Koreksi beruntun saham Bank Jago sampai kapan?

- Minggu, 13 Februari 2022 | 08:10 WIB
Saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) terpantau melemah pada akhir perdagangan hari, Jumat (11/2/2022). Saham ARTO berakhir di level Rp14.950 atau turun 0,99 persen dari harga penutupan sebelumnya. (Foto:Ilustrasi/Safaruddin Husada )
Saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) terpantau melemah pada akhir perdagangan hari, Jumat (11/2/2022). Saham ARTO berakhir di level Rp14.950 atau turun 0,99 persen dari harga penutupan sebelumnya. (Foto:Ilustrasi/Safaruddin Husada )

digitalbank.id -- SAHAM Bank Jago adalah salah satu saham di Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu saham yang aktif diperdagangkan dan berbagai aksi korporasinya sangat memukau sehingga tetap menjadi sasaran para pelaku bursa.

Saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) terpantau melemah pada akhir perdagangan hari, Jumat (11/2/2022). Saham ARTO berakhir di level Rp14.950 atau turun 0,99 persen dari harga penutupan sebelumnya.

Pelemahan ini melanjutkan koreksi beruntun saham ARTO yang terjadi sejak awal pekan ini. Pada hari sebelumnya, Kamis (10/2/2022), koreksi saham ARTO bahkan nyaris menyentuh auto reject bawah (ARB), yakni turun 6,5 persen ke level Rp15.100. Adapun dalam sepekan terakhir, saham ARTO sudah terkoreksi 10,48 persen. Koreksi ini membuat kapitalisasi Bank Jago menyusut.

Baca Juga: Jenius makin serius garap reksa dana

Statistik BEI pada 11 Februari 2022, mencatat kapitalisasi pasar Bank Jago sebesar Rp205 triliun. Di angka itu, Bank Jago berada di peringkat ketujuh emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kapitalisasi pasar Bank Jago disalip PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing berada di posisi 5 dan 6.

Diketahui, pada pertengahan Januari kemarin, kapitalisasi pasar ARTO sempat bertengger di posisi kelima. Di posisi tersebut, Bank Jago bersanding dengan emiten bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Baca Juga: Meski izin baru fintech masih dimoratorium, penyaluran pinjol tembus Rp295 triliun di 2021

Adapun dalam perkembangan terkini, Morgan Stanley Capital International atau MSCI baru saja mengumumkan hasil perombakan portofolio untuk beberapa indeksnya pada Kamis (10/2/2022).

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI sukses serap dana Rp4,8 triliun dari rights issue

Minggu, 25 Desember 2022 | 17:35 WIB

VICO jadi pembeli siaga Bank Victoria

Minggu, 12 Juni 2022 | 20:17 WIB

Keren, Bank Jago mulai cuan di 2021!

Jumat, 11 Maret 2022 | 17:53 WIB
X