BCA Finance optimistis mampu kejar target pembiayaan baru

- Minggu, 19 Juni 2022 | 22:30 WIB
PT BCA Finance, perusahaan pembiayaan bagian emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), tengah memasuki fase ekspansif agar aset jumbo miliknya tak terkikis lagi pada periode ini.  (Foto:bcafinance.co.id )
PT BCA Finance, perusahaan pembiayaan bagian emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), tengah memasuki fase ekspansif agar aset jumbo miliknya tak terkikis lagi pada periode ini. (Foto:bcafinance.co.id )

digitalbank.id - MEMPERTAHANKAN konon lebih sulit daripada mencapai titik tertentu. Itulah yang dialami BCA Finance. PT BCA Finance, perusahaan pembiayaan bagian emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), tengah memasuki fase ekspansif agar aset jumbo miliknya tak terkikis lagi pada periode ini.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengungkap bahwa strategi ini telah tergambar dari kinerja sampai akhir Mei 2022. Penyaluran pembiayaan akan terus dipertahankan berada dalam jalur pertumbuhan. "Januari sampai Mei 2022 kami sudah menyalurkan Rp12,4 triliun, periode yang sama tahun lalu di kisaran Rp10 triliun.

Pertumbuhannya terus kami jaga di atas 20 persen [year-on-year/yoy]. Semoga sampai akhir tahun bisa tetap bagus begini," ujarnya. Roni pun masih optimistis pihaknya mampu mengejar target pembiayaan baru Rp28 triliun.

Baca Juga: SMF targetkan penyaluran pinjaman tahun ini capai Rp12,41 triliun

Sebagai perbandingan, pada 2019 pembiayaan BCA Finance menyentuh Rp33,2 triliun, kemudian terjun bebas ke Rp15,7 triliun saja pada era pandemi Covid-19, dan akhirnya mulai bangkit dengan realisasi Rp24,4 triliun pada 2021.

Pertumbuhan pembiayaan baru yang signifikan pun merupakan satu-satunya jalan BCA Finance memperbaiki total asetnya yang sampai akhir tahun lalu masih anjlok akibat terdampak pandemi Covid-19.

Aset BCA Finance pada 2019 mencapai Rp10,87 triliun. Pandemi Covid-19 membuat BCA Finance keluar dari segmen multifinance beraset Rp10 triliun, karena anjlok ke Rp8,53 triliun di akhir 2020, dan masih berlanjut terkoreksi ke Rp8,37 triliun pada akhir 2021.

Baca Juga: OJK: Sepanjang 2022 semua segmen pembiayaan industri multifinance akan terus membaik

Hal ini terutama akibat tren penurunan komponen piutang pembiayaan. Namun, berdasarkan laporan keuangan BBCA per kuartal I/2022, total aset BCA Finance mulai tumbuh menjadi Rp8,76 triliun.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PNM menargetkan 20 juta nasabah di tahun 2024

Sabtu, 24 Desember 2022 | 21:22 WIB

Bunga murah dan DP rendah jadi primadona BCA Finance

Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:47 WIB
X