PT Bank Syariah Nasional (BSN), entitas hasil spin-off Unit Usaha Syariah BTN, melakukan manuver agresif pasca-resmi beroperasi Desember 2025 dengan memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”. Memegang mandat besar sebagai penguasa pangsa pasar FLPP terbesar kedua di Indonesia, BSN meluncurkan rangkaian program pembiayaan inovatif—termasuk bundling KPR dengan emas dan aplikasi digital Bale Syariah—guna mendukung target penyaluran 73.700 unit KPR subsidi sebagai pilar utama menyukseskan Program Tiga Juta Rumah era Presiden Prabowo Subianto.
Fokus:
■ Dominasi Ekosistem Perumahan Syariah: BSN memperkuat posisi sebagai pemain utama pembiayaan perumahan end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan bagi pengembang hingga KPR subsidi dan non-subsidi bagi konsumen akhir.
■ Inovasi Produk ‘Home & Gold’: Perseroan meluncurkan integrasi unik antara pembiayaan hunian dengan investasi emas (BSN Home & Gold) serta program KPR Ikhtiar Haji untuk meningkatkan daya tarik pasar di segmen muslim.
■ Akselerasi Digital Melalui Bale Syariah: Peluncuran Super App Bale Syariah menjadi tulang punggung digitalisasi layanan, memudahkan verifikasi dan transaksi nasabah secara real-time sesuai prinsip syariah.
Meskipun usianya sebagai entitas mandiri baru seumur jagung—resmi beroperasi pada 22 Desember 2025—PT Bank Syariah Nasional (BSN) tidak membuang waktu untuk langsung menggebrak pasar. Bank hasil pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) BTN ini secara terang-terangan mengambil posisi strategis sebagai “Banknya Para Developer”.
Langkah agresif ini didasari oleh rekam jejak solid selama dua dekade saat masih bernaung di bawah bendera BTN. Dengan modal market share FLPP terbesar kedua di tanah air, BSN kini menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Program Tiga Juta Rumah.
”Selama 20 tahun beroperasi, BSN (Dulu merupakan Unit Usaha Syariah BTN) telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun pembiayaan komersial,” ungkap Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, dalam acara BSN Developer Gathering 2026 di Jakarta, Rabu (4/2).
Pertumbuhan di Atas Rata-rata
Kinerja BSN sepanjang 2025 memberikan sinyal positif bagi industri perbankan syariah nasional. Aset perseroan tercatat melesat 20,51% dengan pertumbuhan pembiayaan mencapai 25,02%. Alex menyebut pencapaian ini adalah buah dari kolaborasi erat dengan para mitra pengembang yang menjadi tulang punggung operasional mereka.
Untuk tahun 2026, BSN tidak main-main dalam memasang target. Mereka mengincar penyaluran KPR subsidi sebanyak 73.700 unit, atau menguasai 23% pangsa pasar nasional. Sementara untuk segmen non-subsidi, BSN menggoda pasar dengan margin promo mulai dari 2,65% bagi pengembang terpilih.
”Memasuki tahun 2026, BSN juga menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat,” tambah Alex.
Emas dan Haji: ‘Gimmick’ yang Menjadi Solusi
Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, mengungkapkan bahwa strategi mereka kini berfokus pada diferensiasi produk yang menyentuh gaya hidup religius masyarakat. Salah satu yang paling diminati adalah BSN Home & Gold, sebuah paket bundling KPR dengan investasi emas. Selain itu, ada program KPR Ikhtiar Haji yang memberikan keuntungan berupa porsi Haji atau paket Umroh bagi nasabah.
”Kami juga menawarkan program BSN Bonus Emas yang didukung melalui kerja sama dengan developer berupa gimmick pembiayaan emas, di mana nasabah yang membayar angsuran KPR secara lancar selama 1 tahun berhak memperoleh emas dengan cicilan yang difasilitasi oleh developer,” jelas Penta.
Benteng Digital: Bale Syariah
Menutup pekan ini, BSN dijadwalkan meluncurkan Super App bertajuk Bale Syariah. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi “satu pintu” bagi nasabah untuk mengakses layanan perbankan mulai dari registrasi hingga transaksi harian tanpa harus bertatap muka, mencerminkan efisiensi perbankan modern.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap mitra strategisnya, BSN juga memberikan penghargaan kepada 18 pengembang terbaik di wilayah Jabodetabek. Nama-nama besar seperti PT Pesona Kahuripan Group, PT Widia Persada, hingga PT Alam Indah Selaras menyabet gelar di berbagai kategori, mulai dari komersial hingga subsidi, mempertegas ekosistem yang solid di Jakarta dan sekitarnya.
Digionary:
● Asta Cita: Delapan visi utama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mencakup kemandirian bangsa dan pembangunan infrastruktur rakyat.
● Core Business: Fokus usaha utama dari sebuah perusahaan yang menjadi keunggulan kompetitifnya di pasar.
● End-to-End Digital: Proses bisnis yang dilakukan secara digital sepenuhnya, mulai dari tahap hulu hingga hilir tanpa intervensi manual yang berat.
● FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan): Skema bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dikelola pemerintah.
● IMBT (Ijarah Muntahiya Bittamlik): Akad sewa-menyewa yang diakhiri dengan perpindahan kepemilikan barang di akhir masa sewa kepada penyewa.
● Market Share: Persentase dari total pasar suatu industri yang dikuasai oleh sebuah perusahaan atau entitas tertentu.
● Spin-off: Pemisahan unit usaha dari perusahaan induk menjadi perusahaan baru yang mandiri secara operasional dan hukum.
#BSN #BankSyariahNasional #KPRSyariah #Program3JutaRumah #PrabowoSubianto #AstaCita #DeveloperIndonesia #Properti2026 #KPRSubsidi #InvestasiEmas #BaleSyariah #DigitalBanking #EkonomiSyariah #HomeAndGold #FLPP #BTN #HilirisasiProperti #FinansialMuslim #RumahRakyat #EkosistemHunian
