Investor Ritel Melonjak, Ajaib Dorong Pentingnya Keandalan Sistem dan Literasi Transaksi Digital

- 28 Januari 2026 - 13:23

Jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 20,36 juta pada akhir 2025, didorong oleh penetrasi aplikasi investasi digital. Lonjakan ini membuka peluang besar inklusi keuangan, namun sekaligus menguji keandalan sistem transaksi saham real-time dan literasi pengguna. Ajaib menegaskan pentingnya keseimbangan antara teknologi yang andal, keamanan berstandar internasional, dan edukasi investor agar kepercayaan pasar tetap terjaga.


Fokus:
■  Investor pasar modal Indonesia menembus 20,36 juta pada akhir 2025 didorong aplikasi digital
■  Keandalan sistem transaksi real-time dan literasi investor menjadi kunci menjaga kepercayaan
■  Ajaib menekankan keamanan berstandar ISO 27001, transparansi, dan edukasi dalam aplikasi


Revolusi investasi digital di Indonesia melahirkan jutaan investor baru hanya dalam hitungan tahun. Namun ketika transaksi saham dilakukan dalam hitungan detik lewat ponsel, tantangan terbesarnya bukan lagi akses—melainkan keandalan sistem dan pemahaman pengguna terhadap cara kerja transaksi itu sendiri.


Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tonggak baru dimana jumlah investor pasar modal nasional mencapai 20,36 juta orang pada akhir 2025. Angka ini mencerminkan percepatan inklusi keuangan yang didorong oleh kehadiran platform investasi digital. Namun pertumbuhan yang sangat cepat ini menghadirkan konsekuensi baru. Volume transaksi meningkat tajam, kecepatan eksekusi makin tinggi, dan ekspektasi investor terhadap sistem menjadi jauh lebih sensitif. Dalam lanskap seperti ini, akurasi sistem transaksi real-time dan pemahaman investor terhadap mekanisme perdagangan menjadi fondasi utama kepercayaan pasar.

Azizah, Associate Vice President Marketing Ajaib, menegaskan bahwa di era investasi digital, teknologi dan literasi tidak bisa dipisahkan. “Sistem transaksi saham bekerja secara real-time dan seluruh instruksi diproses persis seperti yang diinput oleh nasabah. Karena itu, selain memastikan sistem yang andal dan aman, kami juga terus mendorong pemahaman investor agar lebih teliti dalam setiap langkah transaksi,” ujar Azizah.

Pernyataan ini relevan dengan dinamika yang sempat menjadi perhatian publik pada pertengahan tahun lalu terkait pengalaman transaksi pengguna. Menurut Ajaib, isu tersebut telah diselesaikan melalui proses komunikasi dan klarifikasi yang konstruktif, hingga seluruh pihak memiliki pemahaman yang selaras mengenai mekanisme sistem dan fitur transaksi.

Investor pasar modal Indonesia tembus 20,36 juta. Di balik lonjakan ini, Ajaib menekankan pentingnya keandalan sistem transaksi real-time dan literasi investor demi menjaga kepercayaan di era investasi digital.

“Kami mengapresiasi itikad baik nasabah tersebut untuk memverifikasi fakta dan menyampaikan perkembangan secara terbuka. Hal ini mencerminkan pemahaman yang kini telah utuh mengenai mekanisme fitur transaksi. Dengan adanya penyelesaian dan klarifikasi ini, masalah tersebut, secara bersama telah dinyatakan selesai sepenuhnya,” tambah Azizah.

Sebagai perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta anggota BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Ajaib menegaskan seluruh transaksi dapat ditelusuri dan diproses sesuai ketentuan regulator.

Di sisi keamanan sistem, Ajaib telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen. Standar ini menjadi krusial di tengah meningkatnya aktivitas investor ritel yang sebagian besar baru mengenal pasar modal melalui aplikasi.

“Di tengah bertambahnya investor baru, Ajaib terus menghadirkan panduan penggunaan dan informasi di dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami alur transaksi dan risiko yang menyertai. Upaya ini dilakukan agar investor dapat mengambil keputusan dengan lebih sadar dan terukur,” jelasnya.

Ke depan, Ajaib juga menyebut akan memperluas dukungan terhadap partisipasi investor ritel, termasuk akses digital ke penawaran umum perdana saham melalui mekanisme e-IPO di bawah pengawasan regulator. “Dengan sistem yang andal dan pemahaman pengguna yang baik, Ajaib percaya ekosistem pasar modal digital dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Azizah.

Lonjakan investor ritel menunjukkan masa depan pasar modal Indonesia semakin digital. Namun fondasi utamanya tetap sama: kepercayaan. Dan kepercayaan itu, di era aplikasi, ditentukan oleh dua hal—sistem yang presisi dan pengguna yang paham.

Digionary
● BEI: Bursa Efek Indonesia, penyelenggara perdagangan saham nasional
● e-IPO: Mekanisme pembelian saham perdana secara digital
● ISO 27001: Standar internasional sistem manajemen keamanan informasi
● KPEI: Lembaga penjaminan dan kliring transaksi efek
● KSEI: Lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek di Indonesia
● Real-time: Pemrosesan data dan instruksi secara langsung tanpa jeda
● Transaksi digital: Perdagangan saham melalui aplikasi berbasis teknologi

#InvestorRitel #PasarModal #Ajaib #BEI #InvestasiDigital #LiterasiKeuangan #TransaksiSaham #ISO27001 #eIPO #KeamananData #FintechIndonesia #InklusiKeuangan #OJK #KPEI #KSEI #SahamOnline #EdukasiInvestor #TeknologiKeuangan #DigitalTrading #EkosistemPasarModal

Comments are closed.