• Kamis, 8 Desember 2022

Menang banyak para investor dari rights issue saham Allo Bank

- Jumat, 4 Februari 2022 | 08:00 WIB
Investor Allo Bank (BBHI) menang banyak dari aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih duu (PMHMETD) III atau rights issue. (Foto: Ilustrasi/Allobank.com)
Investor Allo Bank (BBHI) menang banyak dari aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih duu (PMHMETD) III atau rights issue. (Foto: Ilustrasi/Allobank.com)


digitalbank.id - SUDAH menjadi kepastian bahwa setiap investor berharap keuntungan besar ketika menanamkan dananya. Dan itu terbukti setidaknya bagi sejumlah investor yang menggenggam rights issue saham PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI). Mereka mengalami cuan usai melesatnya saham perseroan pada perdagangan Januari lalu, salah satunya terjadi pada Komisaris BBHI, Ali Gunawan.

Ali Gunawan turut menyerap aksi penambahan modal dengan memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III atau rights issue BBHI. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Ali Gunawan membeli sebanyak 3.676.600 saham baru Allo Bank (3,67 juta saham) dengan harga pelaksanaan Rp478. Dengan demikian, uang yang digelontorkan Komisaris BBHI itu mencapai Rp1,75 miliar.

Baca Juga: Tetap jaga momentumnya, Bank Jago huni posisi kelima emiten berkapitalisasi pasar terbesar di BEI

Transaksi yang dilakukan pada 17 Januari 2022 itu membuat Ali Gunawan menggenggam 0,037 persen saham Allo Bank atau setara 7.951.800 saham setelah transaksi. “Sesuai dengan Pasal 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, melapor bahwa saya telah memiliki saham perusahaan terbuka,” ujar Ali kepada Bursa.

Jika melihat penutupan perdagangan saham BBHI 21 Januari 2022 lalu, nilai aset Ali Gunawan sudah mencapai Rp22,38 miliar. Hal ini lantaran, saham Allo Bank menutup perdagangan ke level Rp6.100 per saham, jauh dari harga pelaksanaan rights issue senilai Rp478 per saham. Sementara itu, aset Bukalapak di Allo Bank sudah mencapai Rp15,18 triliun. Pasalnya, BUKA telah menyerap sebanyak 2,49 miliar saham BBHI dengan menggelontorkan dana sebanyak Rp1,19 triliun Di sisi lain, Indolife juga meraup keuntungan dari aksi rights issue BBHI dengan menyerap 1,3 miliar saham BBHI dan menggelontorkan dana sebanyak Rp623,22 miliar untuk menebus saham baru Allo Bank. Alhasil, Grup Salim berpotensi mendapatkan cuan penempatan investasi di saham BBHI sebesar Rp7,93 triliun dari aksi ini.(SAF)

Baca Juga: Klaim mampu ciptakan economic value, BRI bukukan laba bersih Rp32,21 triliun di 2021

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

VICO jadi pembeli siaga Bank Victoria

Minggu, 12 Juni 2022 | 20:17 WIB

Keren, Bank Jago mulai cuan di 2021!

Jumat, 11 Maret 2022 | 17:53 WIB

Langkah BSI menjadi bank BUMN

Sabtu, 26 Februari 2022 | 21:56 WIB

Koreksi beruntun saham Bank Jago sampai kapan?

Minggu, 13 Februari 2022 | 08:10 WIB

Jenius makin serius garap reksa dana

Senin, 7 Februari 2022 | 08:00 WIB

Allo Bank kantongi Rp 4,8 triliun dari rights issue

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:00 WIB
X