Visa dan Mastercard Bayar Mahal: Skandal Biaya ATM Berujung Denda Ratusan Juta Dolar

- 30 Desember 2025 - 06:28

Visa dan Mastercard sepakat membayar total US$167,5 juta untuk menyelesaikan gugatan class action terkait dugaan praktik kartel yang menjaga biaya akses ATM tetap tinggi selama bertahun-tahun. Kesepakatan ini membuka peluang kompensasi bagi jutaan pengguna ATM non-bank di Amerika Serikat sejak 2007, sekaligus menambah panjang daftar tekanan hukum terhadap raksasa sistem pembayaran global tersebut di tengah meningkatnya pengawasan regulator atas industri pembayaran digital.

Fokus Utama:

■ Kompensasi Konsumen: Jutaan pengguna ATM non-bank berpeluang menerima pengembalian biaya sejak 2007.
■ Tekanan Regulasi: Kasus ini menambah daftar gugatan antimonopoli terhadap Visa dan Mastercard.
■ Masa Depan Biaya ATM: Putusan ini bisa memicu perubahan struktur tarif dan aturan industri pembayaran.


Dua raksasa jaringan pembayaran global, Visa dan Mastercard, kembali harus membuka dompet dalam-dalam. Kali ini bukan karena inovasi atau ekspansi bisnis, melainkan untuk mengakhiri gugatan hukum panjang terkait biaya akses ATM yang dinilai memberatkan konsumen. Total US$167,5 juta disepakati sebagai harga damai atas tuduhan bahwa keduanya secara sistematis menjaga tarif ATM tetap tinggi selama lebih dari satu dekade.


Visa dan Mastercard resmi menyepakati pembayaran total US$167,5 juta guna menyelesaikan gugatan class action yang menuding keduanya bersekongkol mempertahankan biaya akses ATM pada level tinggi. Gugatan tersebut menargetkan praktik penarikan biaya pada ATM independen atau non-bank—mesin ATM yang tidak dimiliki lembaga perbankan.

Kesepakatan ini diajukan ke Pengadilan Distrik Federal di Washington dan masih menunggu persetujuan hakim. Jika disahkan, seperti dikutip CNBC, dana tersebut akan dialokasikan sebagai kompensasi bagi jutaan pengguna ATM yang dikenai biaya akses tanpa penggantian sejak Oktober 2007.

Dalam skema pembagian, Visa menyumbang sekitar US$88,8 juta, sementara Mastercard US$78,7 juta. Dana itu akan masuk ke settlement fund yang nantinya dibagikan kepada konsumen yang memenuhi kriteria transaksi.

Gugatan ini pertama kali diajukan pada 2011, menantang aturan industri yang diterapkan Visa dan Mastercard. Aturan tersebut dituding menghambat operator ATM independen menawarkan tarif lebih rendah, sehingga menciptakan struktur harga yang dianggap tidak kompetitif.

Visa dan Mastercard membantah semua tuduhan pelanggaran. Hingga berita ini diturunkan, kedua perusahaan maupun kuasa hukum utama konsumen belum memberikan komentar resmi.

Kasus ini bukan yang pertama. Pada 2024, Visa dan Mastercard juga sepakat membayar US$197,5 juta untuk menyelesaikan gugatan serupa dari kelompok pengguna ATM bank. Bahkan sebelumnya, pada 2021, sejumlah bank besar di AS telah membayar US$66 juta untuk menyudahi tuntutan dalam rangkaian perkara yang sama.

Dalam dokumen pengadilan, pengacara penggugat menyebut kesepakatan terbaru ini sebagai “hasil yang sangat baik mengingat risiko jika perkara dilanjutkan”. Mereka berencana meminta pengadilan menetapkan honorarium hukum hingga 30% dari total dana, setara sekitar US$50 juta.

Sementara itu, satu gugatan lain yang diajukan oleh pemilik dan operator ATM independen masih bergulir di pengadilan yang sama, menandakan bahwa saga hukum biaya ATM belum sepenuhnya berakhir.

Tekanan hukum terhadap Visa juga datang dari arah lain. Departemen Kehakiman AS saat ini menggugat Visa atas dugaan monopoli ilegal di pasar kartu debit AS. Gugatan tersebut berpotensi menjadi ujian besar bagi dominasi Visa dalam ekosistem pembayaran ritel, terutama di tengah pertumbuhan pesat transaksi non-tunai dan pembayaran digital.

Menurut data Federal Reserve, biaya penarikan ATM di AS telah meningkat lebih dari 25% dalam satu dekade terakhir, dengan rata-rata biaya gabungan (operator ATM dan bank) mendekati US$4 per transaksi. Kondisi ini memperkuat kritik bahwa struktur biaya ATM semakin tidak ramah konsumen berpendapatan rendah—kelompok yang paling bergantung pada uang tunai.

Digionary:

● Antimonopoli: Upaya hukum untuk mencegah praktik bisnis yang merugikan persaingan sehat.
● ATM Independen: Mesin ATM yang dimiliki operator non-bank.
● Biaya Akses ATM: Tarif yang dikenakan saat menarik uang di ATM di luar jaringan bank.
● Class Action: Gugatan hukum yang diajukan oleh sekelompok besar korban dengan klaim serupa.
● Settlement Fund: Dana khusus yang disiapkan untuk membayar kompensasi hasil penyelesaian hukum.

#Visa #Mastercard #ATMFee #GugatanHukum #Antimonopoli #IndustriPembayaran #FintechGlobal #SistemPembayaran #BiayaATM #RegulasiKeuangan #PerlindunganKonsumen #BankingNews #DigitalPayment #KeuanganGlobal #Reuters #CNBC #USJustice #PaymentNetwork #FinancialLaw #MarketRegulation

Comments are closed.