Usai “Flash Crash”, Bank of America Ramal Emas Terbang Lampaui Batas Normal

- 4 Februari 2026 - 20:09

Harga emas dan perak dunia kembali mengamuk di zona hijau, melonjak masing-masing 6,17% ke level US$ 4.947,61 dan US$ 84 per troy ons, setelah sempat rontok akibat aksi jual masif pekan lalu. Bank of America (BofA) bahkan merilis proyeksi berani yang menyebut harga emas berpotensi terbang hingga menembus batas psikologis US$ 6.000 per troy ons pada musim semi 2026, didorong oleh kombinasi maut ketegangan geopolitik AS-Iran, ancaman terhadap independensi Federal Reserve, serta pola historis pasar bullish yang menunjukkan ruang penguatan hingga 300%.


​Fokus:

■ ​Vonis “Cuci Gudang” Pasar: Penurunan tajam beberapa hari terakhir dinilai analis bukan sebagai akhir tren, melainkan proses pembersihan posisi spekulatif yang justru memperkuat fondasi harga untuk reli jangka panjang.
■ ​Proyeksi Fantastis US$ 6.000: BofA menggunakan data historis empat siklus pasar bullish sebelumnya untuk memprediksi bahwa emas belum mencapai puncaknya dan berpotensi melonjak 20% di atas rekor tertinggi sepanjang masa.
■ ​Sentimen Geopolitik dan Makro: Ketegangan di Timur Tengah serta ketidakpastian kebijakan moneter di Washington menjadi bahan bakar utama bagi investor untuk mencari perlindungan pada aset safe haven.


​Setelah sempat terjerembap dalam aksi jual hebat yang menguras likuiditas pasar pekan lalu, emas dan perak kini menunjukkan taringnya kembali. Logam mulia ini meluncur deras ke zona hijau pada perdagangan Rabu (4/2), sekaligus membungkam keraguan para spekulan tentang akhir masa kejayaan aset safe haven.

​Harga emas spot tercatat meledak 6,17% ke level US$ 4.947,61 per troy ons, sementara perak merangkak naik ke kisaran US$ 84 per troy ons. Pemulihan ini terjadi di tengah suasana pasar yang masih dibayangi kecemasan tinggi terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, serta memanasnya konfrontasi antara Washington dan Teheran.

​Niklas Westermark, Kepala Perdagangan Komoditas EMEA di Bank of America (BofA), menilai guncangan hebat beberapa hari lalu sebenarnya merupakan hal yang menyehatkan bagi struktur pasar.

​”Kita telah mengalami penurunan tajam dalam dua sesi terakhir yang menurut saya telah membersihkan pasar sampai batas tertentu,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun volatilitas akan tetap tinggi, pasar saat ini telah terbebas dari sebagian besar “gelembung spekulatif” yang sempat membebani harga.

​Menuju Target Mustahil US$ 6.000

Namun, berita yang paling menggemparkan bagi para investor bukanlah sekadar rebound hari ini, melainkan revisi proyeksi dari tim analis BofA. Michael Hartnett, analis utama BofA, mengeluarkan catatan berani kepada kliennya yang menyebut bahwa target US$ 6.000 per troy ons bukan lagi sekadar angan-angan.

“Sejarah bukanlah panduan untuk masa depan, tetapi rata-rata kenaikan harga emas melewati 4 pasar bullish: 300% dalam 43 bulan, yang akan menyiratkan emas mencapai US$ 6.000 pada musim semi 2026,” tulis Michael Hartnett dalam laporan terbarunya yang dikutip dari Kitco News.

​Angka tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari 20% dari level tertinggi sepanjang masa saat ini. Penguatan ini juga didorong oleh tren di China, di mana skandal emas digital baru-baru ini justru memicu lonjakan permintaan emas fisik dan perhiasan sebagai instrumen perlindungan kekayaan yang lebih nyata.

​Bagi para pemain di pasar domestik Indonesia, kenaikan harga dunia ini dipastikan akan langsung mengerek harga emas batangan di Butik Antam dan Pegadaian. Dengan kondisi rupiah yang kian berat dan tensi geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, logam mulia tampaknya masih akan menjadi “primadona” tunggal di tengah portofolio investasi yang berisiko.


​Digionary:

​● Bullish: Kondisi pasar yang ditandai dengan tren kenaikan harga secara konsisten dalam jangka waktu tertentu.
● EMEA: Wilayah geografis yang mencakup Eropa, Timur Tengah (Middle East), dan Afrika.
● Federal Reserve (The Fed): Bank sentral Amerika Serikat yang kebijakannya sangat memengaruhi harga emas melalui pengaturan suku bunga.
● Gelembung Spekulatif (Speculative Bubble): Situasi di mana harga aset melonjak jauh melampaui nilai intrinsiknya karena perilaku spekulasi investor yang berlebihan.
● Rebound: Pembalikan arah harga aset yang sebelumnya turun, kembali mengalami kenaikan.
● Safe Haven: Aset investasi yang diharapkan nilainya tetap bertahan atau bahkan meningkat di tengah ketidakpastian pasar global (seperti emas).
● Troy Ons: Satuan standar berat yang digunakan untuk logam mulia (1 troy ons setara dengan sekitar 31,1 gram).

​#HargaEmas #EmasDunia #InvestasiEmas #SafeHaven #BankOfAmerica #LogamMulia #PrediksiEmas2026 #PasarModal #InfoKeuangan #EmasAntam #Geopolitik #InvestasiAman #Emas6000 #MarketUpdate #PerakDunia #BullishMarket #FiskalGlobal #KekayaanDigital #EkonomiDunia #BursaLogam

Comments are closed.