Tuntut Penghentian Pendanaan Batu Bara, Fans K-pop Indonesia Layangkan Protes ke Hana Bank Seoul

- 5 Februari 2026 - 14:54

Sebanyak 12 basis penggemar K-pop di Indonesia melakukan aksi nekat dengan menggeruduk kantor pusat Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, untuk melayangkan surat terbuka yang memprotes keterlibatan bank tersebut dalam pendanaan industri nikel berbasis batu bara di Pulau Obi melalui Grup Harita. Para penggemar mengecam kontradiksi strategi Hana Bank yang menggunakan citra idola global seperti G-Dragon dan An Yu-jin untuk menarik pasar anak muda, namun di balik layar mengucurkan dana sebesar US$ 84 juta untuk proyek yang dinilai kontradiktif dengan deklarasi penghentian pembiayaan batu bara perusahaan tahun 2021.


Fokus:

■ ​Gugatan Terhadap Ambivalensi Korporasi: Penggemar menuntut keselarasan antara citra brand ambassador K-pop yang progresif dengan praktik investasi Hana Bank yang masih mengalir ke operasional nikel berbasis PLTU batu bara di Indonesia.
■ ​Pelanggaran Deklarasi Hijau: Hana Bank dituding mengkhianati “Deklarasi Penghentian Pembiayaan Batu Bara” tahun 2021 dengan terus mendukung Grup Harita yang memiliki rencana ekspansi kapasitas PLTU hingga lebih dari 4 GW di Pulau Obi.
■ ​Dampak Lingkungan dan Sosial: Aktivitas industri yang didanai Hana Bank dilaporkan telah memicu degradasi lingkungan parah di Pulau Obi, membuat warga lokal kesulitan mengakses air bersih serta menyumbang estimasi emisi gas rumah kaca yang setara dengan 1% total emisi Indonesia.


​Kekuatan kolektif penggemar K-pop Indonesia kini tidak lagi hanya seputar urusan streaming lagu atau pembelian merchandise. Pada 2 Februari 2026, sebanyak 12 basis penggemar besar melintasi batas negara untuk mendatangi langsung kantor pusat Hana Bank di jantung kota Seoul. Misi mereka tegas: menuntut pertanggungjawaban atas “pendanaan batu bara” yang merusak ekosistem di tanah air.

​Aksi ini merupakan puncak kegelisahan para penggemar terhadap strategi ganda Hana Bank. Di satu sisi, bank raksasa Korea Selatan ini sangat aktif menggandeng ikon global seperti G-Dragon (Big Bang) dan An Yu-jin (IVE) untuk merebut hati generasi Z di Indonesia. Namun di sisi lain, data Market Forces mengungkapkan bahwa sejak 2018, Hana Bank telah mengucurkan dana hingga US$ 84 juta kepada Grup Harita—perusahaan yang mengoperasikan tambang nikel di Pulau Obi, Maluku Utara, dengan sokongan penuh dari Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTU).

​Kontradiksi Deklarasi Hijau

Langkah Hana Bank dinilai melanggar komitmennya sendiri. Pada 2021, Hana Financial Group secara resmi mengeluarkan deklarasi untuk menghentikan pembiayaan proyek terkait pembangunan PLTU batu bara, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Grup Harita saat ini tengah mengoperasikan PLTU berkapasitas 1,6 GW dan berencana memperluasnya hingga 4 GW.

​”Emisi karbon dan polusi dari proyek PLTU batu bara, yang diperluas dengan dukungan keuangan Hana Bank, akan sepenuhnya ditanggung oleh generasi mendatang,” bunyi penggalan surat terbuka yang disampaikan para penggemar tersebut.

​Data dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) memperkuat kekhawatiran ini. Jika ekspansi Harita berjalan sesuai jadwal, emisi gas rumah kaca dari operasional mereka diperkirakan akan meledak dua kali lipat pada tahun 2028. Pada 2024 saja, emisi Harita diprediksi mencapai 10,87 MtCO2e, sebuah angka yang menyumbang hampir 1% dari total emisi nasional Indonesia tahun lalu.

​Dampak Nyata di Pulau Obi

Kritik tajam tidak hanya datang dari aspek data makro, tapi juga jeritan warga lokal. Pulau Obi yang dulu subur kini dilaporkan mengalami degradasi lingkungan parah. Nurul Sarifah, juru kampanye KPOP4PLANET di Indonesia, menegaskan bahwa Hana Bank tidak akan bertahan tanpa dukungan generasi mendatang yang kini justru terancam oleh kebijakan investasi mereka.

​”Tanpa generasi mendatang, Hana Bank tidak akan bertahan. Mereka harus secara aktif menafsirkan kebijakan pendanaan iklim yang mereka katakan, bukan hanya berinvestasi di PLTU batu bara, tetapi juga segera mengecualikan pembiayaan untuk perusahaan yang mengembangkan bisnis mereka berdasarkan tenaga batu bara,” ujar Nurul.

​Senada dengan Nurul, pengelola klub penggemar G-Dragon di Indonesia yang dikenal dengan nama akun “@istri.jidi” berharap kolaborasi idolanya dengan bank tersebut tidak digunakan sebagai tameng promosi semata.

​”Saya berharap kolaborasi antara Hana Bank dan GD bukan sekadar aksi promosi yang memanfaatkan pengaruh dan nama besar selebriti, melainkan kesempatan untuk menciptakan perubahan yang bermakna,” ungkapnya.

​Sementara itu, Cinta, penyelenggara dari ZeroBaseOne Indonesia, menyoroti ketimpangan yang terjadi. “Di Pulau Obi, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih sementara aktivitas industri terus berlangsung dan didukung pembiayaan internasional. Ketika korporasi tetap berjalan normal di tengah krisis yang dialami warga lokal, ini bukan hanya soal transisi energi, melainkan juga soal ketimpangan kekuasaan dan tanggung jawab,” tegasnya.


​Digionary:

​● Basis Penggemar (Fandom): Sekelompok orang yang memiliki minat dan dedikasi yang sama terhadap seorang idola atau grup tertentu.
● Brand Ambassador: Figur publik yang ditunjuk untuk mewakili dan mempromosikan citra serta nilai-nilai suatu perusahaan.
● Deklarasi Penghentian Pembiayaan Batu Bara: Komitmen resmi lembaga keuangan untuk tidak lagi mendanai proyek yang berkaitan dengan energi kotor batu bara.
● Degradasi Lingkungan: Penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh hilangnya sumber daya seperti udara, air, dan tanah.
● MtCO2e (Million Tonnes of Carbon Dioxide Equivalent): Satuan standar untuk mengukur jumlah emisi gas rumah kaca berdasarkan potensi pemanasan globalnya.
● Nikel: Logam yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik; ironisnya, proses produksinya di Indonesia sering kali masih bergantung pada energi batu bara.
● PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap): Pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama, yang dikenal sebagai penyumbang emisi karbon tertinggi.

​#Kpop4Planet #HanaBank #GDragon #AnYuJin #PulauObi #StopCoalFinancing #IndonesiaClimateCrisis #Greenwashing #HaritaGroup #CoalPowerPlant #SavePulauObi #KpopFansAction #ClimateJustice #CleanEnergy #HanaFinancialGroup #EnvironmentSustainability #NoMoreCoal #NikelKotor #GreenFinance #IndonesiaKpopers

Comments are closed.