Bitcoin sedang menghadapi fase “berdarah-darah” setelah harganya terperosok ke level US$70.800 pada Kamis (4/2), mencatatkan penurunan tajam lebih dari 40% dari rekor tertinggi US$126.000 yang dicapai Oktober lalu. Tekanan jual masif ini dipicu oleh eksodus modal institusional dari ETF Bitcoin spot senilai miliaran dolar, ketidakpastian kebijakan moneter di bawah nominasi Ketua The Fed Kevin Warsh, serta meningkatnya tensi geopolitik global terkait manuver kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Fokus:
■ Kejatuhan dari Puncak Historis: Harga Bitcoin kini diperdagangkan 40% di bawah rekor tertingginya, menembus level psikologis US$ 73.000 yang merupakan titik terendah dalam 16 bulan terakhir.
■ Eksodus Dana Institusional: Produk ETF Bitcoin spot mencatatkan arus keluar dana yang mengkhawatirkan, dengan total penarikan mencapai US$ 12 miliar hanya dalam tiga bulan terakhir (November-Januari).
■ Sentimen Makro dan Geopolitik: Ketidakpastian regulasi kripto di AS serta rotasi investor ke aset aman (safe haven) akibat ketegangan diplomatik AS-Eropa menjadi pemberat utama pergerakan harga.
Pasar aset kripto global kembali dilanda aksi jual hebat. Bitcoin, aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, melanjutkan tren pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut pada pekan ini. Pada perdagangan Kamis (4/2), Bitcoin sempat menyentuh level US$ 70.575 sebelum akhirnya tertahan di kisaran US$ 70.800.
Kejatuhan ini menandai periode kelam bagi para pemegang aset kripto. Nilai Bitcoin saat ini telah menyusut lebih dari 40% jika dibandingkan dengan rekor tertingginya di level US$ 126.000 pada Oktober 2025. Penurunan ini membawa Bitcoin kembali ke level harga pra-pemilu AS, sebuah area yang menurut analis Citi sangat krusial bagi keberlanjutan tren jangka panjang.
Tekanan Institusional dan Efek Domino
Laporan Deutsche Bank menunjukkan bahwa pelemahan ini bukan sekadar fluktuasi ritel biasa, melainkan didorong oleh arus keluar modal institusional yang masif. Penurunan likuiditas terjadi setelah investor institusi mulai menarik dana dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot.
Data menunjukkan tren pelarian modal yang sistematis: pada November 2025 tercatat arus keluar sebesar US$ 7 miliar, disusul US$ 2 miliar pada Desember, dan US$ 3 miliar sepanjang Januari 2026. Penarikan dana besar-besaran ini merupakan respons atas gelombang likuidasi posisi leverage tinggi yang terjadi akhir tahun lalu.
Sentimen negatif ini merembet cepat ke bursa saham. MicroStrategy, perusahaan yang dikenal sebagai penimbun utama Bitcoin, mencatat penurunan saham sebesar 5%. Sementara itu, perusahaan penambang kripto seperti Riot Platforms dan MARA Holdings mengalami hantaman lebih keras dengan koreksi hampir 11%.
Faktor Trump dan Kevin Warsh
Secara makro, pasar bereaksi terhadap ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed oleh Presiden Donald Trump memicu spekulasi perubahan arah suku bunga yang lebih ketat. Di sisi lain, janji pembentukan regulasi yang ramah kripto di AS dinilai berjalan terlalu lambat, sehingga mengecewakan pelaku pasar.
Kondisi diperparah oleh dinamika geopolitik. Manuver Presiden Trump terkait isu Greenland telah memicu ketegangan diplomatik antara AS dan Eropa, memaksa investor melakukan rotasi portofolio dari aset berisiko (seperti kripto) menuju aset yang dianggap lebih stabil.
”Level US$ 70.000 adalah area krusial yang perlu dicermati seiring pendalaman tren penurunan harga aset digital tersebut,” tulis analis Citi dalam laporannya. Jika level ini gagal bertahan, pelaku pasar mengkhawatirkan koreksi yang lebih dalam menuju area dukungan teknis berikutnya.
Digionary:
● Bearish: Kondisi pasar di mana harga-harga cenderung turun secara konsisten dalam periode tertentu.
● ETF (Exchange-Traded Fund) Bitcoin Spot: Instrumen investasi yang memungkinkan investor membeli aset yang melacak harga Bitcoin tanpa harus memiliki koin secara fisik.
● Leverage: Penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi imbal hasil investasi, namun juga meningkatkan risiko kerugian.
● Likuiditas: Kemudahan sebuah aset untuk dikonversi menjadi uang tunai tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan.
● Likuidasi: Penutupan posisi investasi secara paksa karena margin yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk menahan kerugian.
● The Fed: Bank sentral Amerika Serikat yang memiliki kewenangan menetapkan kebijakan suku bunga.
● Treasury: Cadangan aset atau dana yang dikelola oleh perusahaan untuk kepentingan operasional dan investasi jangka panjang.
#Bitcoin2026 #PasarKripto #KrisisBitcoin #InvestasiDigital #HargaBitcoinHariIni #TheFed #KevinWarsh #DonaldTrump #ETFBitcoin #EkonomiGlobal #Geopolitik #MarketCrash #BlockchainIndonesia #AsetDigital #MicroStrategy #BearMarket #KeuanganGlobal #CuanKripto #InfoKripto #AnalisisTeknis
