Rekor Transaksi Tokocrypto Tembus Rp160 Triliun, Sinyal Dominasi Mutlak Web3 di Indonesia

- 3 Februari 2026 - 10:03

Tokocrypto mengukuhkan dominasinya di pasar aset digital nasional dengan mencetak rekor nilai transaksi fantastis sebesar Rp160 triliun sepanjang tahun 2025. Dengan penguasaan pangsa pasar melampaui 40% dan basis pengguna yang membengkak hingga 4,8 juta orang, platform di bawah kepemimpinan Calvin Kizana ini berhasil mencatatkan pertumbuhan pengguna aktif sebesar 75% YoY (Year-on-Year). Keberhasilan ini didorong oleh strategi agresif dalam memperluas pilihan perdagangan rupiah (IDR pairs), integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis pasar, serta pergeseran demografi investor yang kini didominasi oleh Generasi Z sebagai motor penggerak ekonomi Web3 di Indonesia.


​Fokus:

■ ​Dominasi Pasar dan Pertumbuhan Agresif: Tokocrypto kini menguasai lebih dari 40% pangsa pasar kripto di Indonesia dengan volume transaksi mencapai Rp160 triliun, didukung oleh 480 pasangan perdagangan rupiah yang merupakan terbanyak di tanah air.
■ ​Generasi Z sebagai Tulang Punggung: Laporan industri 2025 mengungkap bahwa investor berusia 18–34 tahun (Gen Z dan Millennial akhir) menjadi penggerak utama ekosistem Web3, menjadikan kripto sebagai instrumen finansial sehari-hari.
■ ​Peta Jalan Inovasi 2026: Selain penguatan fitur staking dan AI, Tokocrypto bersiap meluncurkan layanan derivatif (futures) serta fitur QRIS Deposit guna mempermudah aksesibilitas dan likuiditas bagi jutaan penggunanya.


​Di tengah dinamika pasar aset digital yang terus berevolusi, Tokocrypto membuktikan diri sebagai raksasa yang sulit tergoyahkan. Sepanjang tahun 2025, platform pertukaran aset kripto ini melaporkan capaian yang mencengangkan: nilai transaksi menembus angka Rp160 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan penegasan bahwa lebih dari 40% aktivitas perdagangan kripto di Indonesia bermuara di platform ini.

​CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini selaras dengan lonjakan basis pengguna yang kini mencapai 4,8 juta jiwa. “Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (year-on-year/YoY) mencapai 75%,” ujar Calvin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2).

​Inovasi di Balik Angka Fantastis

Keberhasilan Tokocrypto tidak datang tiba-tiba. Perusahaan ini secara cerdik menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), sebuah langkah yang mempermudah investor lokal bertransaksi tanpa harus melalui konversi mata uang asing yang rumit.

​Namun, Calvin menekankan bahwa ambisinya melampaui sekadar akuisisi pengguna. “Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi,” tambahnya. Memang, di era ketatnya pengawasan otoritas, Tokocrypto menjadi salah satu dari sedikit exchange resmi yang memiliki pondasi keuangan solid.

Momentum ini juga terekam dalam forum Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026. Data menunjukkan volume percakapan media sosial terkait blockchain dan Web3 melonjak 30% pada 2025. Menariknya, laporan “2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report” mengungkap bahwa tulang punggung industri ini adalah Generasi Z (usia 18–34 tahun). Bagi mereka, kripto bukan lagi barang asing, melainkan bagian dari obrolan finansial rutin di komunitas digital.

​Untuk memanjakan basis pengguna muda yang melek teknologi ini, Tokocrypto telah menyematkan fitur AI Analysis untuk membedah sentimen pasar serta layanan staking pada lebih dari 80 aset. Ke depan, mereka bersiap menaikkan level permainan dengan meluncurkan layanan derivatif atau Futures pada tahun ini.

​Filantropi Digital

Tak hanya mengejar profit, Tokocrypto juga menunjukkan sisi humanisnya dengan menyalurkan donasi kepada Yayasan Indonesia Setara. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Sandiaga Uno, pembina yayasan tersebut. “Kolaborasi seperti ini penting agar dampak sosial bisa lebih luas, sekaligus memperkuat literasi publik dan sinergi lintas pemangku kepentingan,” kata Sandiaga.

​Dengan fundamental yang kuat dan dukungan komunitas yang loyal, Tokocrypto tampaknya sedang menyiapkan landasan untuk terbang lebih tinggi di tahun 2026, menjembatani ekonomi tradisional menuju era finansial terdesentralisasi.


​Digionary:

​● AI Analysis: Fitur berbasis kecerdasan buatan untuk menganalisis data besar dan sentimen publik guna memprediksi pergerakan harga pasar.
● Blockchain: Teknologi pencatatan transaksi digital yang terdesentralisasi, aman, dan transparan, menjadi fondasi utama aset kripto.
● Derivatif (Futures): Instrumen keuangan yang nilainya diturunkan dari aset dasar (seperti Bitcoin), memungkinkan trader berspekulasi pada kenaikan atau penurunan harga di masa depan.
● Exchange: Platform atau bursa digital tempat pengguna melakukan jual-beli aset kripto menggunakan mata uang fiat atau aset digital lainnya.
● IDR Pairs: Pasangan perdagangan di mana aset kripto dapat dibeli atau dijual langsung menggunakan mata uang Rupiah.
● Staking: Proses mengunci aset kripto dalam jangka waktu tertentu untuk mendukung operasional jaringan blockchain dan mendapatkan imbal hasil (reward).
● Web3: Evolusi internet generasi ketiga yang berbasis desentralisasi, di mana pengguna memiliki kendali penuh atas data dan aset mereka sendiri.

​#Tokocrypto #KriptoIndonesia #Blockchain #Web3 #InvestasiGenZ #CalvinKizana #PasarModalDigital #SandiagaUno #LiterasiKripto #BitcoinIndonesia #FintechRI #EkonomiDigital #AsetKripto #TradingKripto #InfoFinansial #StartupIndonesia #MasaDepanKeuangan #CuanDigital #CryptoOutlook2026 #StakingKripto

Comments are closed.