Rights issue Bank Ina perkuat strategi perusahaan terapkan digitalisasi dalam proses bisnis

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 07:40 WIB
Bank Ina akan melakukan penambahan modal melalui rights issue pada semester II 2022. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung peningkatan layanan dan produk perbankan kepada nasabah yang tentunya bermuara pada peningkatan kinerja perusahaan. (Foto: Ilustrasi)
Bank Ina akan melakukan penambahan modal melalui rights issue pada semester II 2022. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung peningkatan layanan dan produk perbankan kepada nasabah yang tentunya bermuara pada peningkatan kinerja perusahaan. (Foto: Ilustrasi)

digitalbank.id - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan kembali melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue tahun ini. Dana yang diperoleh akan dipakai untuk modal kerja dan memperkuat strategi perusahaan dalam menerapkan digitalisasi proses bisnis.

Hal itu disampaikan Direktur Bank Ina Kiung Hui Ngo dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pekan ini.

"Perseroan telah menyampaikan rencana untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun tahun ini," katanya, Rabu (12/1).

Baca juga: Selain tambah modal, right issue Bank Nobu juga bisa dukung transformasi digital

Menurut dia, Bank Ina akan melakukan penambahan modal melalui rights issue pada semester II 2022. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung peningkatan layanan dan produk perbankan kepada nasabah yang tentunya bermuara pada peningkatan kinerja perusahaan.

"Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja terkait pelaksanaan kegiatan operasional serta pengembangan usaha sesuai strategi perseroan untuk menerapkan digitalisasi dalam proses bisnis," kata Kiung Hui Ngo.

Dari data yang ada BINA telah memenuhi kewajiban modal inti minimum Rp2 triliun pada akhir 2021. Bank Ina melakukan rights issue dan mendapat pernyataan efektif dari OJK pada 19 November 2021. Melalui aksi korporasi itu modal inti Bank Ina di akhir 2021 mencapai Rp2,33 triliun. Sementara tahun ini Bank Inamenargetkan ekspansi kredit tumbuh pesat tahun ini di kisaran 20%-30%.

Baca juga: Fenomena perang tech talent di industri bank digital mulai terlihat di Allo Bank

Sebelumnya, seperti dikutip kontan.co.id, Direktur Utama Bank Ina Perdana Daniel Budirahayu mengatakan Bank Ina akan mempercepat proses digitalisasi bank dengan meluncurkan aplikasi digital yang diharapkan bisa dilakukan pada kuartal pertama tahun ini.

Fitur-fitur yang akan disediakan diantaranya customer on boarding, Qris, pengembangan dan penambahan fitur internet banking maupun mobile banking yg akan mempermudah para nasabah melakukan transaksi.

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI sukses serap dana Rp4,8 triliun dari rights issue

Minggu, 25 Desember 2022 | 17:35 WIB

VICO jadi pembeli siaga Bank Victoria

Minggu, 12 Juni 2022 | 20:17 WIB

Keren, Bank Jago mulai cuan di 2021!

Jumat, 11 Maret 2022 | 17:53 WIB
X