DBS dan Soft Space Hadirkan Layanan Tap-to-Phone,Ubah Smartphone Android Jadi Mesin Pembayaran

- 3 Juni 2026 - 19:57

DBS Bank menjadi bank pertama di Singapura yang meluncurkan layanan tap-to-phone melalui aplikasi DBS MAX bekerja sama dengan Soft Space. Inovasi ini memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran kartu kredit dan debit langsung melalui smartphone Android tanpa memerlukan mesin EDC. Langkah tersebut mencerminkan arah baru industri pembayaran digital global yang semakin mengandalkan perangkat lunak, teknologi NFC, dan mobile commerce untuk menekan biaya akuisisi merchant serta memperluas inklusi pembayaran digital bagi usaha kecil dan mikro.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ DBS menjadi bank pertama di Singapura yang memungkinkan merchant menerima pembayaran kartu kredit dan debit langsung melalui smartphone Android tanpa mesin EDC menggunakan teknologi tap-to-phone.
■ Teknologi SoftPOS memungkinkan smartphone berfungsi sebagai terminal pembayaran sehingga biaya investasi merchant menjadi lebih rendah dan proses digitalisasi usaha kecil menjadi lebih cepat.
■ Industri pembayaran global mulai bergerak dari model berbasis perangkat keras menuju software-based payment acceptance yang memanfaatkan NFC, cloud, data analytics, dan mobile commerce.


Persaingan industri pembayaran digital memasuki babak baru. DBS Bank menjadi bank pertama di Singapura yang memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran kartu kredit dan debit langsung melalui smartphone Android tanpa mesin Electronic Data Capture (EDC), melalui fitur tap-to-phone yang terintegrasi dalam aplikasi DBS MAX.

Transformasi sistem pembayaran digital terus bergerak menuju model yang lebih sederhana, murah, dan mudah diakses. DBS Bank meluncurkan layanan tap-to-phone yang memungkinkan merchant menerima pembayaran kartu hanya menggunakan smartphone Android berteknologi Near Field Communication (NFC). Fitur tersebut dikembangkan bersama perusahaan teknologi pembayaran asal Malaysia, Soft Space, dan tersedia melalui aplikasi DBS MAX.

Melalui layanan ini, pelanggan cukup menempelkan kartu fisik atau dompet digital yang mendukung pembayaran nirsentuh ke smartphone merchant. Transaksi kemudian diproses secara real-time tanpa memerlukan perangkat EDC tambahan.

Teknologi ini mendukung berbagai metode pembayaran berbasis NFC, termasuk Apple Pay, Google Wallet, dan Samsung Wallet.

Langkah DBS menunjukkan bagaimana industri pembayaran global mulai menggeser fungsi terminal pembayaran fisik menjadi perangkat lunak yang berjalan langsung di smartphone.

Model Software Point of Sale (SoftPOS) seperti tap-to-phone dinilai mampu menurunkan hambatan biaya bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk menerima pembayaran kartu.

Kepala Cash Product Management Global Transaction Services DBS, Tesy Mathew, mengatakan layanan baru tersebut akan memperluas pilihan pembayaran bagi merchant sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

“Dengan tap-to-phone, kami sangat antusias menambahkan metode penerimaan pembayaran baru ke aplikasi DBS MAX. Pelaku usaha dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan hemat biaya serta berkembang dengan lebih percaya diri untuk menangkap peluang baru. Nasabah ritel juga memperoleh manfaat karena kini memiliki lebih banyak pilihan menggunakan pembayaran nirsentuh favorit mereka di seluruh Singapura,” ujarnya kepada fintechnews.sg.

DBS menjelaskan fitur tersebut melengkapi layanan pembayaran yang sebelumnya tersedia di DBS MAX, termasuk DBS PayLah! dan PayNow berbasis QR Code.

Fleksibilitas menjadi salah satu nilai utama teknologi ini. Merchant yang menjalankan bisnis pop-up store, usaha keliling, event temporer, maupun usaha mikro tidak lagi harus membeli atau menyewa terminal pembayaran khusus.

Aktivasi layanan dapat dilakukan langsung melalui aplikasi DBS MAX dalam beberapa langkah sederhana.

Selain meningkatkan kenyamanan merchant lokal, DBS menilai layanan ini juga dapat membantu pelaku usaha melayani wisatawan internasional yang lebih terbiasa menggunakan kartu pembayaran dibandingkan sistem pembayaran lokal berbasis QR.

CEO Soft Space, Joel Tay, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting dalam evolusi sistem pembayaran digital di Singapura.

“Kami bangga mendukung DBS dalam menghadirkan layanan penerimaan pembayaran kartu berbasis tap-to-phone kepada merchant di Singapura. Sebagai bank pertama di Singapura yang meluncurkan kemampuan ini, DBS memperkuat pentingnya penerimaan pembayaran kartu di samping pembayaran QR sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada merchant dalam melayani pelanggan mereka,” katanya.

Strategi Digital Perbankan

Peluncuran tap-to-phone memperlihatkan bagaimana bank-bank besar di Asia mulai mengadopsi pendekatan embedded payment dan software-based acquiring untuk memperluas ekosistem pembayaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus digitalisasi pembayaran banyak tertuju pada QR Code. Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pembayaran kartu tetap memiliki peran penting, terutama untuk transaksi lintas negara dan wisatawan internasional.

Bank yang mampu mengintegrasikan berbagai metode pembayaran dalam satu platform berpotensi meningkatkan engagement merchant sekaligus memperluas sumber pendapatan berbasis transaksi.

Bagi industri perbankan, teknologi SoftPOS juga membuka peluang baru untuk mengakuisisi merchant mikro yang sebelumnya tidak ekonomis dilayani menggunakan infrastruktur EDC tradisional.

Tren Global Pembayaran Digital

Menurut berbagai riset industri pembayaran global, pasar SoftPOS diperkirakan tumbuh pesat dalam lima tahun ke depan seiring meningkatnya penetrasi smartphone NFC dan kebutuhan merchant terhadap solusi pembayaran berbiaya rendah.

Transformasi ini memperlihatkan bahwa masa depan pembayaran tidak lagi bergantung pada perangkat keras khusus, melainkan pada perangkat lunak, cloud computing, data analytics, dan keamanan siber yang terintegrasi.

Bank-bank yang mampu menggabungkan pembayaran kartu, QR Code, mobile wallet, dan AI-driven merchant services diperkirakan akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat dalam ekonomi digital.

Peluncuran tap-to-phone DBS menjadi sinyal bahwa evolusi pembayaran digital Asia kini bergerak menuju model yang lebih inklusif, fleksibel, dan berbasis perangkat lunak. ●

DIGI-INSIGHTS:

Peluncuran tap-to-phone DBS menunjukkan bahwa masa depan akuisisi merchant tidak lagi ditentukan oleh distribusi mesin EDC, melainkan oleh kemampuan bank menghadirkan layanan pembayaran berbasis software. Dalam ekonomi digital, biaya perangkat keras semakin menjadi hambatan yang ingin dihilangkan. Strategi DBS memperlihatkan bagaimana bank dapat memperluas jaringan merchant tanpa investasi infrastruktur fisik yang besar.

Bagi industri perbankan Indonesia, model ini relevan untuk mempercepat digitalisasi UMKM. Banyak pelaku usaha mikro belum menerima pembayaran kartu karena biaya EDC dianggap terlalu mahal atau tidak praktis. Teknologi SoftPOS memungkinkan smartphone menjadi titik penerimaan pembayaran yang jauh lebih murah dan mudah diimplementasikan. Hal ini berpotensi memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan volume transaksi non-tunai.

Persaingan di masa depan tidak hanya terjadi pada penyediaan alat pembayaran, tetapi pada kemampuan menggabungkan pembayaran, data, AI, dan layanan bisnis dalam satu platform. Bank yang mampu memanfaatkan data transaksi merchant untuk analisis bisnis, pembiayaan, pemasaran, dan customer engagement akan memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan bank yang hanya berperan sebagai penyedia infrastruktur pembayaran. Dalam konteks ini, tap-to-phone bukan sekadar inovasi pembayaran, melainkan pintu masuk menuju ekosistem perbankan digital yang lebih luas. ●

DIGIONARY:

● Acquiring Bank: Bank yang menyediakan layanan penerimaan pembayaran bagi merchant.
● Android: Sistem operasi perangkat mobile yang digunakan pada smartphone dan tablet.
● Apple Pay: Layanan dompet digital milik Apple untuk pembayaran nirsentuh.
● Cloud Computing: Infrastruktur komputasi berbasis internet yang memungkinkan pemrosesan data secara fleksibel.
● Contactless Payment: Metode pembayaran tanpa kontak fisik menggunakan NFC.
● Data Analytics: Proses analisis data untuk menghasilkan informasi bisnis yang lebih akurat.
● Digital Wallet: Dompet elektronik yang menyimpan instrumen pembayaran digital.
● EDC: Electronic Data Capture, perangkat untuk menerima pembayaran kartu.
● Embedded Payment: Pembayaran yang terintegrasi langsung dalam aplikasi atau platform digital.
● Google Wallet: Dompet digital milik Google untuk transaksi pembayaran elektronik.
● Merchant: Pelaku usaha yang menerima pembayaran dari pelanggan.
● NFC: Near Field Communication, teknologi komunikasi jarak dekat untuk transaksi nirsentuh.
● PayNow: Sistem pembayaran instan nasional Singapura.
● QR Code Payment: Metode pembayaran menggunakan kode QR yang dipindai pengguna.
● SoftPOS: Teknologi yang mengubah smartphone menjadi terminal pembayaran kartu.

#DBS #DBSMAX #SoftSpace #TapToPhone #SoftPOS #DigitalPayment #CashlessSociety #MerchantPayment #Fintech #DigitalBanking #PaymentInnovation #NFC #ContactlessPayment #ApplePay #GoogleWallet #SamsungWallet #EmbeddedFinance #FinancialTechnology #DigitalTransformation #Payments

DBS tap-to-phone, DBS MAX, Soft Space, pembayaran digital Singapura, SoftPOS, merchant payment, pembayaran tanpa EDC, NFC payment, contactless payment, digital banking Asia, inovasi pembayaran digital, fintech Singapura, pembayaran kartu digital, embedded finance, software point of sale, mobile payment, QR payment, payment technology, cashless economy, transformasi pembayaran digital,

Comments are closed.