Perang Infrastruktur AI Dimulai: Meta Bangun Meta Compute, Energi Jadi Senjata Baru

- 14 Januari 2026 - 11:22

Meta Platforms Inc. resmi meluncurkan Meta Compute, inisiatif strategis untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berskala raksasa. Langkah ini menegaskan perubahan peta persaingan industri teknologi global, di mana kendali atas energi, pusat data, dan rantai pasok komputasi kini menjadi senjata utama dalam perlombaan AI. Meta bersiap membangun puluhan hingga ratusan gigawatt daya dalam dekade mendatang—sebuah taruhan besar yang berpotensi mengubah wajah industri digital, sekaligus menekan sistem energi global.


Fokus Utama:

■ Meta Compute menandai pergeseran Meta dari perusahaan platform digital menjadi pemain infrastruktur AI global.
■ Energi dan pusat data kini menjadi faktor penentu dalam persaingan AI lintas raksasa teknologi.
■ Langkah Meta berpotensi mengubah peta industri teknologi sekaligus memicu tekanan baru pada sistem energi dan regulasi.


Meta Platforms Inc. tak lagi sekadar berbicara soal algoritma dan aplikasi. Di tengah melonjaknya kebutuhan komputasi kecerdasan buatan, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu kini melangkah jauh ke hulu: membangun infrastruktur AI sendiri dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lewat inisiatif baru bernama Meta Compute, Meta bersiap menggelontorkan investasi besar dan memperluas jejak energinya hingga puluhan gigawatt—sebuah langkah yang menandai babak baru dalam perlombaan AI global.


Janji Meta untuk membangun infrastruktur AI kelas dunia kini mulai diwujudkan. Senin (13/1), CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan peluncuran Meta Compute, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memperkuat fondasi komputasi AI perusahaan dalam jangka panjang.

Pengumuman ini bukan datang tanpa konteks. Tahun lalu, Meta telah menyampaikan proyeksi belanja modal agresif untuk AI. Saat itu, Chief Financial Officer Meta Susan Li menegaskan pentingnya kendali atas infrastruktur.

“Kami memperkirakan bahwa mengembangkan infrastruktur AI terdepan akan menjadi keunggulan inti dalam menciptakan model AI dan pengalaman produk terbaik,” kata Susan Li dalam paparan kinerja keuangan seperti dikutip TechCrunch.

Kini, Zuckerberg menegaskan arah tersebut dengan bahasa yang lebih tegas dan ambisius.

“Meta berencana membangun puluhan gigawatt dalam dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih dalam jangka panjang. Cara kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis,” ujar Zuckerberg dalam unggahan di Threads.

Sebagai gambaran, satu gigawatt setara dengan satu miliar watt listrik. Skala ini menempatkan Meta sejajar dengan proyek pembangkit listrik nasional di sejumlah negara berkembang. Dorongan AI yang rakus energi juga diperkirakan akan mengerek konsumsi listrik Amerika Serikat secara drastis—dari sekitar 5 GW saat ini menjadi lebih dari 50 GW pada 2030, menurut sejumlah estimasi industri energi.

Tim Inti Meta Compute

Untuk menjalankan proyek raksasa ini, Zuckerberg menunjuk tiga figur kunci, masing-masing adalah:

Santosh Janardhan, Head of Global Infrastructure Meta yang telah bergabung sejak 2009, dipercaya memimpin aspek teknis inti. Ia akan mengoordinasikan arsitektur teknis, tumpukan perangkat lunak, program silikon, produktivitas pengembang, hingga pembangunan dan pengoperasian pusat data global Meta.

Daniel Gross, yang bergabung tahun lalu dan dikenal sebagai salah satu pendiri Safe Superintelligence bersama mantan kepala ilmuwan OpenAI Ilya Sutskever, ditugaskan memimpin strategi kapasitas jangka panjang. Perannya mencakup kemitraan pemasok, analisis industri, perencanaan, serta pemodelan bisnis infrastruktur AI Meta.

Sementara itu, Dina Powell McCormick—mantan pejabat pemerintah AS yang baru saja bergabung sebagai Presiden dan Wakil Ketua Meta—akan memegang peran diplomasi dan kebijakan. Ia bertanggung jawab menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk membangun, menerapkan, membiayai, dan menginvestasikan infrastruktur Meta di berbagai negara.

Persaingan AI Masuk Fase Baru

Langkah Meta mempertegas bahwa persaingan AI kini tidak lagi sekadar soal model bahasa besar atau aplikasi generatif. Kendali atas pusat data, energi, dan rantai pasok komputasi menjadi medan tempur utama.

Microsoft agresif menggandeng penyedia infrastruktur AI dan produsen chip, sementara Google melalui induknya Alphabet bahkan mengakuisisi perusahaan pusat data guna mengatasi bottleneck jaringan listrik. Di sisi lain, Apple memilih strategi lebih selektif dalam belanja modal AI, menandakan perbedaan pendekatan di antara raksasa teknologi.

Bagi Meta, Meta Compute adalah taruhan strategis jangka panjang. Dengan menguasai infrastruktur sendiri, perusahaan berharap dapat menekan ketergantungan pada pihak ketiga, mengoptimalkan biaya, dan mempercepat inovasi produk AI—mulai dari media sosial, periklanan, hingga realitas virtual dan augmented reality.

Namun, ambisi ini juga membawa konsekuensi besar: tekanan terhadap pasokan energi, tantangan regulasi lintas negara, serta sorotan publik terhadap jejak karbon industri teknologi yang kian membengkak.


Digionary:

● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan mesin meniru kecerdasan manusia, termasuk pembelajaran, analisis, dan pengambilan keputusan.
● Capex (Capital Expenditure): Belanja modal jangka panjang perusahaan untuk aset strategis seperti pusat data dan infrastruktur.
● Datacenter: Fasilitas fisik yang menampung server dan sistem komputasi berskala besar.
● Gigawatt (GW): Satuan daya listrik setara satu miliar watt.
● Generative AI: Model AI yang mampu menghasilkan teks, gambar, video, atau kode secara mandiri.
● Infrastructure Stack: Lapisan teknologi yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan pendukung komputasi.
● Meta Compute: Inisiatif Meta untuk membangun dan mengelola infrastruktur AI sendiri dalam skala besar.
● Silicon Program: Pengembangan chip dan prosesor khusus untuk kebutuhan komputasi AI.

#Meta #MarkZuckerberg #ArtificialIntelligence #AIInfrastructure #MetaCompute #BigTech #DataCenter #EnergiDigital #TeknologiGlobal #CloudComputing #GenerativeAI #Silicon #InfrastrukturDigital #AIArmsRace #TechIndustry #DigitalEconomy #Innovation #FutureTech #EnergyDemand #BigData

Comments are closed.