Konsumsi Tertekan, Bisnis Payment Gateway Tetap Tumbuh Dua Digit

- 29 Desember 2025 - 14:45

Di tengah pelemahan daya beli sepanjang 2025, PT PrismaLink International justru mencatat pertumbuhan mitra bisnis double digit. Kinerja ini ditopang strategi ekspansi yang adaptif, fokus ke sektor esensial, serta perluasan akses pembayaran digital hingga ke masyarakat unbankable. PrismaLink membuktikan bahwa di saat konsumsi melambat, kebutuhan akan sistem pembayaran yang andal justru semakin krusial.


Fokus Utama:

  1. Payment gateway tetap tumbuh meski daya beli masyarakat tertekan
  2. Strategi adaptif dengan fokus sektor esensial dan inklusi keuangan
  3. Penguatan izin dan infrastruktur sebagai kunci menghadapi 2026

Tekanan daya beli menjadi cerita besar ekonomi Indonesia sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga tumbuh lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring inflasi pangan dan biaya hidup yang masih membayangi. Namun di tengah situasi tersebut, kebutuhan akan sistem pembayaran yang stabil, aman, dan mudah diakses ternyata tidak ikut surut.

PT PrismaLink International (PLink) mencatat pertumbuhan jumlah mitra hingga double digit dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini diraih bukan lewat ekspansi agresif tanpa arah, melainkan strategi yang lebih selektif dan adaptif terhadap kondisi pasar.

Perusahaan memperluas kolaborasi dengan berbagai penyedia teknologi, dengan fokus pada sektor-sektor yang relatif tahan terhadap guncangan ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, layanan publik, dan hospitality. Sektor-sektor ini tetap bergerak meski konsumsi rumah tangga melemah.

CEO Plink Laksono menegaskan bahwa tekanan daya beli tidak serta-merta mengurangi kebutuhan akan infrastruktur pembayaran yang andal.
“Sepanjang 2025, kami melihat kebutuhan akan sistem pembayaran yang andal justru semakin meningkat, terutama di sektor esensial. Hal ini mendorong kami untuk terus memperbaiki infrastruktur dan memperluas ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (28/12/2025).

Persaingan di industri pembayaran digital kian ketat. Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital nasional terus meningkat, meski pertumbuhannya lebih moderat dibandingkan masa pascapandemi. Kondisi ini memaksa pemain payment gateway untuk tidak hanya menjual teknologi, tetapi juga relevansi.

PrismaLink merespons tantangan tersebut dengan memperkuat ekosistem kolaborasi, khususnya bagi UMKM dan pelaku usaha kecil. Melalui kemitraan strategis dengan penyedia layanan teknologi, Plink membantu pelaku usaha menerima pembayaran online dengan sistem yang lebih sederhana dan terjangkau.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyasar segmen masyarakat unbankable dan wilayah dengan keterbatasan akses perbankan. Melalui jaringan ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret, PrismaLink menyediakan opsi pembayaran tunai—menjaga agar transaksi tetap dapat dilakukan meski masyarakat belum sepenuhnya terhubung ke layanan perbankan formal.

“Digitalisasi pembayaran bagi kami bukan semata soal teknologi, tetapi juga soal akses. Karena itu, kami menghadirkan berbagai opsi pembayaran agar dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” kata Laksono.

Ke depan, PrismaLink menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Memasuki 2026, perusahaan menargetkan penguatan kapasitas layanan dan perizinan, termasuk sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Kategori 1 serta QRIS MPM Acquirer. Langkah ini diproyeksikan memperkuat posisi perusahaan di tengah dinamika industri pembayaran digital yang terus berubah.

Didirikan pada 2011, PrismaLink telah menjalin kemitraan dengan sejumlah bank besar nasional dan internasional, mulai dari BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, hingga bank syariah dan bank digital. Basis mitra yang luas ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk tetap tumbuh, bahkan ketika tekanan ekonomi belum sepenuhnya mereda.


Digionary:

● acquirer: lembaga yang memproses transaksi pembayaran dari merchant
● daya beli: kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa
● payment gateway: sistem penghubung transaksi pembayaran digital
● pjp kategori 1: penyedia jasa pembayaran dengan izin operasional penuh
● qris mpm: metode pembayaran QR code yang melibatkan merchant secara langsung
● unbankable: kelompok masyarakat yang belum memiliki akses layanan perbankan

#paymentgateway #prismalink #pembayarandigital #dayabeli #inklusi keuangan #qris #fintech indonesia #ekonomidigital #umkm go digital #layanan pembayaran #transaksidigital #bankdigital #sektore sential #infrastruktur pembayaran #fintechgrowth #ekonomiindonesia #digitalisasi pembayaran #financial inclusion #bisnis fintech #industri keuangan

Comments are closed.