PT Aplikanusa Lintasarta memperkuat posisinya sebagai AI Factory di bawah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group dengan mendorong investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan membangun ekosistem AI terintegrasi di Indonesia. Dalam forum TMT Finance APAC 2026 di Singapura, Lintasarta menegaskan bahwa keberhasilan transformasi AI tidak hanya bergantung pada kapasitas komputasi, tetapi juga pada integrasi konektivitas, cloud, keamanan siber, serta kolaborasi ekosistem yang mampu mempercepat adopsi AI lintas sektor industri.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Lintasarta memperkenalkan strategi Beyond AI Factory untuk menghadirkan ekosistem AI terintegrasi yang menggabungkan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan kolaborasi aplikasi AI dalam satu platform.
■ Dalam forum TMT Finance APAC 2026, Lintasarta menegaskan bahwa AI telah menjadi penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat dan berkelanjutan.
■ Aktivitas investasi sektor digital infrastructure di Asia Pasifik terus meningkat. TMT Finance mencatat lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan yang tumbuh sekitar 8% per tahun didorong oleh kebutuhan AI.
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi digital global. Menyadari perubahan tersebut, PT Aplikanusa Lintasarta mempercepat pengembangan infrastruktur dan ekosistem AI nasional guna membantu pelaku usaha mengakselerasi transformasi digital secara lebih terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.
Perkembangan AI kini tidak lagi dipandang sebagai inovasi teknologi semata. Bagi banyak perusahaan, AI telah menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, memperkuat pengalaman pelanggan, hingga menciptakan model bisnis baru.
Dalam forum TMT Finance APAC 2026 yang berlangsung di Singapura, Director & Chief Financial Officer Lintasarta, Hariyadi Ramelan, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI membutuhkan fondasi yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyediaan kapasitas komputasi.
Forum yang mengangkat tema Intelligence to Accelerate Smart Investment in Digital Infrastructure tersebut mempertemukan lebih dari 350 investor, operator, dan pelaku industri infrastruktur digital dari berbagai negara untuk membahas arah perkembangan ekonomi digital kawasan Asia Pasifik.
Menurut Hariyadi, perusahaan saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam mengadopsi AI, mulai dari infrastruktur, platform, keamanan, hingga kolaborasi ekosistem.
“AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan salah satu penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital. Karena itu, pengembangan AI perlu didukung oleh infrastruktur yang kuat, ekosistem yang kolaboratif, serta pendekatan yang berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Hariyadi.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan besar yang sedang terjadi di berbagai sektor industri, termasuk perbankan, layanan keuangan, telekomunikasi, manufaktur, kesehatan, hingga sektor publik.
Di industri perbankan, misalnya, AI mulai digunakan untuk fraud detection, credit scoring, personalisasi layanan nasabah, automasi operasional, analitik risiko, hingga pengembangan layanan digital banking berbasis data.
Transformasi tersebut menuntut tersedianya infrastruktur digital yang semakin kuat, khususnya data center, cloud computing, konektivitas berkecepatan tinggi, keamanan siber, dan kapasitas pemrosesan AI.
Strategi Beyond AI Factory
Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperkenalkan strategi Beyond AI Factory sebagai evolusi perannya dalam ekosistem AI nasional.
Hariyadi menjelaskan bahwa pelanggan kini tidak hanya mencari layanan komputasi AI, tetapi juga membutuhkan solusi yang mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan transformasi digital secara end-to-end.
“Karena itu, kami memperluas peran menjadi Beyond AI Factory. Kami ingin menghadirkan solusi AI yang lebih terintegrasi sehingga pelanggan dapat mengakses infrastruktur, platform, keamanan, dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk mempercepat perjalanan transformasi AI mereka,” ujarnya.
Sebagai AI Factory milik Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta mengembangkan pendekatan berbasis empat pilar utama atau 4C, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration.
Melalui model tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan satu ekosistem yang menghubungkan kebutuhan konektivitas, komputasi AI, perlindungan keamanan siber, serta pengembangan aplikasi AI yang dapat digunakan oleh berbagai sektor industri.
Pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap sovereign AI infrastructure atau infrastruktur AI yang menjamin kedaulatan data dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Bagi industri perbankan dan jasa keuangan, aspek ini menjadi sangat penting mengingat tingginya sensitivitas data nasabah serta semakin ketatnya regulasi terkait tata kelola data dan keamanan informasi.
Investasi Infrastruktur Digital Terus Menguat
Momentum AI juga mendorong lonjakan investasi infrastruktur digital di kawasan Asia Pasifik. Chief Content Officer TMT Finance, Ben Nice, mengatakan AI menjadi salah satu faktor utama yang memacu aktivitas investasi dan transaksi di sektor digital infrastructure.
“AI secara jelas mempercepat aktivitas investasi dan transaksi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini kami memantau lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan di sektor digital infrastructure naik 8% setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan yang terbuka bagi pelaku industri di kawasan,” ujar Ben Nice.
Peningkatan investasi tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan terhadap pusat data, jaringan fiber optik, cloud computing, edge computing, dan infrastruktur AI yang menjadi fondasi ekonomi digital masa depan.
Berbagai lembaga riset global memproyeksikan belanja AI dunia akan terus meningkat hingga akhir dekade ini, seiring percepatan adopsi generative AI, machine learning, dan advanced analytics di berbagai sektor.
Bangun Ekosistem AI Nasional
Selain memperkuat infrastruktur, Lintasarta juga mengembangkan ekosistem AI nasional melalui berbagai inisiatif strategis, termasuk program AI Merdeka, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi dengan mitra teknologi global.
Langkah tersebut menjadi penting karena tantangan utama transformasi AI di Indonesia tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan, mengelola, dan mengoptimalkan pemanfaatan AI.
Berbagai studi menunjukkan bahwa kesenjangan talenta digital masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam akselerasi transformasi digital nasional.
Karena itu, pengembangan infrastruktur AI perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola data, keamanan siber, dan kolaborasi lintas industri.
Dengan pendekatan tersebut, Lintasarta optimistis dapat mempercepat adopsi AI di Indonesia sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang yang lebih besar bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Transformasi digital tidak lagi sekadar berbicara tentang teknologi. Di era AI, daya saing perusahaan akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem yang menghubungkan infrastruktur, data, talenta, keamanan, dan inovasi dalam satu kesatuan yang terintegrasi. (NCK) ●
DIGI-INSIGHTS:
Gelombang investasi AI yang sedang berlangsung di Asia Pasifik menunjukkan bahwa persaingan digital tidak lagi terjadi pada level aplikasi, melainkan pada level infrastruktur. Perusahaan yang mampu menguasai data center, cloud, jaringan, GPU computing, dan keamanan siber akan memiliki posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi AI. Dalam konteks ini, langkah Lintasarta memperluas peran menjadi Beyond AI Factory mencerminkan perubahan model bisnis dari sekadar penyedia teknologi menjadi orkestrator ekosistem digital.
Bagi industri perbankan, perkembangan ini memiliki implikasi yang sangat besar. Bank digital, bank konvensional, fintech, dan lembaga keuangan lainnya semakin membutuhkan kapasitas AI untuk analisis risiko, personalisasi layanan, anti-fraud, hingga automasi operasional. Namun, keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma, melainkan juga oleh ketersediaan infrastruktur yang aman, patuh regulasi, dan mampu menjaga kedaulatan data. Karena itu, sovereign AI infrastructure berpotensi menjadi isu strategis baru dalam industri jasa keuangan Indonesia.
Ke depan, persaingan transformasi digital Indonesia kemungkinan akan bergeser dari adopsi teknologi menuju kemampuan membangun kolaborasi ekosistem. Perusahaan yang berhasil mengintegrasikan konektivitas, cloud, cybersecurity, data analytics, dan talenta digital akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan. Dalam ekonomi berbasis AI, nilai terbesar tidak hanya berasal dari teknologi yang dimiliki, tetapi dari kemampuan menghubungkan berbagai aktor industri ke dalam satu ekosistem yang produktif dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang. ●
DIGIONARY:
● Advanced Analytics: Teknik analisis data tingkat lanjut untuk menghasilkan insight bisnis yang lebih akurat.
● AI Factory: Platform atau ekosistem yang menyediakan infrastruktur dan layanan pengembangan AI secara terintegrasi.
● Artificial Intelligence: Teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kemampuan berpikir manusia.
● Cloud Computing: Layanan komputasi berbasis internet yang menyediakan sumber daya secara fleksibel.
● Collaboration: Kolaborasi berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan solusi AI.
● Connectivity: Infrastruktur konektivitas yang menghubungkan pengguna, data, dan aplikasi digital.
● Cybersecurity: Sistem perlindungan terhadap data, jaringan, dan aplikasi dari ancaman siber.
● Data Center: Fasilitas penyimpanan dan pemrosesan data digital.
● Digital Infrastructure: Infrastruktur yang mendukung layanan dan aktivitas ekonomi digital.
● Digital Transformation: Perubahan proses bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital.
● Generative AI: AI yang mampu menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, audio, atau video.
● Machine Learning: Cabang AI yang memungkinkan sistem belajar dari data.
● Sovereign AI Infrastructure: Infrastruktur AI yang menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional.
● TMT Finance APAC: Forum investasi dan industri teknologi, media, dan telekomunikasi kawasan Asia Pasifik.
● Transformation Journey: Proses perubahan organisasi menuju model bisnis berbasis digital.
#Lintasarta #ArtificialIntelligence #AIIndonesia #TransformasiDigital #DigitalInfrastructure #Cybersecurity #CloudComputing #AIFactory #BeyondAIFactory #DataCenter #DigitalEconomy #Indosat #AITransformation #DigitalBanking #FinancialTechnology #MachineLearning #SmartInfrastructure #AIEcosystem #Innovation #IndonesiaDigital
