Tekanan Global Belum Reda, Dana Asing Rp125 Triliun Keluar dari Pasar RI Sepanjang 2025

- 7 Januari 2026 - 12:55

Arus modal asing meninggalkan pasar keuangan Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp125,1 triliun, mencerminkan tekanan global yang masih membayangi pasar emerging market. Meski terjadi aksi jual signifikan di saham dan instrumen moneter Bank Indonesia, minat asing terhadap Surat Berharga Negara tetap terjaga. Bank Indonesia menilai dinamika ini tidak lepas dari ketidakpastian global, arah suku bunga negara maju, serta reposisi portofolio investor menjelang 2026.


Fokus Utama:

■ Arus Modal Keluar Signifikan: Dana asing Rp125,1 triliun keluar dari pasar keuangan Indonesia sepanjang 2025.
■ SRBI Jadi Titik Tekanan: Instrumen moneter BI mencatat jual neto asing terbesar, mencerminkan kehati-hatian investor global.
■ SBN Tetap Menarik: Di tengah tekanan, Surat Berharga Negara masih mencatat beli neto asing.


Bank Indonesia mencatat arus modal asing keluar Rp125,1 triliun sepanjang 2025. Tekanan terbesar terjadi di SRBI dan saham, sementara SBN tetap menarik di tengah ketidakpastian global.


Tekanan global kembali tercermin di pasar keuangan Indonesia. Sepanjang 2025, arus modal asing mencatatkan keluar bersih hingga ratusan triliun rupiah—sebuah sinyal bahwa investor global masih bersikap hati-hati terhadap aset negara berkembang, meski fundamental ekonomi domestik relatif terjaga.

Bank Indonesia (BI) melaporkan arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik sepanjang 2025 mencapai Rp125,1 triliun. Data tersebut dihimpun berdasarkan setelmen transaksi sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025.

Secara rinci, dana asing tercatat keluar dari pasar saham senilai Rp17 triliun. Tekanan terbesar datang dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mengalami jual neto asing mencapai Rp110,11 triliun. Di sisi lain, pasar Surat Berharga Negara (SBN) justru mencatat beli neto asing sebesar Rp2,01 triliun, menjadi satu-satunya instrumen yang masih diminati investor nonresiden.

“Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 31 Desember 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp17,00 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran resmi, dikutip Minggu (4/1).

Komposisi arus modal ini menunjukkan perubahan strategi investor global. Instrumen moneter jangka pendek seperti SRBI menjadi sasaran utama aksi keluar, seiring meningkatnya sensitivitas pasar terhadap pergerakan suku bunga global dan penguatan dolar AS. Sebaliknya, SBN masih dipandang menarik berkat imbal hasil yang kompetitif dan stabilitas fiskal Indonesia.

Menariknya, di penghujung tahun, pergerakan dana asing menunjukkan sinyal berbeda. Pada periode 29–31 Desember 2025, investor asing justru mencatatkan beli neto senilai Rp2,43 triliun.
Modal tersebut terdiri dari beli neto Rp1,23 triliun di pasar saham dan Rp1,66 triliun di pasar SBN, sementara di SRBI masih terjadi jual neto sebesar Rp0,46 triliun.

Fenomena ini kerap terjadi menjelang pergantian tahun, ketika investor global melakukan rebalancing portofolio untuk menyongsong tahun berikutnya. Sejumlah analis menilai arus masuk di akhir tahun juga mencerminkan ekspektasi bahwa tekanan global berpotensi mereda, seiring sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral negara maju pada 2026.

Secara makro, Indonesia relatif berada dalam posisi yang lebih stabil dibandingkan banyak negara berkembang lain. Inflasi sepanjang 2025 tercatat di kisaran 2,92%, masih dalam target BI, sementara cadangan devisa tetap kuat. Namun, dinamika arus modal menunjukkan bahwa pasar keuangan domestik tetap rentan terhadap sentimen eksternal, terutama kebijakan suku bunga The Fed, konflik geopolitik, serta volatilitas pasar global.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial. Fokus utama BI adalah memastikan likuiditas tetap terjaga, imbal hasil aset domestik kompetitif, serta kepercayaan investor—baik domestik maupun global—tetap terpelihara di tengah lanskap ekonomi dunia yang belum sepenuhnya pulih.


Digionary:

● Arus Modal Asing: Pergerakan dana investor luar negeri masuk atau keluar dari pasar keuangan domestik.
● Nonresiden: Investor atau pelaku pasar yang berasal dari luar negeri.
● Rebalancing Portofolio: Penyesuaian komposisi aset investasi untuk mengelola risiko dan peluang.
● SBN: Surat Berharga Negara, instrumen utang pemerintah.
● SRBI: Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, instrumen moneter BI untuk pengelolaan likuiditas.
● Setelmen: Proses penyelesaian akhir transaksi keuangan.

#BankIndonesia #ModalAsing #ArusModal #PasarKeuangan #SahamIndonesia #SBN #SRBI #EkonomiIndonesia #InvestasiGlobal #PasarModal #IHSG #KebijakanMoneter #Inflasi #NilaiTukar #EmergingMarket #InvestorAsing #StabilitasKeuangan #Ekonomi2026 #MakroEkonomi #KeuanganNasional

Comments are closed.