Microsoft memperkuat infrastruktur digital hijau di Indonesia dengan menjalin kemitraan strategis bersama PLN untuk menyuplai 200MW energi surya selama 10 tahun bagi pusat datanya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen global Microsoft untuk mencapai operasional bebas karbon 100% dan target ambisius menjadi perusahaan water positive serta netral karbon pada 2030, sembari mengoperasikan fasilitas pusat data di Karawang yang memiliki kapasitas total 144MW.
Fokus:
■ Kemitraan Energi Jangka Panjang: Microsoft dan PLN tengah merampungkan kontrak berdurasi 10 tahun untuk mengintegrasikan 200MW tenaga surya ke dalam jaringan listrik nasional guna mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan.
■ Transformasi Infrastruktur Hijau: Selain sumber energi, Microsoft menerapkan inovasi material konstruksi rendah karbon, termasuk penggunaan kayu dan prototipe beton ramah lingkungan, guna menekan emisi pada fisik bangunan pusat data.
■ Ekspansi Kapasitas Data Center: Fasilitas Microsoft di Karawang diproyeksikan memiliki kapasitas total 144MW, didukung oleh dua kampus pusat data lainnya dengan total daya yang sama untuk memperkuat ekosistem cloud di Indonesia.
Raksasa teknologi Microsoft mempercepat transisi energi hijau dalam operasional pusat datanya di Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengonfirmasi rencana kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk menyediakan pasokan listrik dari tenaga surya sebesar 200MW guna menyokong fasilitas infrastruktur digital mereka yang kian ekspansif.
Rencana strategis ini diungkapkan dalam kunjungan ke fasilitas Data Center Microsoft di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan listrik, melainkan bagian dari kontrak jangka panjang untuk menghijaukan jaringan listrik nasional di Indonesia.
”Saya sangat senang, saya yakin dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kontrak yang sedang kami kerjakan bersama PLN. Seperti yang telah disebutkan, kami sangat serius dalam hal keberlanjutan, dan ini adalah kontrak berdurasi 10 tahun untuk membawa energi surya ke jaringan listrik di Indonesia,” ujar Noelle Walsh, Presiden Cloud Operations & Innovation Microsoft, Rabu (4/2).
Ambisi Bebas Emisi 2025
Langkah Microsoft menggandeng PLN searah dengan target global perusahaan untuk mencapai operasional 100% bebas energi karbon pada akhir 2025. Alistair Speirs, General Manager Azure Infrastructure Microsoft, menekankan bahwa audit dan pemeriksaan infrastruktur terus dilakukan secara berkala demi memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan tersebut.
”Kami melakukan semua ini dengan komitmen untuk menggunakan energi nol karbon 100% di seluruh armada kami pada akhir 2025,” kata Alistair. Ia menambahkan bahwa fokus keberlanjutan tidak hanya terpaku pada sumber energi, tetapi juga pada “karbon yang tertanam” dalam material konstruksi bangunan. Microsoft mulai bereksperimen dengan penggunaan kayu dan prototipe beton baru yang menghasilkan emisi lebih rendah dalam proses pembangunannya.
Menuju Netral Karbon dan ‘Water Positive’
Ambisi lingkungan Microsoft tidak berhenti di urusan listrik. Pada 2030, perusahaan menargetkan posisi netral karbon di seluruh operasinya. Selain itu, mereka berkomitmen menjadi perusahaan water positive, yakni upaya mengembalikan volume air ke ekosistem dalam jumlah yang lebih besar daripada yang dikonsumsi untuk operasional pusat data.
Di Indonesia, pusat data Microsoft di Karawang diproyeksikan memiliki kapasitas total 144MW saat beroperasi penuh. Perusahaan juga mengelola dua lokasi kampus pusat data lainnya dengan kapasitas gabungan 144MW, menjadikan Indonesia salah satu titik penting dalam infrastruktur cloud Azure di Asia Tenggara.
Integrasi 200MW tenaga surya ini diharapkan menjadi katalisator bagi ketersediaan energi terbarukan di Indonesia, sekaligus menetapkan standar baru bagi industri pusat data yang dikenal haus energi.
Digionary:
● Cloud Operations: Serangkaian aktivitas untuk mengelola, mengoptimalkan, dan mengamankan layanan komputasi awan (cloud) agar berjalan secara efisien.
● Data Center (Pusat Data): Fasilitas fisik yang digunakan untuk menempatkan server dan sistem komputasi guna menyimpan serta memproses data skala besar.
● Energi Nol Karbon: Sumber energi yang dalam proses produksinya tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
● Infrastruktur Azure: Rangkaian perangkat keras dan jaringan global milik Microsoft yang menyediakan layanan komputasi awan untuk bisnis dan pengembang.
● Netral Karbon: Kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dihasilkan seimbang dengan jumlah karbon yang diserap atau dikompensasi.
● Water Positive: Komitmen perusahaan untuk mengembalikan ketersediaan air ke lingkungan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan jumlah air yang digunakan dalam operasional bisnisnya.
#MicrosoftIndonesia #PLN #TenagaSurya #DataCenter #EnergiTerbarukan #NetralKarbon #Azure #InovasiHijau #TeknologiRamahLingkungan #InvestasiRI #CloudComputing #Sustainability #IndonesiaMaju #EnergiHijau #MicrosoftAzure #InfrastrukturDigital #EcoFriendly #GoGreen #Teknologi #CarbonNeutral
