• Kamis, 8 Desember 2022

BFI Finance segera lengkapi ekosistem Gojek dan Bank Jago

- Kamis, 20 Januari 2022 | 08:15 WIB
Bank Jago dan Gojek menambah kelengkapan ekosistemnya dengan penawaran suka rela saham BFI Finance. (Foto: Ilustrasi/bfifinance.id)
Bank Jago dan Gojek menambah kelengkapan ekosistemnya dengan penawaran suka rela saham BFI Finance. (Foto: Ilustrasi/bfifinance.id)

 

digitalbank.id - SEORANG pengusaha pernah bilang: "Kalau angin sedang baik buat kita, maka optimalkan terus gerakannya untuk mengangkat bisnis." Filosofi ini barangkali yang dipakai oleh para punggawa di Gojek dan Bank Jago. Aktivitas korporasi yang konsisten dan bervariasi akan menjaga momentum bisnis terus bergerak di level tinggi.

Sudah banyak aksi korporasi yang dilakukan Bank Jago sehingga kini telah menduduki posisi kelima emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa efek Jakarta. Kali ini, rencana Jerry NG dan Garibaldi 'Boy' Thohir melalui Trinugraha Capital & Co SCA (TC) yang akan melakukan tender sukarela (tender offer) saham PT BFI Finance Tbk. (BFIN) bisa semakin melengkapi ekosistem Gojek dan PT Bank Jago Tbk. (ARTO).

Seperti sudah diketahui bersama, Gojek resmi bermitra dengan Bank Jago sejak Desember 2020. Gojek, melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa, memegang 21,4 persen saham Bank Jago. Adapun, Jerry Ng menjabat sebagai Komisaris Utama emiten bersandi saham ARTO tersebut. Jerry juga merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama ARTO.

Baca Juga: Tetap jaga momentumnya, Bank Jago huni posisi kelima emiten berkapitalisasi pasar terbesar di BEI

Di pihak lain, Boy Thohir yang dikenal sebagai Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), juga menjabat sebagai Komisaris Gojek. Oleh karena itu, aksi korporasi TC melakukan tender sukarela saham BFIN memunculkan aroma digitalisasi bersama ekosistem Gojek-ARTO.

Apalagi tujuan digitalisasi tersebut telah tercantum dalam prospektus tender sukarela. Setelah penawaran tender sukarela, TC dan BFIN memiliki tiga rencana besar. Pertama, mengarahkan bisnis BFIN kembali ke level pra pandemi Covid-19 dengan tetap menekankan kehati-hatian terutama kualitas aset di tengah kondisi yang menantang.

Kedua, memanfaatkan keahlian dan pengetahuan lokal BFIN untuk membangun pertumbuhan berkelanjutan dalam bisnis pembiayaan konsumen intinya. Ketiga, berinvestasi dalam transformasi bisnis dan menerapkan teknologi digital dalam mengoptimalkan operasi. "Hal ini bertujuan melayani klien dengan lebih baik dan memperkuat daya saing untuk pertumbuhan jangka panjang," seperti dikutip dari prospektus.

Baca Juga: Tambah modal inti, MNC Bank terus tingkatkan layanan perbankan digital MotionBanking

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

VICO jadi pembeli siaga Bank Victoria

Minggu, 12 Juni 2022 | 20:17 WIB

Keren, Bank Jago mulai cuan di 2021!

Jumat, 11 Maret 2022 | 17:53 WIB

Langkah BSI menjadi bank BUMN

Sabtu, 26 Februari 2022 | 21:56 WIB

Koreksi beruntun saham Bank Jago sampai kapan?

Minggu, 13 Februari 2022 | 08:10 WIB

Jenius makin serius garap reksa dana

Senin, 7 Februari 2022 | 08:00 WIB

Allo Bank kantongi Rp 4,8 triliun dari rights issue

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:00 WIB
X