• Senin, 26 September 2022

Usung artificial intelligence, Anang luncurkan NFT ramah HAKI

- Selasa, 5 April 2022 | 09:46 WIB
Founder Asix Token, Anang Hermansyah menggulirkan non-fungible token (NFT) ramah hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI).  (Foto: Ist.)
Founder Asix Token, Anang Hermansyah menggulirkan non-fungible token (NFT) ramah hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). (Foto: Ist.)

digitalbank.id - Industri digital kian tumbuh pesat, terlebih kehadiran teknologi blockchain dan cryptocurrency yang mampu memberikan perubahan baru dari sisi teknologi hingga investasi.

Founder Asix Token, Anang Hermansyah menggulirkan non-fungible token (NFT) ramah hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). “Konsep ini penting untuk melindungi hak cipta para seniman atau pemilik karya,” ujar Anang kepada media di Jakarta, Selasa (5/4/).

Karena itu, tambah dia, pihaknya menyematkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dalam NFT yang digulirkan.

“Di dalam NFT kita sematkan artificial intelligence yang mampu mendeteksi siapa pemiliknya, penciptanya, dan rekam jejak karya tersebut,” tutur Anang.

Baca juga: BRI hadirkan BRIBrain Academy dan kembangkan artificial intelligence

Kesungguhan Anang di dalam project NFT juga diperlihatkan dengan perombakan whitepaper karena ada beberapa inovasi baru. Untuk melengkapi itu, dalam waktu tidak lama akan diluncurkan website baru.

“Kami terus berkomitmen dalam menjalankan bisnis dan menciptakan utility yang memperkuat fundamental Asix Token,” kata Anang.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan, NFT mulai populer pada 2017 seiring dikenalkannya game NFT Cryptokitties. Kini, sejak akhir 2021, NFT kian populer di tengah masyarakat internasional. Total penjualan NFT pada 2021, tercatat melonjak 55% dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari US$250 juta menjadi US$389 juta.

Baca juga: 6 risiko penggunaan AI dan ML di bank digital

“Saya memperkirakan pasar NFT di Indonesia sangat potensial. Di sisi lain, perlu kita antisipasi juga hak cipta dan HAKI para pencipta NFT yang diperjualbelikan,” kata Anang.

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Metaverse adalah evolusi bukan revolusi

Sabtu, 18 Juni 2022 | 18:53 WIB

3 tahap Metaverse yang wajib kita pahami

Kamis, 16 Juni 2022 | 22:43 WIB
X