Bank Neo Commerce Salurkan Dana CSR untuk Infrastruktur Air Bersih Pascabencana Sumatra

- 4 Juni 2026 - 06:36

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun fasilitas sumur air bersih di Desa Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini ditujukan untuk membantu pemulihan masyarakat dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025. Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana sektor perbankan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berperan dalam mendukung pembangunan sosial dan keberlanjutan masyarakat pascabencana.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Bank Neo Commerce dan BAZNAS RI membangun fasilitas sumur air bersih di Tapanuli Tengah untuk membantu masyarakat dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang serta longsor di Sumatra.
■ Program tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana CSR Bank Neo Commerce yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih dan sanitasi.
■ Kolaborasi sektor perbankan dan lembaga sosial menunjukkan semakin pentingnya implementasi ESG dalam strategi keberlanjutan industri jasa keuangan Indonesia.


PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) memperkuat komitmennya terhadap pembangunan sosial dan keberlanjutan melalui program penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Utara. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bank digital tersebut membangun sumur air bersih di Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, guna membantu pemulihan akses kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

PT Bank Neo Commerce Tbk (Bank Neo Commerce/BNC) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program pembangunan fasilitas sumur air bersih bagi masyarakat Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Peresmian dilakukan melalui seremoni serah terima yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Neo Commerce, Jakarta Selatan, Senin (25/5).

Program tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Neo Commerce yang dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS RI untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025.

Bank Neo Commerce dan BAZNAS RI membangun fasilitas sumur air bersih di Tapanuli Tengah untuk membantu masyarakat dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang serta longsor di Sumatra. (Foto: Dok. Bank Neo Commerce)

Akses terhadap air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang terdampak akibat bencana tersebut. Selain kebutuhan rumah tangga, kerusakan infrastruktur juga memengaruhi fasilitas pendidikan dan sanitasi di sejumlah wilayah.

Chief Operations Officer Bank Neo Commerce, Adrian Soewardjo, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang menghadapi dampak bencana.

“Komitmen Bank Neo Commerce selalu ingin menjadi bagian dari aksi nyata terhadap masyarakat di sekitar kita. Kami tidak hanya melihat dari pertumbuhan bisnis aja, tapi juga peduli terhadap apa yang terjadi di masyarakat, terutama ketika terjadi bencana,” jelas Adrian.

Menurut Adrian, kolaborasi dengan BAZNAS RI menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat penerima.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI yang telah menjadi mitra dalam pelaksanaan program kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan menilai kolaborasi antara sektor perbankan dan lembaga pengelola zakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh Bank Neo Commerce melalui penyaluran dana CSR ini. Program pembangunan sumur air bersih ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Rizaludin.

Ia menambahkan, transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek utama dalam pengelolaan dana CSR sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Fokus pada Fasilitas Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Zakat Perusahaan BAZNAS RI, Argo Sayoto, menjelaskan bahwa pembangunan sumur air bersih difokuskan untuk membantu fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di wilayah Sumatra Utara.

Menurut Argo, dana CSR dari Bank Neo Commerce dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sanitasi di salah satu sekolah yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Bencana banjir kemarin tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tapi juga kerusakan fisik termasuk fasilitas pendidikan. Jadi donasi yang disampaikan oleh Bank Neo Commerce, itu kami salurkan di wilayah terdampak terutama di Tapanuli Tengah itu berupa pembangunan sumur air bersih,” ujar Argo.

Program tersebut diharapkan dapat membantu mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan sekolah.

Peran ESG dan Keberlanjutan Perbankan

Langkah Bank Neo Commerce mencerminkan semakin kuatnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri perbankan Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank-bank nasional tidak hanya berlomba melakukan transformasi digital, tetapi juga memperkuat kontribusi sosial melalui program keberlanjutan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Praktik ESG kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan, terutama di sektor jasa keuangan yang semakin dituntut untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial.

Bagi industri perbankan digital, program sosial yang terukur dan berkelanjutan juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi perusahaan, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Melalui program ini, Bank Neo Commerce berharap kontribusi yang diberikan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak. ●


DIGI-INSIGHTS:

Di tengah persaingan ketat industri perbankan digital, keberhasilan sebuah bank tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan kredit, jumlah nasabah, atau profitabilitas. Investor, regulator, dan masyarakat semakin memperhatikan bagaimana institusi keuangan menciptakan dampak sosial yang nyata. Program air bersih yang dilakukan Bank Neo Commerce menunjukkan bahwa implementasi ESG mulai bergerak dari sekadar pemenuhan regulasi menuju penciptaan nilai sosial yang terukur.

Bagi bank digital, pembangunan kepercayaan menjadi aset yang sama pentingnya dengan teknologi. Berbeda dengan bank konvensional yang memiliki jaringan kantor fisik luas, bank digital harus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pengalaman nasabah, transparansi, dan kontribusi sosial. Program seperti ini dapat memperkuat reputasi perusahaan sekaligus meningkatkan legitimasi sosial di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan.

Program CSR industri perbankan diperkirakan akan semakin terintegrasi dengan agenda keberlanjutan nasional, termasuk ketahanan iklim, pendidikan, kesehatan, dan inklusi keuangan. Bank yang mampu menghubungkan strategi bisnis dengan dampak sosial berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan dibanding institusi yang hanya berfokus pada pertumbuhan finansial semata. ●


DIGIONARY:

● Accountability: Prinsip pertanggungjawaban dalam pengelolaan program dan dana. ● BAZNAS: Badan Amil Zakat Nasional yang mengelola dana zakat dan program sosial. ● CSR: Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan. ● Disaster Recovery: Proses pemulihan pascabencana bagi masyarakat dan infrastruktur. ● ESG: Environmental, Social, and Governance sebagai standar keberlanjutan perusahaan. ● Financial Sustainability: Keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial. ● Governance: Tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. ● Infrastructure Development: Pembangunan sarana dan prasarana pendukung masyarakat. ● Philanthropy: Aktivitas sosial atau kemanusiaan yang dilakukan organisasi. ● Public Trust: Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi. ● Sanitation: Sistem dan fasilitas pendukung kebersihan serta kesehatan lingkungan. ● Social Impact: Dampak sosial yang dihasilkan dari suatu program. ● Sustainability: Keberlanjutan jangka panjang dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. ● Transparency: Keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana dan program. ● Water Access: Ketersediaan dan akses masyarakat terhadap sumber air bersih.

#BankNeoCommerce #BNC #BAZNAS #CSR #ESG #Sustainability #AirBersih #TapanuliTengah #SumatraUtara #DigitalBanking #PerbankanIndonesia #CorporateSocialResponsibility #Keberlanjutan #Pascabencana #InfrastrukturSosial #FinancialInclusion #SocialImpact #CommunityDevelopment #BankDigital #Indonesia

Comments are closed.