Targetkan Dominasi Regional, DBS Bidik Arus Kas Lintas Batas S$100 Miliar pada 2030

- 6 Februari 2026 - 06:53

DBS Group menargetkan volume arus kas lintas batas (cross-border flows) segmen konsumer mencapai S$100 miliar pada tahun 2030, sekaligus berambisi menggandakan pangsa pasar menjadi 20%. Melalui penguatan koridor pembayaran kunci seperti China, bank terbesar di Asia Tenggara ini berencana meluncurkan layanan remitansi keluar dari China dengan penyelesaian di hari yang sama (same-day transfer) pada paruh kedua 2026, guna menjawab kebutuhan kecepatan dan transparansi biaya bagi nasabah migran maupun wisatawan di kawasan Asia.


Fokus:

■ ​Dominasi Pasar Asia: DBS membidik posisi pemain dominan dengan target volume S$ 100 miliar di pasar inti meliputi Singapura, Hong Kong, China, India, Indonesia, dan Taiwan, melampaui pertumbuhan rata-rata industri.
■ ​Digitalisasi Jalur China: Perusahaan akan mengintegrasikan sistem pembayaran dengan raksasa teknologi China seperti Ant International (Alipay) dan WeChat Pay untuk mempermudah transaksi kode QR dan remitansi langsung ke dompet digital.
■ ​Revolusi Remitansi “Same-Day”: DBS bakal menghapus proses manual dalam remitansi keluar dari China dengan mendigitalisasi pemeriksaan kepatuhan melalui aplikasi, memungkinkan dana sampai di hari yang sama mulai akhir 2026.


​DBS Group secara tegas memancang target untuk menjadi pemain dominan dalam peta persaingan pembayaran lintas batas di Asia. Bank raksasa ini membidik volume arus kas lintas batas segmen konsumer sebesar S$ 100 miliar pada tahun 2030, yang dibarengi dengan ambisi melipatgandakan pangsa pasar dari 10% menjadi 20%.

​Sanjoy Sen, Group Head of Consumer Banking DBS, mengungkapkan bahwa strategi ini bukan semata-mata mengejar keuntungan dari biaya transaksi, melainkan merespons kebutuhan mendasar nasabah. “Kami melihat pembayaran lintas batas menjadi bagian yang sangat penting dari bisnis Asia kami, dan kami ingin menjadi pemain dominan di bidang ini,” ujarnya dalam wawancara dengan The Business Times, Kamis (5/2).

​Menurut Sen, fokus utama bank adalah memberikan layanan yang kompetitif bagi berbagai lapisan nasabah, termasuk pekerja migran. “Jika saya mentransfer uang untuk pekerja migran, saya harus secepat, semurah, dan seteliti mungkin terhadap harga sesuai kebutuhan pelanggan,” tambahnya.

​Akselerasi di Koridor China

Saat ini, DBS menguasai 10% pangsa pasar arus lintas batas di pasar-pasar inti seperti Singapura, Hong Kong, China, India, Indonesia, dan Taiwan. Sejak 2022, volume transaksi di segmen ini—termasuk remitansi dan belanja wisata—tumbuh 15% setiap tahun, atau sekitar dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan industri.

​Untuk mencapai target S$ 100 miliar tersebut, DBS gencar memperdalam penetrasi di koridor pembayaran strategis, terutama China. Bank baru saja menjalin kerja sama dengan raksasa fintech Ant International, yang memungkinkan tiga juta pengguna aplikasi PayLah! untuk melakukan pembayaran QR di ekosistem Alipay yang mencakup 150 juta pedagang secara global.

​Tak berhenti di situ, P’ing Lim, Regional Head of Ecosystems and Cross-Border Payments DBS, mengonfirmasi bahwa nasabah di Singapura dalam waktu dekat akan dapat mengirim uang langsung ke dompet digital WeChat di China.

​Memangkas Birokrasi Remitansi

Salah satu terobosan paling dinanti adalah rencana DBS untuk memperkenalkan remitansi keluar (outbound) dari China dengan penyelesaian di hari yang sama pada paruh kedua tahun 2026. Selama ini, proses pengiriman dana keluar dari China dikenal rumit dan memakan waktu berhari-hari karena ketatnya prosedur kepatuhan dan penggunaan jaringan bank koresponden.

​”Durasi panjang ini sebagian disebabkan oleh langkah-langkah kepatuhan yang ketat dan penggunaan jaringan bank koresponden. Di China, remitansi keluar juga memerlukan dokumentasi mengenai tujuan penggunaan dana,” jelas Lim.

​DBS akan mendigitalisasi seluruh proses pemeriksaan kepatuhan melalui aplikasi seluler untuk menggantikan pengecekan manual. Dengan efisiensi ini, DBS berharap dapat menempatkan diri di garda terdepan layanan remitansi dari China ke seluruh dunia.


​Digionary:

​● Alipay: Platform pembayaran digital raksasa milik Ant International (Grup Alibaba) di China.
● Bank Koresponden: Bank yang bertindak sebagai agen atas nama institusi keuangan lain untuk melakukan transaksi di wilayah di mana institusi tersebut tidak memiliki kantor fisik.
● Cross-Border Flows: Arus dana atau transaksi keuangan yang melintasi batas negara.
● Fintech: Inovasi teknologi dalam layanan keuangan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas.
● Market Share: Persentase dari total penjualan atau volume di pasar yang dikuasai oleh satu perusahaan tertentu.
● Remitansi: Layanan pengiriman uang antarnegara yang biasanya dilakukan oleh pekerja asing ke negara asalnya.
● Same-Day Transfer: Layanan pengiriman dana di mana penerima mendapatkan uang pada hari yang sama dengan pengiriman.
● WeChat Pay: Salah satu ekosistem pembayaran seluler terbesar di China yang terintegrasi dengan aplikasi sosial WeChat.

​#DBSGroup #PembayaranLintasBatas #AsiaBanking #EkonomiDigital #RemitansiChina #DBSPayLah #Alipay #WeChatPay #FinansialAsia #PerbankanSingapura #TeknologiKeuangan #CrossBorderPayments #InvestasiAsia #DBSBank #InovasiPerbankan #TransferUang #PasarKeuangan #EkonomiKawasan #DigitalBanking #LayananKonsumer

Comments are closed.