantalan likuiditas bagi sektor riil.


Modalku menyalurkan pendanaan sebesar Rp1,29 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 81% dibandingkan tahun 2024, menandai akselerasi signifikan di tengah tantangan ekonomi global dan pengetatan pembiayaan domestik.

Country Head Modalku Indonesia, Arthur Adisusanto, menyatakan peningkatan ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang semakin kuat dari pelaku UKM terhadap pembiayaan digital.

“Pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk menjaga arus kas, meningkatkan kapasitas usaha, serta membuka peluang pertumbuhan baru secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Arthur, Modalku akan terus memperluas penyaluran pendanaan dengan tetap menjaga kualitas portofolio jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya risiko kredit dan volatilitas ekonomi.

Sejak mulai beroperasi pada 2016, Modalku telah menyalurkan pendanaan kumulatif Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74.000 pemilik usaha di berbagai sektor. Capaian ini menempatkan Modalku sebagai salah satu platform pembiayaan digital dengan kontribusi terbesar bagi pembiayaan UKM di Indonesia.

“Fokus kami adalah menjaga stabilitas, keamanan pendanaan, serta membangun hubungan jangka panjang yang saling percaya dengan penerima dan pemberi dana,” ujar Arthur.

Pertumbuhan Modalku sejalan dengan tren industri. Data OJK menunjukkan bahwa outstanding pembiayaan fintech lending nasional terus meningkat seiring terbatasnya ekspansi kredit perbankan, terutama ke segmen UMKM berisiko menengah. Fintech dinilai mampu menjembatani kesenjangan pembiayaan melalui proses yang lebih cepat, berbasis teknologi, dan terukur.


Digionary:

● Fintech Lending: Layanan pembiayaan berbasis teknologi yang mempertemukan pemberi dan penerima dana secara digital.
● P2P Lending: Model pinjam-meminjam langsung antara individu atau institusi melalui platform digital.
● Portofolio Pembiayaan: Kumpulan pinjaman yang disalurkan dan dikelola oleh suatu lembaga keuangan.
● UKM: Usaha Kecil dan Menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
● Likuiditas: Ketersediaan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban keuangan.

#Modalku #FintechLending #P2PLending #PembiayaanUKM #UMKMIndonesia #KeuanganDigital #FintechIndonesia #InklusiKeuangan #PendanaanDigital #EkonomiDigital #StartupFintech #AksesPembiayaan #BisnisUKM #IndustriKeuangan #TeknologiKeuangan #InvestasiDigital #PeerToPeer #KreditAlternatif #TransformasiKeuangan #FinansialIndonesia

Comments are closed.