Raksasa keuangan Jepang, Nomura Holdings, resmi memangkas eksposur risiko pada aset kripto setelah anak usahanya, Laser Digital, mencatatkan kerugian signifikan pada kuartal III akibat volatilitas pasar yang ekstrem. Meskipun mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar ¥91,6 miliar (sekitar US$591,6 juta)—di bawah ekspektasi analis—Nomura tetap berkomitmen pada sektor digital dalam jangka panjang, sembari memperketat manajemen posisi guna meredam fluktuasi laba dari ayunan harga Bitcoin yang belakangan menyentuh level terendah sejak 2024.
Fokus:
■ Pangkas Risiko Kripto: Nomura menerapkan manajemen posisi yang lebih ketat melalui anak usahanya di Swiss, Laser Digital, guna membatasi dampak negatif volatilitas aset digital terhadap neraca konsolidasi perusahaan.
■ Kinerja di Bawah Ekspektasi: Kerugian di sektor digital menyebabkan laba bersih kuartal III meleset dari target analis (¥95,1 miliar), meskipun operasional inti perbankan investasi dan ritel Nomura dilaporkan tetap solid.
■ Intervensi Harga Saham: Untuk meredam kejatuhan harga saham yang sempat anjlok 6,7% di bursa Tokyo, Nomura meluncurkan program buyback (pembelian kembali saham) jumbo senilai hingga ¥600 miliar (US$38,7 miliar).
Euforia aset digital yang sempat melanda institusi keuangan tradisional kini mulai menemui tembok realitas. Nomura Holdings, pilar utama industri keuangan Jepang, memutuskan untuk menarik diri perlahan dari panasnya api volatilitas mata uang kripto. Langkah ini diambil setelah anak usahanya yang berbasis di Swiss, Laser Digital Holdings, terjerembap dalam kerugian pada kuartal ketiga tahun fiskal ini.
Badai di pasar kripto yang terjadi antara Oktober hingga Desember 2025 menjadi biang keladi utama. Meski Bitcoin sempat menyentuh rekor tertinggi di awal periode tersebut, momentumnya justru luruh dengan cepat—anjlok lebih dari 30% dari puncaknya—dan menyeret kinerja investasi Nomura ke zona merah.
Direktur Keuangan (Chief Financial Officer) Nomura, Hiroyuki Moriuchi, memberikan sinyal defensif yang tegas dalam pengarahan laba pada akhir Januari lalu. Menurutnya, perusahaan telah mengimplementasikan manajemen posisi yang lebih ketat guna mengurangi eksposur risiko. Langkah ini dilakukan semata-mata untuk membatasi fluktuasi laba yang disebabkan oleh ayunan liar pasar kripto.
Komitmen Jangka Panjang di Tengah Luka
Meskipun sektor digital “melukai” laporan keuangan kuartal ini, Nomura tampaknya enggan menyerah sepenuhnya. Laba bersih konsolidasi perusahaan tercatat sebesar ¥91,6 miliar (US591,6 juta), sedikit di bawah ramalan rata-rata analis yang mematok angka ¥95,1 miliar (US614 juta).
”Kami tetap berkomitmen pada sektor aset digital untuk jangka panjang, karena ini adalah area yang menjanjikan untuk pertumbuhan di masa depan,” sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg.
Data riset terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan di bawah level US$75.500, posisi terendah sejak tahun 2024. Tren bearish ini memaksa banyak institusi global mengevaluasi kembali porsi portofolio mereka pada aset non-tradisional yang minim perlindungan nilai.
Buyback Saham Sebagai Penyangga
Pasar merespons dingin laporan tersebut. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), saham Nomura di Bursa Efek Tokyo langsung dibuka memerah, bahkan sempat merosot hingga 6,7% ke level ¥1.318. Menyadari tekanan tersebut, manajemen Nomura segera meluncurkan “jaring pengaman” berupa program pembelian kembali saham (share buyback) senilai ¥600 miliar (US$38,7 miliar). Langkah ini setara dengan sekitar 3,2% dari total saham yang beredar, sebuah upaya nyata untuk menjaga kepercayaan pemegang saham di tengah volatilitas yang tak menentu.
Digionary:
● Bearish: Kondisi pasar di mana harga cenderung turun secara berkelanjutan, seringkali disertai dengan pesimisme investor.
● Buyback (Pembelian Kembali Saham): Aksi korporasi di mana perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar untuk meningkatkan nilai saham bagi pemegang saham yang tersisa.
● Consolidated Net Profit (Laba Bersih Konsolidasi): Total laba dari perusahaan induk dan seluruh anak perusahaannya setelah dikurangi semua beban dan pajak.
● Exposure (Eksposur): Besarnya risiko atau jumlah dana yang diinvestasikan pada satu instrumen tertentu yang dapat terpengaruh oleh perubahan harga.
● Laser Digital: Anak perusahaan Nomura yang berfokus pada perdagangan dan investasi aset digital, berbasis di Swiss.
● Position Management: Strategi mengelola besaran investasi dalam satu aset untuk meminimalkan potensi kerugian akibat pergerakan harga.
● Volatilitas: Ukuran statistik yang menunjukkan seberapa sering dan seberapa besar harga suatu aset berubah dalam periode tertentu.
#Nomura #Kripto #Bitcoin #Jepang #Investasi #PasarModal #Laser Digital #EkonomiGlobal #SahamTokyo #DigitalAssets #FinanceNews #CryptoLoss #BuybackSaham #ManajemenRisiko #PerbankanInvestasi #Blockchain #InfoKripto #UangDigital #TradingNews #LabaKuartal
