PT Bank Maybank Indonesia Tbk resmi meluncurkan gerakan #BalikBAIK dan program keberlanjutan dua tahunan Cahaya Kasih dalam rangka Maybank Group Global CR Day ke-14 pada 5 September 2026. Inisiatif ini mengerahkan 1.800 relawan karyawan di 66 cabang di Indonesia untuk mengedukasi 3.250 siswa SD dan masyarakat mengenai ekonomi sirkular berbasis upcycling sampah plastik dan limbah tekstil.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Mobilisasi Kerelawanan Global dan Domestik
Maybank mengerahkan 15.000 karyawan di 18 negara, termasuk 1.800 relawan di Indonesia, untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.
■ Edukasi Ekonomi Sirkular Berbasis Upcycling
Gerakan #BalikBAIK berfokus mengolah material pascakonsumsi seperti plastik dan serat tekstil menjadi produk bernilai guna serta berdampak ekonomi.
■ Program Berkelanjutan Cahaya Kasih 2 Tahun
Pengembangan #BalikBAIK Impact Hub di 6 Sekolah Dasar Adiwiyata Jabodetabek yang menargetkan pemberdayaan lebih dari 5.000 penerima manfaat langsung.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) resmi mengulirkan inisiatif keberlanjutan bertajuk #BalikBAIK yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Cahaya Kasih untuk periode dua tahun ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari perhelatan tahunan Maybank Group Global Corporate Responsibility (CR) Day ke-14 yang digelar serentak di 18 negara tempat kelompok usaha keuangan tersebut beroperasi.
Melalui program ini, Maybank Indonesia memobilisasi kerelawanan karyawan (employee volunteering) untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ekonomi sirkular, khususnya praktik upcycling atau daur guna material pascakonsumsi seperti plastik, serat tekstil, dan bahan cetak bekas agar kembali bernilai guna dan memberikan dampak ekonomi positif.
Di tingkat global, Maybank Group mencatat keterlibatan lebih dari 15.000 karyawan di 15 negara yang menjangkau lebih dari 18.000 anggota masyarakat. Sementara di Indonesia, aksi dipusatkan di SDN 08 Ragunan, Jakarta Selatan, dan berlangsung serentak di 66 cabang Maybank. Pelaksanaan nasional ini melibatkan 1.800 karyawan Maybankers, 300 guru, serta menjangkau 3.250 siswa Sekolah Dasar.
Isu pengelolaan sampah masih menjadi tantangan mendesak bagi perekonomian dan lingkungan Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun, dengan komposisi sampah plastik berkisar antara 18% hingga 20%. Tanpa penanganan terintegrasi, sebagian besar limbah tersebut berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau mencemari ekosistem perairan.
Group Chief Human Capital Officer Maybank, Mazhatulshima Mohd Zahid, menyatakan bahwa aksi kolektif insan Maybank di berbagai negara dirancang untuk memberikan dampak nyata yang berkesinambungan.
“Melalui upaya kolektif para karyawan Maybank di 15 negara, Maybank tidak hanya berupaya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mendukung terciptanya kesejahteraan jangka panjang melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kelestarian lingkungan,” ujar Mazhatulshima.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa keterlibatan aktif institusi keuangan dalam isu lingkungan merupakan wujud dari filosofi operasional perseroan.
“Bagi Maybank Group, keberadaan Bank di tengah masyarakat merupakan implementasi dari misi Humanising Financial Services. Komitmen ini diwujudkan tidak hanya dengan memberikan layanan finansial terbaik, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat serta memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan,” kata Steffano.
Steffano menambahkan bahwa tingginya volume limbah pascakonsumsi menuntut perubahan cara pandang publik. “Sampah sampai saat ini masih menjadi salah satu persoalan lingkungan di Indonesia. Puluhan juta ton sampah dihasilkan setiap tahunnya dan hampir 20% di antaranya merupakan sampah plastik. Melalui Gerakan #BalikBAIK, Maybank Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat material pascakonsumsi bukan sekadar sebagai sampah, melainkan sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai melalui upcycling,” lanjutnya.
Guna memastikan keberlanjutan dampak, Maybank Indonesia bersama anak usahanya mengintegrasikan gerakan ini ke dalam Program Cahaya Kasih. “Melalui program Cahaya Kasih, para karyawan Maybank akan terus melakukan pendampingan serta memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang akan dijalankan secara konsisten selama dua tahun ke depan,” ungkap Steffano.
Salah satu pilar utama Program Cahaya Kasih adalah pembentukan #BalikBAIK Impact Hub di 6 Sekolah Dasar berpredikat Adiwiyata di wilayah Jabodetabek. Ruang kolaboratif ini dirancang sebagai wadah interaksi antara siswa, guru, orang tua, relawan karyawan, dan komunitas upcycling lokal guna membangun kebiasaan pemilahan serta pengolahan sampah sejak dini.
Secara keseluruhan, Program Cahaya Kasih membidik 500 relawan Maybankers, 60 guru SD sebagai penggerak edukasi, 3.000 siswa SD, 1.500 warga sekitar sekolah, serta 2 komunitas upcycling dan 60 rumah tangga untuk secara kolektif mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular.
“Tentu saja, keberhasilan program ini tidak dapat kami lakukan sendiri. Jadi, mari kita mulai inisiatif ini dari diri sendiri untuk menggunakan, memilah, dan memberikan kembali nilai pada barang-barang di sekitar kita,” tutup Steffano. ■
DIGIONARY:
● Adiwiyata: Program penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil menerapkan budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup.
● Ekonomi Sirkular: Model ekonomi yang berfokus pada efisiensi sumber daya dengan cara mendaur ulang, memakai ulang, dan meregenerasi bahan untuk meminimalkan limbah.
● Employee Volunteering: Program keterlibatan sosial di mana perusahaan mendorong dan memfasilitasi karyawannya untuk menjadi relawan dalam kegiatan kemasyarakatan.
● Global Corporate Responsibility (CR) Day: Hari tanggung jawab sosial perusahaan tahunan yang diselenggarakan secara serentak oleh seluruh jaringan operasional Maybank Group secara global.
● Humanising Financial Services: Filosofi bisnis Maybank Group yang berfokus pada penyediaan layanan keuangan secara adil, inklusif, dan memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat.
● Impact Hub: Pusat atau wadah kolaboratif yang didirikan untuk memfasilitasi interaksi, edukasi, dan aksi nyata berbagai pihak dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan.
● Konglomerasi Keuangan: Kelompok lembaga keuangan yang melakukan kegiatan usaha di lebih dari satu jenis jasa keuangan yang saling terintegrasi dalam satu grup kepemilikan.
● Material Pascakonsumsi: Bahan atau barang sisa yang telah selesai digunakan oleh konsumen akhir dan berpotensi menjadi limbah jika tidak diolah kembali.
● Upcycling: Proses kreatif mengubah barang bekas atau material pascakonsumsi menjadi produk baru yang memiliki kualitas, nilai guna, atau estetika lebih tinggi.
#MaybankIndonesia #BalikBAIK #CahayaKasih #GlobalCRDay2026 #EkonomiSirkular #UpcyclingPlastik #HumanisingFinancialServices #PengelolaanSampah #Maybankers #LimbahPlastik #EdukasiLingkungan #SekolahAdiwiyata #Keberlanjutan #CSRIndonesia #AksiLingkungan #Empowerment #EdukasiSampah #PeduliLingkungan #BankMaybank #GreenBanking
Maybank Indonesia, gerakan BalikBAIK, Program Cahaya Kasih, Global CR Day 2026, ekonomi sirkular, upcycling sampah, pengelolaan sampah plastik, relawan Maybankers, Steffano Ridwan, Mazhatulshima Mohd Zahid, Sekolah Adiwiyata Jabodetabek, daur ulang limbah, ESG Maybank, keberlanjutan lingkungan, dampak ekonomi sirkular, sampah pascakonsumsi, Humanising Financial Services, CSR Maybank Indonesia, edukasi lingkungan SD, pemilahan sampah sekolah,
