Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft Proyeksikan Belanja Modal US$ 650 Miliar pada 2026

- 7 Februari 2026 - 05:37

Empat perusahaan teknologi terbesar Amerika Serikat—Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft—memproyeksikan total belanja modal (capital expenditure) sebesar US$ 650 miliar pada tahun 2026. Alokasi dana besar-besaran ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pusat data dan pengadaan perangkat keras guna mendukung pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang memicu kekhawatiran pasar terhadap efisiensi investasi jangka pendek.


Fokus:

■ ​Peningkatan Alokasi Anggaran: Nilai belanja modal gabungan empat perusahaan ini meningkat 60% dibandingkan tahun lalu, dengan Amazon memimpin proyeksi sebesar US$ 200 miliar dan Alphabet US$ 185 miliar.
■ ​Fokus Infrastruktur AI: Pendanaan dialokasikan secara khusus untuk ekspansi pusat data dan pembelian prosesor tingkat tinggi guna memfasilitasi kebutuhan komputasi model AI generatif.
■ ​Reaksi Pasar Modal: Kekhawatiran investor terhadap besarnya pengeluaran dan rentang waktu pengembalian investasi mengakibatkan penurunan nilai pasar gabungan keempat perusahaan tersebut hingga US$ 950 miliar setelah pengumuman laporan keuangan.



​Empat raksasa teknologi asal Amerika Serikat secara resmi merilis estimasi belanja modal (capital expenditure/capex) gabungan yang mencapai US$ 650 miliar untuk tahun buku 2026. Berdasarkan laporan data Bloomberg, angka ini mencatatkan rekor belanja modal tahunan tertinggi dari sektor korporasi tunggal dalam satu dekade terakhir.

​Alphabet Inc., Amazon.com Inc., Meta Platforms Inc., dan Microsoft Corp. mengarahkan sebagian besar anggaran tersebut untuk pengadaan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal ini mencakup pembangunan fisik pusat data serta pembelian server yang dilengkapi dengan unit pemrosesan grafis (GPU) mutakhir.

​Rincian Alokasi Perusahaan

​Amazon mencatatkan rencana belanja terbesar dengan proyeksi mencapai US$ 200 miliar, diikuti oleh Alphabet sebesar US$ 185 miliar. Sementara itu, Meta memproyeksikan kenaikan belanja hingga US$ 135 miliar, atau naik sekitar 87% secara tahunan. Microsoft juga melaporkan kenaikan belanja modal sebesar 66% pada kuartal kedua dan diprediksi akan mengeluarkan total US$ 105 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Juni mendatang.

​Sebagai perbandingan, gabungan belanja modal dari 21 perusahaan besar AS di sektor lain—termasuk Exxon Mobil Corp, Walmart Inc, dan produsen otomotif besar—hanya diproyeksikan mencapai total US$ 180 miliar pada periode yang sama.

​Dampak Sektor Keuangan dan Operasional

​Besarnya arus kas yang keluar untuk investasi infrastruktur ini mulai memengaruhi neraca keuangan perusahaan. Meta, sebagai contoh, mencatatkan pengeluaran untuk aset tetap yang lebih besar dibandingkan anggaran riset dan pengembangan (R&D) untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.

​Di sisi lain, masifnya pembangunan pusat data memicu tantangan operasional berupa keterbatasan pasokan komponen cip, tenaga kerja ahli, serta ketersediaan daya listrik di beberapa kawasan. Kondisi ini memicu ketergantungan perusahaan pada pasar utang. Sepanjang tahun lalu, perusahaan terkait AI telah menarik dana dari pasar utang setidaknya sebesar US$ 200 miliar untuk membiayai ekspansi tersebut.

​Tanggapan Analis dan Pasar

​Meskipun pendapatan dari bisnis inti seperti iklan digital dan layanan awan (cloud) tetap stabil, investor menunjukkan reaksi hati-hati. Nilai pasar gabungan dari keempat perusahaan tersebut terkoreksi lebih dari US$ 950 miliar tak lama setelah proyeksi belanja modal diumumkan.

​Analis DA Davidson, Gil Luria, menilai langkah ini diambil karena setiap perusahaan berupaya mengamankan posisi dalam pasar komputasi AI. Namun, beberapa pelaku pasar mempertanyakan realisasi ekonomi dari investasi sebesar itu dalam jangka waktu menengah. “Saya tidak meragukan potensi AI, namun saya mendebat kerangka waktu dan nilai ekonominya,” ujar Steve Lucas, Chief Executive Officer Boomi seperti dikutio Bloomberg.


​Digionary:

​● Capital Expenditure (Capex): Belanja modal yang dialokasikan perusahaan untuk memperoleh atau memperbaiki aset fisik demi keberlangsungan usaha.
● Cloud Computing: Layanan penyediaan sumber daya komputasi seperti penyimpanan data dan kekuatan pemrosesan melalui internet.
● Data Center: Fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data.
● GPU (Graphics Processing Unit): Cip sirkuit elektronik khusus yang digunakan untuk memproses data dalam jumlah besar secara cepat, sangat penting untuk pelatihan model AI.
● Net Income: Laba bersih perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya operasional, pajak, dan beban lainnya.
● ROI (Return on Investment): Rasio yang digunakan untuk menghitung efisiensi sebuah investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

#Teknologi #AI #BelanjaModal #Amazon #Alphabet #Meta #Microsoft #InfrastrukturDigital #EkonomiAS #PasarModal #Investasi #DataCenter #BigTech #BeritaBisnis #KecerdasanBuatan #Finansial #UpdateTekno #SahamTeknologi #Fintech #GlobalMarket

Comments are closed.