BI: Likuiditas Longgar, Kredit Tumbuh 9,69%: Transmisi Moneter Mulai Terasa

- 22 Januari 2026 - 11:38

Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia kembali menguat di akhir 2025, menembus 9,69% YoY. Namun di balik angka itu, Bank Indonesia sedang menguji efektivitas transmisi kebijakan moneter: apakah likuiditas berlimpah dan bunga acuan yang ditahan rendah benar-benar diterjemahkan menjadi ekspansi kredit produktif, atau hanya berhenti sebagai angka di neraca bank.


Fokus:

■ Kredit perbankan tumbuh 9,69% YoY pada Desember 2025, kembali ke jalur target BI setelah sempat melambat.
■ Kredit investasi melonjak 21,06%, menjadi sinyal menguatnya aktivitas penanaman modal dan ekspansi usaha.
■ Undisbursed loan Rp2.439,2 triliun menunjukkan ruang ekspansi kredit masih besar, menunggu realisasi ke sektor riil.


Setelah sempat melambat, denyut kredit perbankan kembali menguat di penghujung 2025. Pertumbuhannya kini berada di jalur target Bank Indonesia. Namun tantangan berikutnya lebih krusial: memastikan lonjakan kredit benar-benar menopang ekspansi usaha dan konsumsi, bukan sekadar memanfaatkan likuiditas murah.


Kredit perbankan nasional menutup tahun 2025 dengan kinerja yang lebih solid. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit mencapai 9,69% YoY pada Desember 2025, melonjak signifikan dibandingkan November yang masih tumbuh 7,74% YoY. Angka tersebut menempatkan kredit tepat di dalam target BI sepanjang 2025, yakni 8–11%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, capaian ini mencerminkan mulai berfungsinya bauran kebijakan moneter dan makroprudensial di tengah kondisi makroekonomi yang relatif stabil. “Kredit perbankan tumbuh sebesar 9,96% YoY, berada dalam kisaran perkiraan Bank Indonesia sebesar 8–11%,” ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan Januari 2026, Rabu (21/1).

Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 21,06%, menandakan meningkatnya aktivitas penanaman modal. Kredit modal kerja tumbuh lebih moderat 4,52%, sementara kredit konsumsi meningkat 6,58% sepanjang 2025.

Menurut Perry, komposisi tersebut sejalan dengan strategi BI menurunkan suku bunga secara bertahap, memperkuat kebijakan likuiditas makroprudensial, serta mendukung implementasi program prioritas pemerintah.

Kredit perbankan tumbuh 9,69% pada Desember 2025. BI menilai likuiditas longgar mulai mendorong ekspansi, namun kualitas kredit tetap jadi sorotan.

Namun BI mencatat satu fakta penting: ruang ekspansi kredit sebenarnya masih sangat besar. Hingga Desember 2025, nilai undisbursed loan—pinjaman yang telah disetujui namun belum dicairkan—mencapai Rp2.439,2 triliun, setara 22,12% dari total plafon kredit. Angka ini menjadi sinyal bahwa permintaan kredit belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi realisasi pembiayaan.

“Dari sisi permintaan, pelaku usaha terus didorong melakukan ekspansi dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang tersedia,” kata Perry.

Dari sisi penawaran, perbankan dinilai berada dalam posisi yang relatif nyaman. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) naik menjadi 28,57%, sementara DPK tumbuh 13,83% YoY. Likuiditas yang longgar ini memberi ruang bagi bank untuk lebih agresif menyalurkan kredit tanpa mengorbankan stabilitas.

Ke depan, BI memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2026 akan berada di kisaran 8–12%, lebih tinggi dibandingkan 2025. Otoritas moneter menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), khususnya untuk memperbaiki struktur suku bunga dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan.

Di tengah likuiditas yang melimpah, tantangan utama perbankan bukan lagi soal ketersediaan dana, melainkan keberanian menyalurkan kredit produktif dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Bagi BI, kualitas pertumbuhan kredit akan sama pentingnya dengan kecepatannya.


Digionary:

● AL/DPK: Rasio alat likuid bank terhadap dana pihak ketiga
● Bauran kebijakan: Kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran
● DPK: Dana pihak ketiga yang dihimpun bank dari masyarakat
● Kredit konsumsi: Kredit untuk kebutuhan rumah tangga
● Kredit investasi: Kredit jangka menengah-panjang untuk ekspansi usaha
● Kredit modal kerja: Kredit untuk mendukung operasional bisnis
● Makroprudensial: Kebijakan menjaga stabilitas sistem keuangan
● RDG: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia
● Transmisi moneter: Proses penyaluran kebijakan BI ke sektor riil
● Undisbursed loan: Kredit yang telah disetujui tetapi belum dicairkan

#KreditPerbankan #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #Likuiditas #KebijakanMoneter #PertumbuhanKredit #BIrate #RDGBI #PerbankanNasional #KreditInvestasi #KreditKonsumsi #ModalKerja #StabilitasKeuangan #EkonomiRiil #DPK #Makroprudensial #UndisbursedLoan #KSSK #SektorRiil #KeuanganNasional

Comments are closed.