Living Lab Ventures (LLV), lengan modal ventura korporat milik Sinar Mas Land, baru saja menggelar inisiatif “Inside LLV” di BSD City untuk mempercepat hilirisasi inovasi melalui sinergi antara korporasi, startup, dan investor global. Bukan sekadar ajang suntik modal, program ini memposisikan BSD City sebagai laboratorium hidup (living lab) di mana solusi teknologi dapat diuji langsung dalam ekosistem operasional nyata—melibatkan jaringan internasional seperti Bank Danamon (MUFG Group) melalui Japan Thematic Fund—demi memastikan setiap proyek inovasi mampu menjawab tantangan bisnis konkret dan siap melakukan ekspansi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Fokus:
■ Hilirisasi dan Validasi Nyata: LLV berfokus mengubah ide mentah menjadi implementasi nyata dengan menjadikan BSD City sebagai tempat pengujian solusi (use cases) secara end-to-end.
■ Ekosistem Melampaui Pendanaan: Strategi kolaborasi ini memberikan startup akses pasar dan integrasi operasional dengan lini bisnis Sinar Mas Land, bukan sekadar pemberian modal finansial.
■ Konektivitas Global dan Regional: Melalui kemitraan strategis dengan entitas seperti Japan Thematic Fund, LLV membuka pintu bagi startup lokal untuk menembus jaringan pasar Jepang dan Asia Tenggara.
Di era di mana teknologi berkembang lebih cepat dari regulasi, kolaborasi antara gajah korporasi dan kancil startup seringkali terjebak dalam seremoni tanpa eksekusi. Menyadari celah tersebut, Living Lab Ventures (LLV)—lengan investasi Sinar Mas Land—mengambil langkah taktis melalui gelaran “Inside LLV” di Digital Experience Center (DXC), BSD City, akhir Januari lalu.
Acara ini bukan sekadar ajang pamer portofolio. LLV mencoba mendefinisikan ulang peran Corporate Venture Capital (CVC) sebagai arsitek ekosistem yang menghubungkan inovasi mentah dengan kebutuhan pasar yang haus akan efisiensi. Di sini, BSD City tidak lagi hanya sekadar kawasan hunian, melainkan bertransformasi menjadi laboratorium operasional raksasa.
Jembatan Antara Ide dan Realitas
Mulyawan Gani, Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land, menekankan bahwa kunci inovasi yang berdampak adalah kontekstualisasi. “Inside LLV hadir sebagai jembatan antara kebutuhan bisnis korporasi dan inovasi startup. Melalui ekosistem ini, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada investasi, tetapi berlanjut hingga tahap pengujian, implementasi, dan penciptaan nilai nyata bagi seluruh pihak,” tegas Gani.
Menurutnya, keuntungan utama bagi startup yang bergabung dalam ekosistem ini adalah kemampuan untuk melakukan validasi solusi di lingkungan operasional yang sesungguhnya—mulai dari infrastruktur kawasan hingga lini bisnis pengembangan kota milik Sinar Mas Land.
Melampaui Kesepakatan di Atas Kertas
Senada dengan Gani, Bayu Seto, Partner di Living Lab Ventures, menyoroti pendekatan “Beyond the Deal”. Dalam diskusi panel bertajuk Strategic Investing Through Collaboration, Bayu menjelaskan bahwa LLV menyediakan modal strategis yang mencakup akses pasar dan peluang lintas negara.
”Kami ingin mengimplementasikan misi besar perusahaan sebagai platform titik temu antara kebutuhan korporasi, inovasi startup, dan modal strategis. Pendekatan ini memungkinkan startup untuk memvalidasi solusi sekaligus mempercepat proses pengembangan dan skala usaha,” ujar Bayu.
Kekuatan Jaringan Internasional
Sinergi ini semakin kuat dengan hadirnya dukungan dari sektor perbankan global. Hendry Sunaryo, Partnership & Innovation Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, mengungkapkan peran penting Japan Thematic Fund (JTF) yang didukung oleh MUFG Group.
”Melalui Inside LLV, para startup tidak hanya memperoleh akses ke pendanaan, tetapi juga jaringan kolaborasi lintas negara, pemahaman mendalam mengenai pasar, serta dukungan operasional dari mitra di Jepang dan Asia Tenggara, sehingga memungkinkan mereka bertumbuh dan melakukan ekspansi secara lebih berkelanjutan di berbagai pasar,” kata Hendry.
Dengan reposisi BSD City sebagai living lab dan dukungan jaringan regional yang kuat, LLV tampaknya sedang menyiapkan landasan bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga rahim bagi solusi teknologi yang aplikatif di level global.
Digionary:
● Corporate Venture Capital (CVC): Unit investasi milik perusahaan besar yang menyuntikkan modal ke perusahaan rintisan (startup) untuk tujuan strategis maupun finansial.
● End-to-End: Proses yang mencakup keseluruhan tahapan dari awal hingga akhir tanpa terputus.
● Hilirisasi Inovasi: Proses membawa hasil riset atau ide inovatif menuju tahap komersialisasi dan penggunaan nyata di masyarakat.
● Limited Partner (LP): Investor yang menyetorkan modal ke dalam sebuah dana ventura tetapi memiliki tanggung jawab terbatas dan biasanya tidak ikut campur dalam manajemen harian.
● Living Lab: Konsep penelitian atau pengujian solusi teknologi di lingkungan dunia nyata yang melibatkan pengguna langsung sebagai bagian dari proses pengembangan.
● Pilot Project: Proyek percontohan skala kecil yang digunakan untuk menguji efektivitas suatu solusi sebelum diterapkan secara luas.
● Use Case: Skenario atau contoh spesifik mengenai bagaimana sebuah teknologi atau solusi digunakan untuk menyelesaikan masalah tertentu.
#LivingLabVentures #SinarMasLand #BSDCity #StartupIndonesia #InovasiDigital #CorporateVentureCapital #InsideLLV #EkosistemStartup #InvestasiStrategis #BankDanamon #MUFG #TechNews #LivingLab #AsiaTenggara #DigitalTransformation #VentureCapital #InovasiBisnis #StartupLife #KolaborasiKorporasi #Entrepreneurship
