Maybank2E Generasi Baru Dorong Efisiensi Bisnis dan Pembayaran ASEAN

- 9 Juni 2026 - 17:45

Maybank meluncurkan generasi terbaru platform perbankan bisnis digital Maybank2E (M2E) untuk memperkuat posisi sebagai bank transaksi dan pembayaran terdepan di ASEAN. Platform yang terintegrasi dengan layanan manajemen kas, trade finance, dan foreign exchange (FX) dalam satu akses ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, mulai dari UKM hingga korporasi besar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ROAR30 Maybank yang didukung investasi RM10 miliar untuk teknologi, data, dan artificial intelligence (AI) selama lima tahun ke depan.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Maybank meluncurkan generasi terbaru Maybank2E (M2E), platform perbankan bisnis digital yang mengintegrasikan cash management, trade finance, dan foreign exchange dalam satu akses untuk mendukung aktivitas bisnis lintas negara di ASEAN.
■ Sepanjang 2025, M2E memproses transaksi senilai RM3 triliun melalui 122 juta transaksi di Malaysia. Data ini menunjukkan meningkatnya adopsi digital banking oleh segmen korporasi dan UKM.
■ Pengembangan M2E menjadi bagian dari strategi ROAR30 yang didukung investasi RM10 miliar untuk teknologi, data, dan AI selama lima tahun guna memperkuat posisi Maybank sebagai bank transaksi dan pembayaran regional.


Transformasi digital di sektor perbankan korporasi semakin cepat. Malayan Banking Bhd (Maybank) resmi meluncurkan generasi terbaru platform Maybank2E (M2E), sebuah solusi digital terintegrasi yang memungkinkan pelaku usaha mengelola transaksi, perdagangan internasional, dan kebutuhan valuta asing lintas negara melalui satu platform tunggal.

Maybank memperkenalkan generasi terbaru Maybank2E (M2E), platform perbankan bisnis digital yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola transaksi dan pembayaran secara lebih efisien di kawasan ASEAN.

Platform yang dapat diakses melalui web maupun aplikasi M2E Biz tersebut mengintegrasikan layanan cash management, trade finance, dan foreign exchange (FX) dalam satu sistem login. Solusi ini ditujukan bagi berbagai segmen bisnis, mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM), perusahaan menengah, hingga korporasi besar.

Peluncuran ini menegaskan semakin intensnya persaingan bank-bank regional dalam membangun ekosistem transaction banking berbasis digital. Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan lintas negara di ASEAN, kebutuhan akan platform perbankan yang cepat, terintegrasi, dan tersedia 24 jam menjadi semakin penting.

Fitur Baru untuk Mempermudah Operasional Perusahaan

Maybank menyebut platform terbaru ini menghadirkan sejumlah peningkatan utama, antara lain dashboard aktivasi tunggal untuk berbagai layanan perbankan, aktivasi jarak jauh melalui aplikasi mobile, serta kemampuan memantau posisi kas dan perdagangan dari berbagai negara dalam satu tampilan terpadu.

Nasabah korporasi juga dapat mengunci kurs FX untuk lebih dari 20 mata uang serta melakukan personalisasi dashboard sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

Sementara itu, bagi segmen UKM, proses pembukaan rekening kini dapat dilakukan secara digital dalam hitungan menit. Perusahaan berbentuk partnership maupun private limited company tidak lagi diwajibkan menyerahkan dokumen fisik dalam proses onboarding.

Digitalisasi onboarding menjadi salah satu tren utama industri perbankan global. Bank-bank semakin memanfaatkan teknologi identitas digital, otomatisasi proses bisnis, dan analitik data untuk mempercepat akuisisi nasabah sekaligus menekan biaya operasional.

Bagian dari Strategi ROAR30

Group Chief Executive Officer of Global Banking Maybank Datuk John Chong mengatakan platform terbaru tersebut merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang bank.

“Memanfaatkan kekuatan kami dalam pembiayaan, kami mempercepat strategi ROAR30 untuk menjadi bank transaksi dan pembayaran terdepan di ASEAN,” katanya mengutip The Star.

Maybank2E yang baru mewujudkan visi tersebut dengan memungkinkan lebih banyak bisnis, khususnya UKM dan perusahaan menengah, merespons peluang maupun risiko lintas negara secara cepat dan sepanjang waktu.

Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan fokus industri perbankan regional dari sekadar penyedia kredit menjadi penyedia ekosistem transaksi digital yang terintegrasi.

Bank-bank besar ASEAN kini berlomba membangun platform digital yang mampu menjadi pusat aktivitas keuangan korporasi, mulai dari pembayaran, treasury, perdagangan internasional, hingga manajemen likuiditas.

Skala Transaksi Capai RM3 Triliun

Maybank mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, platform M2E memproses nilai transaksi sekitar RM3 triliun melalui 122 juta transaksi di Malaysia.

Angka tersebut menunjukkan tingginya adopsi layanan digital oleh nasabah bisnis dan korporasi. Volume transaksi yang besar juga mencerminkan meningkatnya pergeseran aktivitas perbankan perusahaan dari kanal konvensional menuju platform digital berbasis self-service.

Menurut berbagai riset industri, transaction banking menjadi salah satu lini bisnis yang semakin strategis bagi bank karena menghasilkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) yang lebih stabil dibanding pendapatan bunga.

Selain itu, data transaksi yang dihasilkan dari aktivitas pembayaran dan pengelolaan kas memberikan peluang bagi bank untuk mengembangkan layanan berbasis data analytics dan AI.

Investasi AI dan Ekspansi ke Indonesia
Maybank menargetkan implementasi fitur-fitur terbaru M2E di Singapura dan Indonesia sepanjang 2026.

Ekspansi tersebut sejalan dengan strategi ROAR30 yang didukung investasi sebesar RM10 miliar dalam teknologi, data, dan artificial intelligence selama lima tahun ke depan.

Investasi tersebut mencerminkan tren global di mana bank-bank besar mulai mengalokasikan anggaran signifikan untuk AI, cloud computing, data analytics, cybersecurity, dan otomatisasi proses operasional.

AI semakin banyak dimanfaatkan dalam sektor perbankan untuk mendukung analisis transaksi, deteksi fraud, manajemen risiko, personalisasi layanan nasabah, hingga pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.

Persaingan Transaction Banking Memasuki Babak Baru

Peluncuran Maybank2E generasi terbaru menunjukkan bahwa kompetisi perbankan digital kini tidak lagi hanya terjadi pada segmen ritel melalui mobile banking.

Persaingan semakin bergeser ke ranah transaction banking dan corporate banking digital, di mana bank berlomba menyediakan pengalaman yang lebih cepat, lebih terintegrasi, dan lebih cerdas bagi pelaku usaha.

Dalam era ekonomi digital ASEAN, bank yang mampu menggabungkan layanan pembayaran, perdagangan internasional, treasury, data analytics, dan AI ke dalam satu platform berpotensi memperoleh posisi yang lebih kuat dalam ekosistem bisnis regional.

Bagi nasabah korporasi, digitalisasi transaction banking bukan lagi sekadar pilihan teknologi, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing di pasar yang semakin terhubung secara digital. ●


DIGI-INSIGHTS:

Maybank sedang melakukan transformasi yang lebih besar daripada sekadar memperbarui platform digital. Peluncuran Maybank2E generasi terbaru menunjukkan bahwa bank-bank besar ASEAN mulai memosisikan transaction banking sebagai pusat strategi pertumbuhan berikutnya. Ketika margin kredit semakin tertekan dan kompetisi lending semakin ketat, layanan pembayaran, treasury, cash management, serta perdagangan internasional menjadi sumber pendapatan berbasis fee yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Investasi RM10 miliar pada teknologi, data, dan AI memperlihatkan bahwa masa depan perbankan korporasi akan ditentukan oleh kemampuan bank mengelola data transaksi secara real-time. Dalam beberapa tahun ke depan, platform seperti Maybank2E berpotensi berkembang menjadi pusat intelligence bisnis yang tidak hanya memproses pembayaran, tetapi juga memberikan prediksi arus kas, analisis risiko perdagangan, rekomendasi pembiayaan, hingga deteksi fraud berbasis AI. Nilai tambah bank akan semakin bergeser dari penyedia modal menjadi penyedia insight.

Bagi industri perbankan Indonesia, langkah Maybank menjadi sinyal bahwa persaingan digital tidak lagi terbatas pada mobile banking ritel. Bank-bank yang ingin unggul di era AI perlu memperkuat fondasi transaction banking digital, integrasi lintas negara, serta kemampuan mengelola data korporasi secara cerdas. Dalam ekonomi ASEAN yang semakin terkoneksi, bank yang mampu menjadi platform utama bagi aktivitas bisnis lintas batas akan memiliki keunggulan kompetitif yang jauh lebih kuat dibanding bank yang hanya berfokus pada produk perbankan tradisional. ●


DIGIONARY:

● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan sistem melakukan analisis dan pengambilan keputusan secara otomatis.
● Cash Management: Layanan pengelolaan arus kas perusahaan melalui sistem perbankan.
● Corporate Banking: Layanan perbankan yang ditujukan untuk perusahaan dan institusi besar.
● Cybersecurity: Upaya melindungi sistem, data, dan jaringan dari ancaman siber.
● Dashboard: Tampilan visual yang menyajikan informasi dan fungsi dalam satu layar.
● Data Analytics: Proses menganalisis data untuk menghasilkan wawasan bisnis.
● Digital Banking: Layanan perbankan yang dilakukan melalui platform digital.
● Foreign Exchange (FX): Transaksi pertukaran mata uang asing.
● Onboarding: Proses pendaftaran dan aktivasi nasabah baru.
● Payment Banking: Layanan perbankan yang fokus pada transaksi pembayaran.
● ROAR30: Strategi transformasi dan pertumbuhan jangka panjang Maybank menuju 2030.
● Self-Service Banking: Layanan perbankan yang dapat digunakan nasabah secara mandiri.
● Trade Finance: Layanan pembiayaan dan fasilitasi perdagangan internasional.
● Transaction Banking: Layanan pengelolaan transaksi keuangan perusahaan.
● Treasury Management: Pengelolaan likuiditas, investasi, dan risiko keuangan perusahaan.

#Maybank #Maybank2E #DigitalBanking #TransactionBanking #CorporateBanking #ASEANBanking #AIinBanking #BankingTechnology #Fintech #TradeFinance #CashManagement #FXSolutions #DigitalTransformation #BusinessBanking #BankDigital #FinancialServices #DataAnalytics #Cybersecurity #Payments #ROAR30


Comments are closed.